Walau Besar dan Kuat, Pasti Punah Jika Haus Perang
2021-08-22 10:06:07  
http://indonesian.cri.cn/20210822/7e074808-6c58-4881-e7f2-dbe295142853.html

Perang Afghanistan selama 20 tahun berakhir dengan AS menarik diri dan Taliban 
berkuasa kembali di Afghanistan. Begitu tentara AS ditarik, tentara pemerintah 
Afghanistan segera runtuh, kekuasaan pemerintahannya digulingkan hanya menelan 
waktu 10 hari. Orang AS yang menggunakan waktu selama 20 tahun dan menelan uang 
sebesar 2 triliun dolar AS hanya mencapai hasil begini, tapi ini tidak di luar 
dugaan. Sejak tentara AS menginjak tanah Afghanistan, nasibnya telah 
dipastikan. 



Dikarenakan Peristiwa 11  September, tentara AS dengan alasan memburu Bin Laden 
mengagresi Afghanistan, dan menduduki seluruh wilayahnya selama 3 bulan dan 
mengusir Taliban ke pegunungan. Setelah menggulingkan pemerintahan Taliban, AS 
dengan sepenuhnya memperlihatkan niat jahatnya untuk menguasai Afghanistan 
dengan kedok anti terorisme.



Dilihat dari segi geografik, Afghanistan adalah JANTUNG benua Asia-Eropa, 
menguasai Afghanistan berarti menguasai benua Asia-Eropa. Jika AS menguasai 
benua Asia dan Eropa, ini sama dengan menguasai seluruh dunia karena negara 
Afrika dan negara Amerika Latin tidak dapat langsung menimbulkan ancaman kepada 
AS, yang dapat menimbulkan tantangan kepada AS hanya adalah Eropa, Rusia dan 
Tiongkok.



Jika menguasai Afghanistan, AS dapat melakukan intimidasi strategis kepada 
Tiongkok dan Rusia, ini sebab utamanya AS yang tidak mau hengkang dari 
Afghanistan, dia tidak berniat membangun kesejahteraan rakyat Afghanistan, 
melainkan untuk membendung Tiongkok dan Rusia. Pada tahap terakhir, tentara AS 
untuk Afghanistan dengan sepenuhnya menjadi tentara agresor, apalagi berbagai 
kejahatan dibuat tentara AS di Afghanistan, maka mengakibatkan perlawanan keras 
rakyat Afghanistan.



Saat itu, tentara AS sama sekali kehilangan moral, keadilan dan akhirnya 
menjadi penjahat.



Bagi AS, walau tentaranya telah ditarik dari Afghanistan, tapi dampak 
didatangkan perang jauh belum berakhir. Perang memerlukan banyak duit, untuk 
tidak menimbulkan kemarahan rakyat,  pemerintah AS mengumpulkan ongkos perang 
melalui cara penerbitan obligasi negara, bukan penambahan pajak, dalam rangka 
membiayai perang di Afghanistan dan Irak.  



Saat ini hutang dipikul pemerintah AS demi kedua perang tersebut telah 
melampaui 1,45 triliun dolar AS, sedangkan sampai tahun 2050, suku bunga hutang 
kedua perang ini akan mencapai uang setinggi 6,5 triliun dolar AS.





Ahli militer agung yang terkenal di zaman dahulu kala Tiongkok yakni Sun Wu 
pernah mengatakan, walau negara besar dan kuat, tapi pasti akan gagal dan punah 
jika haus perang. Artinya negara yang hobinya berperang, akhirnya pasti akan 
gagal tak peduli betapa besar dan kuat negaranya Ketika melihat tentara AS yang 
melarikan diri dari Kabul, memang terkagum bagi ide mendalam yang disimpulkan 
nenek moyang, tapi sejauh ini, AS tetap tidak memahaminya. Tak aneh lagi, ini 
sebabnya mengapa sinar “Mercusuar Dunia” menjadi semakin gelap.




-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/81FF5423ADF04ABB9DD4CABE6C921897%40A10Live.

Reply via email to