Pernah  diberitakan bahwa propinsi Maluku  akan mendapat 10%, ccuma saja
tidak dijelaskan 10%% dari keuntungan ataukah  10% dari deviden Masela.
Sselain itu apakah 10% ini ada ditulis dalam surat perjanjian  putih
ataukah hanya ucapan penguasa Jakarta yang pada hakekatnya indah terdengar
di kuping  rakyat Maluku,  yang  pada kenyataannya rakyat Maluku  tidak
mendapat apa yang diucapkan petinggi rezim.

https://www.tribun-maluku.com/2020/12/inpex-pgn-mou-jual-beli-gas-dari-blok-masela/


INPEX – PGN MoU Jual Beli Gas dari Blok Masela

Pewarta Marven Talla <https://www.tribun-maluku.com/author/marven-talla/>3
Desember 20203 Min Baca

[image:
https://www.tribun-maluku.com/wp-content/uploads/2020/12/IMG_000000_000000-15.jpg]
<https://www.tribun-maluku.com/wp-content/uploads/2020/12/IMG_000000_000000-15.jpg>



*Ambon, Tribun-Maluku.com* : Inpex Masela Ltd dan PT PGN Tbk.
menandatangani nota kesepahaman (mutual of understanding/MoU) di sela-sela
acara 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas (IOG
2020) yang digelar 2 – 4 Desember 2020.

MoU menjadi titik tolak kedua belah pihak memulai pembahasan atas penjualan
dan pembelian untuk mensuplai gas bumi bagi PGN dari Proyek LNG Abadi,
Wilayah Kerja Masela.

Penandatangan Nota Kesepahaman ini dilakukan oleh Presiden Direktur
Indonesia, Inpex Masela, Akihiro Watanabe dan Direktur Strategi dan
Pengembangan Bisnis, PGN, Syahrial Mukhtar, disaksikan Kepala Satuan Kerja
Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi
Soetjipto.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis, PGN, Syahrial Mukhtar, pada
forum komersialisasi IOG 2020 yang digelar Kamis (3/12/202), menjelaskan,
penandatangan ini akan menjadi milestone penting untuk kedua belah pihak,

Menurutnya, pengembangan Proyek LNG Abadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Maluku, yang memiliki cadangan terbukti mencapai 18,5 trilliun kaki kubik
(TCF) dan 225 juta barel kondensat, akan menjadi salah satu pilar penting
sebagai enginee of growth yang mampu menopang kebutuhan industri di
Indonesia secara berkelanjutan

Dengan proyeksi produksi gas alam cair (LNG) seebsar 9,5 juta ton per tahun
(MTPA) dan gas bumi sebesar 150 juta kaki kubik per hari (MMCFD), Proyek
Abadi termasuk ke dalam proyek Strategis Nasional yang ditargetkan mulai
berproduksi pada tahun 2027.

Sementara itu Dwi Soetjipto, Kepala SKK Migas menjelaskan, MoU yang
ditandatangani ini menjadi tonggak penting dalam Pengembangan Proyek
Abadi-Masela yang merupakan salah satu proyek gas terbesar dalam waktu
dekat.

Di sisi lain, Penyerapan gas oleh PGN menunjukkan komitmen Pemerintah dan
industri hulu migas untuk memprioritaskan permintaan gas dalam negeri.

“Hal ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan daya saing industri
nasional untuk membangun perekonomian Indonesia yang berkelanjutan,”
katanya.

Menurutnya, komersialisasi menjadi salah satu pilar strategis dalam
mendukung pencapaian visi jangka panjang SKK Migas dengan produksi gas bumi
sebesar 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030.

“Kami mengharapkan kerja sama yang baik dapat terus dijaga dan ditingkatkan
untuk memastikan seluruh produksi gas bumi dapat dimonetisasi,” kata dia.

Ia menambahkan, banyaknya investasi energi yang ditunda atau dibatalkan
pada tahun 2020 ini karena pandemi, tidak menyurutkan komitmen SKK Migas,
penjual, pembeli, dan semua pemangku kepentingan untuk mengejar peluang
masa depan dalam ekonomi pasca-Covid-19.

Sementara itu, Presiden Direktur Indonesia, Inpex Masela, Akihiro Watanabe
menjelaskan, kesepakatan yang ditandatangani ini sejalan dengan kebijakan
pemerintah Indonesia dalam memanfaatkan sumber daya alam secara efektif
untuk kepentingan domestik.

Sebagai produsen dan penjual gas bumi di Indonesia, Inpex ingin
berkontribusi bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia
melalui implementasi perjanjian ini.

Inpex menyambut baik dimulainya pembahasan terkait jual beli pasokan LNG
dari Proyek Abadi ke perusahaan dalam negeri.

Terlebih mengingat PGN sebagai perusahaan gas nasional yang memiliki dan
mengelola mayoritas infrastruktur gas dalam negeri, serta bertanggung jawab
untuk melaksanakan program gasifikasi di Indonesia.

Sebelumnya, pada Februari 2020 lalu, Inpex telah menandatangani MoU dengan
PT PLN dan PT Pupuk Indonesia untuk mensuplai kebutuhan gas ke pembangkit
listrik tenaga gas yang dioperasikan oleh PLN dan kilang co-production yang
akan dibangun PT Pupuk Indonesia.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CrKQM24VxtcqVUWWCv-gAnyRkkVpR3W27cMS-JjE4aMg%40mail.gmail.com.

Reply via email to