Xi Jinping: Menanamkan Bibit Cinta Bangsa Tionghoa di Hati Anak-Anak 2021-08-20 17:00:18 http://indonesian.cri.cn/20210820/933d4ce4-6530-e429-6ffb-b1ecb9afc1b3.htmlSejak dibukanya sidang Kongres Nasional ke-18 Partai Komunis Tiongkok, PKT dan pemerintah semakin memperhatikan dan mementingkan pendidikan bangsa. Presiden Xi Jinping dengan tegas menunjukkan, pekerjaan dasar pendidikan sangat diperlukan untuk persatuan dan pembangunan di daerah etnis. Ketika mengadakan inspeksi di daerah etnis, Xi Jinping sering mengunjungi kampus untuk mengenal keadaan pembelajaran dan kehidupan anak-anak etnis minoritas. Dia menekankan hendaknya menanamkan rasa cinta terhadap bangsa Tionghoa di hati anak-anak. Berikut laporan terinci.
Pada 28 April 2014, seorang tamu agung datang ke Sekolah Dasar Kecamatan Tuokezhake, Kashqar, Daerah Otonom Uyghur Xinjiang. Inilah perjalanan pertama Presiden Xi ke Xinjiang sejak Kongres Nasional ke-18 PKT, beliau khusus menuju ke sekolah dasar ini dan menengok murid-murid di sana. Beliau berbincang-bincang akrab dengan murid-murid kelas enam dan mengenal keadaan belajar mereka. Selama inspeksi di Xinjiang, Xi Jinping menunjukkan, hendaknya mengintensifkan pendidikan sekolah menengah atas dan pendidikan profesional di setempat, agar dapat menyediakan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk ketenagakerjaan para pemuda. Lima bulan kemudian, Rapat Kerja Urusan Etnis Komite Senteral PKT dibuka. Rapat menekankan, pendidikan hendaknya berorientasi pada daerah berpenduduk etnis dan daerah perbatasan, hendaknya mempercepat pembangunan standarisasi sekolah pendidikan wajib dan sekolah asrama di daerah berpenduduk etnis, melaksanakan pendidikan profesional tingkat menengah secara gratis, dan menyelenggarakan pendidikan tingkat tinggi di daerah etnis dengan baik. Pada April 2019, Presiden Xi mengadakan inspeksi ke kota Chongqing. Dia mengunjungi Sekolah Dasar Kelurahan Zhongyi, Kabupaten Otonom Etnis Tujia, Shizhu, jumlah siswa etnis minoritas di SD ini menduduki 90 persen dari jumlah total siswa. Guru Ma Yingcui pun adalah etnis Tujia, dia lahir pada tahun 1980-an. Ma Yingcui mengatakan kepada Presiden Xi, “Zhongyi adalah kampung halaman saya. SD ini adalah almamater saya. Setelah lulus dari sekolah, saya kembali ke kampung halaman dan bekerja di sini selama 17 tahun. Saya menyaksikan kehidupan setempat yang semakin baik. Fasilitas sekolah semakin diperbaiki. Saya akan terus bekerja di sini, menyumbangkan upaya demi masyarakat kampung halaman saya. ” Presiden Xi sangat senang mendengar perkataan Ma Yingcui, dia berharap semakin banyak orang yang bekerja di daerah pegunungan, dan berupaya demi pendidikan pedesaan. Universitas Mongolia Dalam adalah universitas komprehensif pertama yang didirikan oleh PKT di daerah etnis minoritas. Pada Juli 2019, Presiden Xi menuju ke Universitas Mongolia Dalam, mengenal sejarah perkembangan universitas dan keadaan pekerjaan penelitian ilmiah, serta menengok guru dan siswa setempat. Dia memberikan nasehat kepada para mahasiswa, “Kaum muda kuat, maka bangsa Tionghoa pun akan kuat. Persaingan pada masa depan dimiliki oleh kaum muda. Kaum muda pada saat ini merupakan tulang punggung Tiongkok untuk mewujudkan target perjuangan seratus tahun ke-2 di masa depan. Kalian hendaknya berimpian besar, dan melaksanakannya dengan mantap, mempelajari pengetahuan, meletakkan dasar kukuh, serta menyumbangkan kecerdasan dan kekuatan demi kebangkitan kembali bangsa Tionghoa. ” Menurut Buku Putih “Pembangunan Masyarakat Sejahtera secara Menyeluruh: Perkembangan Usaha HAM Tiongkok” yang dirilis Kantor Penerangan Dewan Negara Tiongkok baru-baru ini, dewasa ini di daerah etnis pemerataan pendidikan wajib 9 tahun dari sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama telah diwujudkan, di Daerah Otonom Tibet serta empat daerah dan prefektur Xinjiang termasuk Prefektur Aksu dan Kashqar, telah dilaksanakan pendidikan gratis 15 tahun dari pendidikan prasekolah sampai tahap SMA. Dengan mengembangkan berbagai macam sekolah, kursus serta mempromosikan pendidikan asrama di daerah peternakan, kini usaha pendidikan di daerah etnis mengalami perkembangan pesat. Di depan Rapat Penganugerahan Kesatuan Bangsa Nasional Tiongkok yang dibuka pada September 2019, Presiden Xi menekankan, hendaknya mengintensifkan pendidikan patriotisme anak muda, menanam rasa cinta akan bangsa Tionghoa di hati anak-anak. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/9DE7F426AD104E95B18C3AA51202F012%40A10Live.
