https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2407-merdeka-dari-korona



 Senin 16 Agustus 2021, 05:00 WIB 

Merdeka dari Korona 

Administrator | Editorial 

  Merdeka dari Korona MI.Duta Editorial. PANDEMI covid-19 dengan segala 
kerentanan ikutannya masih mewarnai peringatan kemerdekaan tahun ini. Pandemi 
mestinya tidak meniadakan ikhtiar bangsa untuk memaknai kemerdekaan sebagai 
peluang menumbuhkan kualitas hidup lebih baik lagi. Ikhtiar menumbuhkan 
kualitas hidup yang lebih baik bukanlah mustahil asalkan kita bersatu. 
Menyatukan derap langkah untuk bersama-sama melawan virus korona sehingga 
terpenuhi tema kemerdekaan kali ini; Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh. 
Indonesia menjadi tangguh jika perang melawan covid-19 bukan hanya menjadi 
tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh 
anak bangsa. Apresiasi pantas diberikan kepada semua anak bangsa yang dengan 
cara masing-masing mengambil peran meringankan penderitaan sesama yang terpapar 
covid-19. Meski demikian, jangan pernah lelah pula untuk mengingatkan mereka 
yang tidak mematuhi protokol kesehatan dan menolak mengikuti vaksinasi. 
Mematuhi protokol kesehatan dan keikutsertaan dalam program vaksinasi sehingga 
tercipta kekebalan bangsa menjadi syarat menggerakkan roda perekonomian agar 
Indonesia tumbuh. Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021 sebesar 7,07% telah 
membawa Indonesia keluar dari resesi sekaligus memunculkan harapan membaiknya 
kondisi perekonomian. Tantangannya ialah bagaimana pertumbuhan itu tidak 
bersifat semu, tapi benar-benar dirasakan oleh rakyat dalam kehidupan 
sehari-hari. Pandemi covid-19 yang telah merenggut banyak nyawa mestinya 
memantik kesadaran baru bahwa kemerdekaan dari penjajahan bukanlah akhir dari 
perjuangan pembebasan. Ternyata penjajahan itu banyak nyawanya, yang lahir 
kembali dalam ragam bentuk. Reinkarnasi penjajahan itu sudah diwanti-wanti oleh 
Presiden Soekarno saat membuka Konferensi Asia Afrika pada 1955. Kata Bung 
Karno, kolonialisme mempunyai juga baju modern, dalam bentuk penguasaan 
ekonomi, penguasaan intelektual, dan penguasaan materiel yang nyata. Nyata 
dirasakan saat pandemi covid-19 bahwa sesungguhnya bangsa ini masih perlu 
berjuang memerdekakan diri di bidang kesehatan. Hingga 10 Juli lalu, Indonesia 
menghabiskan Rp10,2 triliun untuk membeli vaksin covid-19. Pangkalnya ialah 
negeri ini belum merdeka dalam hal pembuatan vaksin, masih tergantung impor. 
Jangankan vaksin, harga obat-obatan juga selangit karena 95% bahan bakunya 
tergantung impor. Padahal, Indonesia sebagai negara tropis amat kaya raya 
dengan tumbuh-tumbuhan sebagai bahan baku obat. Begitu juga alat-alat kesehatan 
yang masih dipenuhi dengan impor. Mestinya pandemi covid-19 semakin menyadarkan 
bangsa ini untuk segera membebaskan diri dari ketergantungan impor bahan baku 
obat-obatan dan alat-alat kesehatan. Harus jujur diakui bahwa intelektual di 
negeri ini punya kemampuan yang luar biasa. Yang dibutuhkan ialah keberpihakan 
negara. Indonesia memiliki ratusan ribu peneliti dan inovator serta ribuan 
diaspora peneliti kelas dunia. Bahkan, di antara vaksin yang diimpor itu ada 
sentuhan peneliti diaspora. Pandemi covid-19 hendaknya dijadikan momentum untuk 
berdikari di bidang kesehatan melalui kedaulatan teknologi. Ketidakmerdekaan di 
bidang teknologi kesehatan sangat dirasakan dampaknya, yakni rakyat membayar 
sangat mahal tes polymerase chain reaction (PCR). Sudah mahal, hasilnya tidak 
bisa cepat didapat. Padahal tes PCR diperlukan untuk mendeteksi covid-19. 
Presiden Joko Widodo, kemarin, memerintahkan agar harga tes PCR diturunkan dari 
Rp900 ribu ke kisaran Rp450 ribu-Rp550 ribu. Tak hanya terkait harga, Presiden 
juga meminta agar semua hasil tes PCR bisa didapat paling lambat 24 jam. 
Presiden juga menekankan kecepatan itu diperlukan dalam rangka peningkatan 
testing. Elok nian, bersamaan dengan memperingati hari kemerdekaan, seluruh 
anak bangsa mengobarkan semangat untuk memerdekakan diri dari covid-19. Hanya 
dengan pembebasan dari wabah penyakit menular itulah kita bisa menumbuhkan 
kualitas hidup lebih baik lagi. Semangat membebaskan diri dari covid-19 
merupakan salah satu bentuk patriotisme pada masa new normal. Bentuk nyata 
patriotisme itu ialah mematuhi protokol kesehatan dan menyukseskan vaksinasi 
sehingga bangsa ini benar-benar merdeka dari covid-19  

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2407-merdeka-dari-korona




-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20210816203029.e216b791ba105b8fe3dbe3c7%40upcmail.nl.

Reply via email to