https://suaraislam.id/fadli-zon-proyek-kereta-cepat-sebuah-skandal-yang-harus-diinvestigasi/


*Fadli Zon: Proyek Kereta Cepat Sebuah Skandal yang Harus Diinvestigasi*

30 Oktober 2021

*Jakarta (SI Online) *– Anggota DPR RI Fadli Zon mengkritik langkah
pemerintah yang mengalokasikan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Menurut Fadli, proyek tersebut sejak awal sudah bermasalah. “Proyek kereta
cepat sejak awal sdh bermasalah. Tak ada urgensi tapi dipaksakan,” ujar
Fadli dalam akun twitternya, Sabtu (30/10/2021).

Semula, pemerintah menyetujui bahwa pembuatan kereta cepat itu tak akan
memakan APBN karena menganut skema *business to business.* Namun demikian,
hingga saat ini anggaran pembangunan terus membengkak.

“Lalu biaya membengkak seenaknya, mangambil APBN,” kata Wakil Ketua Umum
Gerindra itu.

Fadli menyebut, hal tersebut merupakan sebuah skandal yang harus diusut.
“Ini bisa dibilang sebuah skandal. Harus ada investigasi serius,” tegas
Fadli.

Seperti diketahui, telah terbit Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun
2021 tentang Perubahan Atas Perpres Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan
Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Antara Jakarta dan
Bandung.

Sebelumnya, kebutuhan investasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung
membengkak dari US$6,07 miliar atau sekitar Rp86,67 triliun (kurs Rp14.280
per dolar AS) menjadi US$8 miliar atau setara Rp114,24 triliun. Estimasi
ini sedikit turun dari perkiraan awal mencapai US$8,6 miliar atau Rp122,8
triliun.

Estimasi peningkatan biaya proyek tidak setinggi sebelumnya karena
perusahaan melakukan efisiensi, seperti memangkas biaya, pembangunan
stasiun, dan lainnya.

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko KAI Salusra Wijaya menyebut kebutuhan
investasi proyek akan meningkat karena Indonesia belum menyetor modal awal
senilai Rp4,3 triliun.

Padahal, setoran itu seharusnya dilakukan sejak Desember 2020. Jumlah itu
belum termasuk estimasi tanggung jawab sponsor dalam membiayai pembengkakan
biaya *(cost overrun) *sebesar Rp4,1 triliun.

red: adhila

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CcX0WJGvj_57M9GC0QYzz3Pq0djPmcJnfSVXY%3DkUc-Xg%40mail.gmail.com.

Reply via email to