Ini Jawaban Jenderal Andika Soal Dugaan Pelanggaran HAM
Sabtu , 06 November 2021 | 17:23 
https://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/51483/ini_jawaban_jenderal_andika_soal_dugaan_pelanggaran_ham
 
Sumber Foto Detik.com/Agung Pambudhy
Jenderal TNI Andika Perkasa seusai fit and proper test di Komisi I DPR, Sabtu 
(6/11/2021). Komisi I DPR setuju Jenderal TN Andika Perkasa menjadi Panglima 
TNI.Listen to this
JAKARTA - Koalisi Masyarakat Sipil menyebut ada pemberitaan yang mengaitkan 
Jenderal Andika Perkasa dengan pelanggaran HAM di Papua pada 2003. Andika 
Perkasa mengatakan dirinya selalu terbuka.

"Saya benar-benar terbuka kalau memang ada dugaan (keterlibatan) atau apa, saya 
terbuka loh," kata Andika seusai fit and proper test di DPR, Jakarta, Sabtu 
(6/11/2021).

Dia mempersilakan jika memang kasus tersebut hendak diteliti kembali. Andika 
mengatakan tidak ada rasa ragu dan takut jika ada yang hendak mengusut kasus 
itu."(Kalau diteliti lagi) monggo, nggak ada keraguan maupun ketakutan kalau 
memang...," ujarnya.

Andika telah selesai mengikuti fit and proper test di Komisi I DPR. Hasilnya, 
Komisi I DPR menyetujui Andika sebagai Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi 
Tjahjanto.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mengkritik Presiden 
Jokowi atas penunjukan Jenderal Andika Perkasa sebagai calon tunggal Panglima 
TNI. Mereka menilai langkah Jokowi itu mengandung tiga permasalahan serius. 
Salah satunya terkait catatan dugaan keterlibatan Jenderal Andika dalam 
pelanggaran HAM yang terjadi di Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor 
Keamanan dalam rilis resminya seperti dilihat Detik.com, Jumat (5/11/2021).

Berikut poin kritik koalisi sipil soal dugaan pelanggaran HAM tersebut:

Presiden RI harus betul-betul memastikan calon Panglima TNI yang diusulkannya 
tidak memiliki catatan buruk, khususnya terkait pelanggaran HAM. Adanya 
pemberitaan yang mengaitkan nama Andika Perkasa dalam kasus pembunuhan tokoh 
Papua Theys Hiyo Eluay harus ditanggapi secara serius (Tempo, 23 Oktober 2003). 

Sudah seharusnya Presiden RI melakukan penggalian informasi secara komprehensif 
terhadap seluruh kandidat dengan melibatkan lembaga-lembaga kredibel guna 
memperkuat pertimbangan Presiden RI dalam mengambil keputusan yang tepat. 
Dengan diajukannya Jenderal Andika Perkasa sebagai calon tunggal Panglima TNI, 
menunjukkan bahwa Presiden RI tidak memiliki komitmen terhadap Penegakan HAM 
secara serius sebagaimana komitmen politiknya.(*)





Sumber Berita: Detik.com

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/40D2C46E22A14C50ADF1D87AFECC77A9%40A10Live.

Reply via email to