Xi Jinping: Bersama-sama Mendorong Tata Kelola Lingkungan Ekologi Global
2021-08-24 18:09:24  
http://indonesian.cri.cn/20210824/ae7ecb74-9074-e548-95b2-32c74cfa4dd5.htmlManusia
 hanya memiliki satu bumi ini, perlindungan akan lingkungan ekologi dan 
pendorongan pembangunan berkelanjutan adalah tanggung jawab bersama berbagai 
negara.

Sejak Kongres Nasional ke-18 Partai Komunis Tiongkok PKT, Presiden Tiongkok Xi 
Jinping berkali-kali mengeluarkan pidato penting di ajang internasional yang 
berbeda, secara mendalam mengurai pentingnya perlindungan akan lingkungan 
ekologi global, berinisiatif hidup secara harmonis antara manusia dan alam, 
mengimbau agar sedunia bersama-sama mendorong tata kelola lingkungan ekologi, 
kerap kali menyediakan pendapat Tiongkok, solusi Tiongkok, kecerdasan Tiongkok 
dan kekuatan Tiongkok mengenai pembangunan bumi yang indah dan pembentukan 
komunitas senasib sepenanggungan manusia, memperlihatkan tanggung jawab 
Tiongkok terhadap tata kelola lingkungan global dan pembangunan peradaban 
eologi sebagai negara besar.

Berikut ini sebagian uraian Presiden Xi mengenai pembangunan peradaban ekologi 
global.

Tiongkok dengan tegas menempatkan perlindungan akan lingkungan ekologis pada 
posisi yang lebih menonjol.

Pidato di Universitas Zarbayev, Khazakstan pada tanggal 7 September 2013.

Kita hendaknya bahu-membahu dan memikul tanggung jawabnya bersama-sama, 
bergandengan tangan menangani masalah global yang kian banyak antara lain 
perubahan iklim, keamanan energi dan sumber alam, keamanan cyber, bencana alam, 
bersama-sama melindungi bumi kita.

Pidato di depan Konferensi Peringatan HUT ke-60 Rilisnya Lima Prinsip Hidup 
Berdampingan Secara Damai.

Tiongkok selalu bersikap yang bertanggung jawab untuk menanglani perubahan 
iklim, Tiongkok telah memasukkan penanganan perubahan iklim dalam strategi umum 
pembangunan ekonomi sosial negara.

Pidato di Resepsi Kerja Pemimpin-Pemimpin yang menghadiri Konferensi PBB 
mengenai masalah perubahan iklim pada tanggal 27 September 2015.

Kita hendaknya membentuk sistem ekologi yang menghormati alam dan berkemgbang 
secara hijau.

Pembangunan peradaban ekologis berhubungan erat dengan masa depan manusia, 
Tiongkok akan terus memberi kontribusinya, sementara itu, negara maju diminta 
memikul tanggung jawab historik untuk memenuhi komitmen dalam pengurangan emisi 
dan membantu negara-negara berkembang meredakan dan menyesuaikan diri dengan 
perubahan iklim.

Pidato dalam debat umum Majelis Umum PBB ke-70 pada tanggal 28 September 2015.

Tiongkok selalu adalah partisan positif dalam usaha penanganan perubahan iklim 
global.

Pidato di acara pembukaan Konferensi Paris mengenai perubahan iklim pada 
tanggal 30 November 2015.

Tiongkok akan tak tergoyahkan melaksanakan strategi pembangunan berkelanjutan.

Pidato di acara pembukaan KTT Bisnis Grup 20 pada tanggal 3 September 2016.

Tiongkok adalah negara berkembang yang bertanggung jawab, akan secara 
menyeluruh mendorong hemat energi, pengurangan emisi dan pembangunan dengan 
karbon rendah.

Pidato di acara serah dokumen pengesahan Protokol Paris mengenai perubahan 
iklim pada tanggal 3 September 2016.

Kita hendaknya berinisiatif cara produksi dan kehidupan yang hijau, karbon 
rendah, beredar, dan berkelanjutan.

Pidato di Markas Besar PBB di Jeneva pada tanggal 18 Januari 2017.

Tanaman adalah produsen awal sistem ekologi, secara mendalam mempengaruhi 
lingkungan ekologis bumi. Tahun-tahun terakhir ini, Tiongkok mencapai hasil 
yang menyoroti dunia di bidang pembibitan padi, ilmu gene, teknologi biologis.

Surat ucapan kepada Konferensi Botani Internasional ke-19 pada tanggal 24 Juli 
2017. 

Pembangunan bersama Satu Sabuk Satu Jalan adalah pembangunan jalan yang terbuka 
dan berkembang, sementara itu harus juga adalah jalan pembangunan yang hijau. 
Ini adalah kesepahaman penting berbagai pihak peserta.

Pidato di acara pembukaan Ekspo Hortikultura Dunia 2019 di Beijing pada tanggal 
28 April 2019.

Pandemi ini memberitahui kita, manusia perlu melakukan revolusi diri sendiri, 
mempercepat membentukkan pola pembangunan hijau dan cara kehidupan hijau.

Pidato di debat umum Majelis Umum PBB ke-75 pada tanggal 22 September 2020.

Kini, kecepatan punah spesies global terus percepat, kehilangan keanekaragaman 
biologi dan kemunduran sistem ekologi memberi resiko penting bagi survival dan 
perkembangan manusia.

Pidato di KTT Keanekaragaman Biologi PBB pada tanggal 30 September 2020. 

Sampai 2030, emisi karbon dioksida PDB perunit di Tiongkok akan menurun 65% ke 
atas dibandingkan 2005, proporsi konsumsi energi sekali energi non kimia akan 
mencapai 25%, volumen cadangan hutan akan bertambah 6 miliar meter kubik 
dibandingkan tahun 2005.

Pidato di KTT Ambisi Iklim pada tanggal 12 Desember 2020.

Tiongkok dengan tegas melakukan multilateralisme, berupaya mendorong 
pembentukan sistem tata kelola lingkungan global yang adil, bekerja sama dan 
menang bersama.

Pidato di KTT Iklim Pemimpin-pemimpin pada tanggal 22 April 2021.

  

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/C3F4B8939EDF43BD8C7913B62A076661%40A10Live.

Reply via email to