Kemenlu Tanggapi Pengakuan Pemerintah Taliban
2021-08-16 16:58:14  
http://indonesian.cri.cn/20210816/af1a8665-5976-afa3-a22a-ea39e7dff789.htmlTaliban
 telah memasuki Kabul, ibu kota Afghanistan, dan menyatakan akan mengupayakan 
peralihan kekuasaan secara damai, berbagai pihak akan mengadakan perundingan di 
Qatar.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait hal tersebut, dalam jumpa pers Senin hari 
ini (16/8) Hua Chunying menyatakan, atas dasar menghormati kedaulatan negara 
dan keinginan berbagai pihak di dalam Afghanistan, Tiongkok memelihara 
komunikasi dan kontak dengan Taliban, dan selalu memainkan peranan konstruktif 
dalam masalah Afghanistan. Seperti yang diketahui umum, pada tanggal 28 Juli 
lalu, anggota Dewan Negara Tiongkok Wang Yi mengadakan pertemuan dengan 
penanggung jawab Komite Politik Taliban Afghanistan di kota Tianjin, Tiongkok 
mengharapkan kerangka politik antara Taliban dengan berbagai partai, dan etnis 
Afghanistan yang inklusif dapat meletakkan dasar bagi terwujudnya perdamaian 
permanen di Afghanistan.

Hua Chunying mengatakan, pihak Taliban Afghanistan berkali-kali menyatakan 
harapan untuk mengembangkan hubungan baik dengan Tiongkok, menantikan Tiongkok 
berpartisipasi dalam rekonstruksi dan perkembangan Afghanistan, dan tidak 
mengizinkan kekuatan manapun menggunakan tanah Afghanistan untuk melakukan hal 
yang membahayakan Tiongkok. Tiongkok menyambut hal tersebut. Tiongkok selalu 
menghormati kemerdekaan kedaulatan dan keutuhan wilayah Afghanistan dalam 
jangka panjang, tidak mengintervensi urusan dalam negeri Afghanistan, dan 
selalu mengambil kebijakan yang bersahabat bagi rakyat Afghanistan. Tiongkok 
menghormati hak rakyat Afghanistan untuk menentukan nasib dan masa depannya 
sendiri, bersedia mengembangkan hubungan kerja sama yang bersahabat dengan 
Afghanistan, dan memainkan peranan konstruktif dalam rekonstruksi dan 
perdamaian Afghanistan.



Tiongkok Hormati Keinginan dan Pilihan Rakyat Afghanistan
2021-08-16 16:32:29  Terkait tanggapan pihak Tiongkok terhadap perubahan 
drastis situasi di Afghanistan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok 
Hua Chunying dalam jumpa pers Senin sore hari ini (16/8) menyatakan, situasi 
Afghanistan sudah mengalami perubahan signifikan, Tiongkok menghormati 
keinginan dan pilihan rakyat Afghanistan. Peperangan sudah berkecamuk selama 
lebih dari 40 tahun di Afghanistan. Mengakhiri perang dan mewujudkan perdamaian 
adalah suara hati 30 juta rakyat Afghanistan, sekaligus harapan bersama 
masyarakat internasional, terutama negara-negara di kawasan ini. Tiongkok 
mengetahui bahwa pihak Taliban menyatakan perang sudah berakhir di Afghanistan 
kemarin, dan akan mendirikan pemerintah Islam yang terbuka dan toleransi 
melalui musyawarah, sementara itu pihaknya akan mengambil tindakan yang 
bertanggung jawab untuk menjamin keamanan warga sipil dan utusan diplomatik 
asing di negeri tersebut.

Hua Chunying menegaskan, Tiongkok mengharapkan komitmen tersebut dapat 
dilaksanakan dengan sebaiknya agar situasi Afghanistan dapat beralih secara 
damai, dan berbagai aksi teror dan kriminal dapat dibendung, sehingga rakyat 
Afghanistan dapat terlepas dari kekacauan perang dan membangun kembali kampung 
halamannya.






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/ED5EA25D1147488192115A364A8810DF%40A10Live.

Reply via email to