Apakah masih ada minyak dan untuk berapa lama?

On Wed, Aug 11, 2021 at 7:10 PM 'j.gedearka' via GELORA45 <
[email protected]> wrote:

>
>
>
> https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/2223-blok-rokan-dalam-pangkuan
>
>
>
>
> Rabu 11 Agustus 2021, 05:00 WIB
>
> Blok Rokan dalam Pangkuan
>
> Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group | Editorial
>
>   Blok Rokan dalam Pangkuan MI/Ebet Abdul Kohar Dewan Redaksi Media
> Group. KADO spesial ulang tahun Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, itu
> datang dari Riau. Bukan sembarang kado. Ini kado yang menegaskan
> kemandirian anak bangsa. Kemandirian untuk mengelola sendiri isi perut bumi
> Tanah Air oleh anak bangsa sendiri, dengan bendera sendiri. Ya. Setelah
> hampir satu abad (tepatnya 97 tahun), blok minyak dan gas Rokan, Riau,
> akhirnya benar-benar dikelola perusahaan Merah Putih, yakni PT Pertamina,
> mulai pukul 00.01 WIB, Senin, 9 Agustus 2021. Tepatnya, PT Pertamina Hulu
> Rokan. Sejak ditemukan pada 1924, blok migas ini dikelola oleh perusahaan
> migas yang berpusat di Amerika, Chevron. Dulu bernama Caltex. Sebelum
> dialihkelolakan ke Pertamina, pengelola sebelumnya, yakni PT Chevron
> Pacific Indonesia, telah memompa lebih dari 11 miliar barel minyak dari
> perut bumi Lancang Kuning tersebut. Saya katakan kado istimewa karena Blok
> Rokan ini merupakan penghasil migas terbesar di Tanah Air. Saat ini,
> wilayah kerja Rokan berkontribusi 24% terhadap produksi minyak bumi
> Indonesia. Sebelumnya, selama 70 tahun terakhir, Blok Rokan berkontribusi
> rata-rata 46% terhadap produksi minyak kita. Bahkan, pada 1973, saat oil
> boom terjadi, Blok Rokan mampu menghasilkan minyak hingga 1 juta barel per
> hari. Maka, ketika tanggung jawab mengelola minyak di blok terbesar itu
> jatuh ke pangkuan perusahaan anak negeri, saya bersyukur. Tentu, bukan
> berarti saya tidak suka dengan kiprah multinational oil company raksasa
> seperti Chevron. Bukan sama sekali. Saya malah angkat topi
> setinggi-tingginya kepada Chevron yang sangat profesional mengelola dan
> merawat Blok Rokan. Saya bersyukur bahwa Chevron, selama mengelola Blok
> Rokan, sangat serius mempraktikkan alih teknologi kepada para anak negeri.
> Tapi, saya bersyukur karena ini kesempatan ada BUMN Merah Putih untuk unjuk
> gigi sekaligus mengakhiri stigma buruk bahwa anak negeri belum mampu
> mengelola kekayaan alamnya sendiri. Barangkali ini semacam kebanggaan
> sentimentil atas kemampuan perusahaan minyak Merah Putih. Bangga karena
> kita bisa mandiri sepenuhnya. Apalagi, selama ini, cap 'tidak mampu' itu
> amat melekat. Boleh jadi, karena sebelum-sebelumnya Pertamina, terutama di
> sektor hulu, belum 100 persen menguasai teknologi tinggi di bidang
> perminyakan. Tapi, apa iya, perusahaan yang berusia hampir 64 tahun tak
> kunjung mampu menguasai teknologi? Saya tidak yakin, itu yang terjadi. Ini
> soal kesempatan dan kepercayaan saja. Pertamina belum diberi kesempatan dan
> dulu belum bisa dipercaya. Selain kerap di- under estimate kurang menguasai
> teknologi, manajemen perusahaan yang dulu berlogo kuda laut itu juga sering
> dikait-kaitkan dengan istilah 'boros', 'tidak efisien', 'laporan keuangan
> tanpa opini', bahkan pernah dicap 'korup'. Tapi, dalam kurun hampir dua
> dasawarsa terakhir, Pertamina telah berbenah. Bahkan kini telah berubah.
> Malah, ia menjadi satu-satunya perusahaan asal Indonesia yang masuk daftar
> 500 perusahaan top dunia di Fortune Global 500, tahun ini. Pertamina di
> posisi 287, dengan pendapatan tahun 2020 lebih dari US$41 miliar,
> mengungguli perusahaan-perusahaan raksasa seperti Coca-Cola, Repsol, Tesla,
> dan Danone. Maka, ketika Presiden Joko Widodo menetapkan peta jalan
> kemandirian pengelolaan industri minyak nasional, hanya dalam kurun kurang
> dari sewindu, tekad itu terbukti. Jokowilah yang berteguh hati untuk
> meyakinkan bahwa Pertamina bisa. Maka, begitu kontrak Chevron berakhir,
> Presiden pun mewujudkan keteguhan hatinya itu. Kini, pengelolaan blok migas
> yang diharapkan menjadi pendongkrak bagi produksi 1 juta barel minyak per
> hari dan 12 miliar kaki kubik gas bumi pada 2030, itu ada dalam genggaman
> Pertamina. Tak perlu berlama-lama dalam euforia. Sebaik-baik rasa syukur
> itu bentuknya ialah kerja keras dan kerja cerdas. Juga kerja ikhlas demi
> kebanggaan Indonesia. Yakinkan anak negeri ini bahwa Pertamina mampu
> bekerja hebat di Blok Rokan, sehebat Chevron, bahkan bisa lebih. Lanjutkan
> warisan baik dan hebat yang sudah dilakukan oleh Chevron Pacific Indonesia,
> yang profesional, efisien, dan penuh pengabdian kepada lingkungan sekitar.
> Jangan sampai bikin malu.
>
> Sumber:
> https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/2223-blok-rokan-dalam-pangkuan
>
>
>
>
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari
> Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210811191008.b6abd2cb628c99c553d9107c%40upcmail.nl
> .
>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2DhEA1adMsRF4fu4yYoUhBoCs%3Dx2_P2KD_e%2BK5fCFQGDw%40mail.gmail.com.

Reply via email to