Kebenaran Penanganan Pandemi AS: Negara Penyebar Wabah Terbesar di Dunia 2021-08-15 13:40:30 http://indonesian.cri.cn/20210815/13eaaba1-192e-ba26-e698-dc54885824fd.htmlPopulasi AS menduduki 4% populasi dunia, namun jumlah kasus terinfeksi Covid-19 di AS menduduki 18% dari jumlah total global. Kedua angka ini sudah dengan jelas menunjukkan kegagalan AS dalam melawan wabah telah dengan serius mengganggu proses penanggulangan wabah global. Yang lebih jelek ialah, ketika menghadapi situasi yang lepas kendali, pemerintah AS tidak mengambil tindakan efektif apa pun untuk membatasi perjalanan ke luar negeri, membiarkan virus disebarluaskan ke seluruh dunia, bahkan mengancaman kesehatan umat manusia seluruh dunia.
Laporan yang diumumkan bersama oleh tiga wadah pemikir Tiongkok secara sistematis membentangkan fakta AS yang situasi pandeminya lepas kendali tetapi tetap mengizinkan warganya pergi ke luar negeri. Yang jelas ialah, menghadapi fakta jumlah kasus terinfeksi Covid-19 global melampaui 200 juta orang, sebagai negara penyebar wabah terbesar, AS tidak boleh mengelak dari kesalahannya. Bertolak dari pertimbangan ekonomi dan pemilihan, pemerintah AS mengumumkan mencabut pelarangan perjalanan global terhadap warga AS pada Agustus tahun lalu, saat AS masih di puncak penyebarluasan wabah, maka puluhan juta warga AS menuju ke seluruh dunia dengan transportasi darat dan udara, tindakan tersebut mempercepat penyebarluasan virus di seluruh dunia. AS juga melanggar etika moral internasional. AS memulangkan imigran ilegal dengan jumlah besar tanpa mengambil tindakan apa pun untuk mencegah wabah. Namun, tindakan AS yang tidak manusiawi ini tetap diteruskan sampai sekarang. Selain itu, di pangkalan militer AS di ratusan negara, prajurit-prajurit AS yang tidak menaati peraturan pencegahan pandemi sehingga mengakibatkan penyebarluasan wabah yang tak terhitungkan. Serangkaian fakta telah membuktikan bahwa AS seharus bertanggung jawab atas penyebarluasan wabah di seluruh dunia, dan AS barulah negara yang seharus menerima investigasi penelusuran asal usul virus. Namun, dengan memanipulasi sarana politik, politikus AS memfitnah negara lain dan menimpakan kesalahannya kepada negara lain, dan menyebarluaskan “virus politik” ke seluruh dunia, serta mengganggu kerja sama penanggulangan wabah internasional. Prilaku AS tersebut sudah dengan jelas memperlihatkan bullying dan egois AS dengan apa yang disebut “memimpin dunia berdasarkan kepentingan sendiri”, serta pengabaian semangat ilmiah, etika moral internasional dan keselamatan jiwa rakyat. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/A11055A238804DECA9AE30F36BB9EB7F%40A10Live.
