https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/2223-blok-rokan-dalam-pangkuan




Rabu 11 Agustus 2021, 05:00 WIB 

Blok Rokan dalam Pangkuan 

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group | Editorial 

  Blok Rokan dalam Pangkuan MI/Ebet Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group. 
KADO spesial ulang tahun Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, itu datang dari 
Riau. Bukan sembarang kado. Ini kado yang menegaskan kemandirian anak bangsa. 
Kemandirian untuk mengelola sendiri isi perut bumi Tanah Air oleh anak bangsa 
sendiri, dengan bendera sendiri. Ya. Setelah hampir satu abad (tepatnya 97 
tahun), blok minyak dan gas Rokan, Riau, akhirnya benar-benar dikelola 
perusahaan Merah Putih, yakni PT Pertamina, mulai pukul 00.01 WIB, Senin, 9 
Agustus 2021. Tepatnya, PT Pertamina Hulu Rokan. Sejak ditemukan pada 1924, 
blok migas ini dikelola oleh perusahaan migas yang berpusat di Amerika, 
Chevron. Dulu bernama Caltex. Sebelum dialihkelolakan ke Pertamina, pengelola 
sebelumnya, yakni PT Chevron Pacific Indonesia, telah memompa lebih dari 11 
miliar barel minyak dari perut bumi Lancang Kuning tersebut. Saya katakan kado 
istimewa karena Blok Rokan ini merupakan penghasil migas terbesar di Tanah Air. 
Saat ini, wilayah kerja Rokan berkontribusi 24% terhadap produksi minyak bumi 
Indonesia. Sebelumnya, selama 70 tahun terakhir, Blok Rokan berkontribusi 
rata-rata 46% terhadap produksi minyak kita. Bahkan, pada 1973, saat oil boom 
terjadi, Blok Rokan mampu menghasilkan minyak hingga 1 juta barel per hari. 
Maka, ketika tanggung jawab mengelola minyak di blok terbesar itu jatuh ke 
pangkuan perusahaan anak negeri, saya bersyukur. Tentu, bukan berarti saya 
tidak suka dengan kiprah multinational oil company raksasa seperti Chevron. 
Bukan sama sekali. Saya malah angkat topi setinggi-tingginya kepada Chevron 
yang sangat profesional mengelola dan merawat Blok Rokan. Saya bersyukur bahwa 
Chevron, selama mengelola Blok Rokan, sangat serius mempraktikkan alih 
teknologi kepada para anak negeri. Tapi, saya bersyukur karena ini kesempatan 
ada BUMN Merah Putih untuk unjuk gigi sekaligus mengakhiri stigma buruk bahwa 
anak negeri belum mampu mengelola kekayaan alamnya sendiri. Barangkali ini 
semacam kebanggaan sentimentil atas kemampuan perusahaan minyak Merah Putih. 
Bangga karena kita bisa mandiri sepenuhnya. Apalagi, selama ini, cap 'tidak 
mampu' itu amat melekat. Boleh jadi, karena sebelum-sebelumnya Pertamina, 
terutama di sektor hulu, belum 100 persen menguasai teknologi tinggi di bidang 
perminyakan. Tapi, apa iya, perusahaan yang berusia hampir 64 tahun tak kunjung 
mampu menguasai teknologi? Saya tidak yakin, itu yang terjadi. Ini soal 
kesempatan dan kepercayaan saja. Pertamina belum diberi kesempatan dan dulu 
belum bisa dipercaya. Selain kerap di- under estimate kurang menguasai 
teknologi, manajemen perusahaan yang dulu berlogo kuda laut itu juga sering 
dikait-kaitkan dengan istilah 'boros', 'tidak efisien', 'laporan keuangan tanpa 
opini', bahkan pernah dicap 'korup'. Tapi, dalam kurun hampir dua dasawarsa 
terakhir, Pertamina telah berbenah. Bahkan kini telah berubah. Malah, ia 
menjadi satu-satunya perusahaan asal Indonesia yang masuk daftar 500 perusahaan 
top dunia di Fortune Global 500, tahun ini. Pertamina di posisi 287, dengan 
pendapatan tahun 2020 lebih dari US$41 miliar, mengungguli 
perusahaan-perusahaan raksasa seperti Coca-Cola, Repsol, Tesla, dan Danone. 
Maka, ketika Presiden Joko Widodo menetapkan peta jalan kemandirian pengelolaan 
industri minyak nasional, hanya dalam kurun kurang dari sewindu, tekad itu 
terbukti. Jokowilah yang berteguh hati untuk meyakinkan bahwa Pertamina bisa. 
Maka, begitu kontrak Chevron berakhir, Presiden pun mewujudkan keteguhan 
hatinya itu. Kini, pengelolaan blok migas yang diharapkan menjadi pendongkrak 
bagi produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas bumi 
pada 2030, itu ada dalam genggaman Pertamina. Tak perlu berlama-lama dalam 
euforia. Sebaik-baik rasa syukur itu bentuknya ialah kerja keras dan kerja 
cerdas. Juga kerja ikhlas demi kebanggaan Indonesia. Yakinkan anak negeri ini 
bahwa Pertamina mampu bekerja hebat di Blok Rokan, sehebat Chevron, bahkan bisa 
lebih. Lanjutkan warisan baik dan hebat yang sudah dilakukan oleh Chevron 
Pacific Indonesia, yang profesional, efisien, dan penuh pengabdian kepada 
lingkungan sekitar. Jangan sampai bikin malu.

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/2223-blok-rokan-dalam-pangkuan





-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210811191008.b6abd2cb628c99c553d9107c%40upcmail.nl.

Reply via email to