Kepedulian Pemimpin Tertinggi terhadap Kehidupan Rakyat
2021-08-20 17:02:29  
http://indonesian.cri.cn/20210820/f3cf9dfa-46f3-4795-9a5e-faeb184c875e.htmlMeninjau
 kehidupan rakyat dalam kehidupan sehari-hari rakyat telah mencerminkan 
kepedulian pemimpin tertinggi terhadap kehidupan rakyatnya. Sejak Kongres 
Nasional Partai Komunis Tiongkok (PKT) ke-18, mulai dari padang rumput hingga 
desa penggunungan terpencil, dari Balai Agung Rakyat sampai ke sawah, di mana 
mana tersebar momen hangat Presiden Xi yang sedang berbincang-bincang akrab dan 
tulus dengan masyarakat etnis minoritas. Kehidupan riil adalah salah satu misi 
terpenting dalam hati Presiden Xi, yang sempat menunjukkan kecintaan 
mendalamnya terhadap rakyat.




Bulan November tahun 2013, Presiden Xi Jinping melakukan inspeksi ke desa 
Shibadong etnis minoritas Miao di Provinsi Hunan. Xi Jinping sempat 
berbincang-bincang akrab dengan seorang wanita tua etnis Miao yang bernama Shi 
Pazhuan.

“Saya pun menantikan untuk menengokmu kak,” tutur Xi.

“Akhirnya saya dapat bertemu dengan Anda, Anda adalah pemimpin besar, adalah 
pejabat yang menangani urusan kami, dan memperhatikan kami,” ujar Shi Pazhuan.

“Saya adalah seorang pelayan rakyat,” ujar Xi.

Tahun 2017, desa Shibadong secara keseluruhan telah melepaskan diri dari 
kemiskinan, dan sempat terjadi perubahan yang menggembirakan. Dewasa ini Shi 
Pazhuan membuka sebuah ruko, dan menjual daging asap serta aksesori ciri khas 
etnis minoritas, kehidupannya pun semakin membaik.




Selama sidang tahunan KRN dan MPPR Tiongkok pada tahun 2016, Xi Jinping sempat 
berbincang santai dengan seorang dokter Niang Maoxian, wakil etnis Tibet asal 
RS Kabupaten Otonom Etnis Tibet Huangnan, Provinsi Qinghai.

Xi Jinping: “Apakah sekarang para petani dan peternak pergi ke rumah sakit 
untuk melahirkan?”

Niang Maoxian: “Iya, betul, mereka pergi ke rumah sakit. Yang tinggal agak 
jauh, akan menyewa sebuah rumah lebih dahulu, kemudian akan kembali ke rumah 
mereka setelah melahirkan.”

Xi Jinping: “Apakah di setiap desa ada klinik? Dan apakah di setiap kecamatan 
ada rumah sakit?”

Niang Maoxian: “Iya, sudah ada”.

Xi Jinping: “Wilayah Provinsi Qinghai cukup luas, bagaimana para petani dan 
peternak pergi ke dokter ketika sakit?”

Niang Maoxian: “Kami sudah difasilitasi kendaraan pengobatan, dan kabupaten dan 
kecamatan terpencil sudah dilengkapi dengan mobil pengobatan keliling.

Tahun 2019, dalam pembahasan panel delegasi Mongolia dalam Sidang KRN dan MPPR 
Tiongkok, setelah mendengarkan pidato Wakil KRN etnis Mongolia Wu Yunbo yang 
memimpin para petani dan peternak untuk berkembang bersama, Xi Jinping sempat 
memotivasinya untuk mengembangkan mereknya sendiri, Xi Jinping pun dengan 
bercanda bertanya kepada Wu Yunbo:

Xi: “ Jika saya ingin pergi ke Gacha, bagaimana jalannya?”

Wu: “Anda dapat naik pesawat, naik kereta api, atau mobil”.

Xi: “Coba tunjukkan jalannya pada saya”.

Wu: “Dari Beijing terbang ke Bandara Tongliao yang terletak di Keerqin, lalu... 
kami akan menjemput Anda!”


Tanggal 11 Februari 2018, Xi Jinping datang bertamu ke rumah Jihaoyeqiu, sebuah 
keluarga miskin di desa Sanhe, kabupaten Zhaojue, yang terletak di pedalaman 
gunung Daliangshan, Provinsi Sichuan. Anak perempuan etnis Yi yang berusia 10 
tahun, Jihaoyouguo menyanyikan sebuah lagu untuk Xi Jinping. Presiden Xi memuji 
nyanyiannya dan mendoakan agar mereka sekeluarga dapat hidup bahagia.

“Saya sangat gembira melihat kehidupan kalian yang semakin membaik, dan 
berharap agar anak-anak dapat tumbuh sehat dan hidup dengan bahagia,”ujar Xi.

April tahun 2020, Jihaoyouguo mendaftarkan diri ke sekolah internasional 
Tianli, kota Xichang, anak perempuan yang suka menyanyi itu sedang memulai 
kehidupan sekolah barunya bersama dengan anak-anak etnis Yi setempat. Sementara 
itu pula Wu Yunbo yang jauh ada di Mongolia Dalam sedang bersama para petani 
dan peternak membuka gerai online untuk menjual daging sapi melalui siaran 
langsung di aplikasi medsos. Shi Pazhuan setiap tahun secara terjadwal 
mendapatkan bonus dividen dari koperasi buah kiwi yang dimiliki desa, dan 
selalu mengatakan bahwa “kehidupan bahagianya pun dicemburui oleh para dewa. ”

Kehidupan kaum etnis minoritas yang biasa itu sedang berubah dari impian 
menjadi realitas, sementara pertemuan dan perbincangan mereka dengan Presiden 
Xi itu juga menjadi kenangan yang hangat bagi masyarakat.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/36FB82E8A7684FC09AC1793B9459C81F%40A10Live.

Reply via email to