Roti Naan Xinjiang Ungkap Kebohongan Barat
2021-11-18 11:18:33  
http://indonesian.cri.cn/20211118/5afec36d-122d-6a0a-cc97-ac953bbc2d4a.html

“Sesuai permintaan kalian, roti Naan hari ini akan dikirim, kira-kira lima hari 
kemudian akan tiba di Rusia”. “Baik, terima kasih banyak! Kami masih akan 
memesan lagi…”. Belakangan ini, seorang pedagang yang berasal dari kota 
Khorgas, Xinjiang berbicara dengan pembeli dari Rusia melalui panggilan video. 
Sementara itu, truk yang mengangkut satu juta buah Naan Yili melewati pelabuhan 
Khorgos, untuk pertama kalinya diekspor ke Rusia, juga pertama kalinya memasuki 
pasar Eropa.



“Kami telah mengunjungi banyak perusahaan di Xinjiang, mencicipi daging 
kambing, buah-buahan dan sayur segar serta Naan yang enak…kami telah 
menyaksikan perkembangan makmur Xinjiang.” Dalam Forum Pembangunan Xinjiang 
Tiongkok 2021, Duta Besar Argentina untuk Tiongkok dengan pengalamannya sendiri 
menunjukkan peranan krusial Xinjiang dalam pembangunan Satu Sabuk Satu Jalan, 
sekaligus mengimbau orang-orang untuk mengunjungi Xinjiang, agar fakta 
berbicara.



Dari tahun 2015, pemerintah Tiongkok memastikan bahwa Xinjiang akan dibangun 
menjadi zona inti ekonomi di tengah Jalan Sutera. Hingga saat ini, Xinjiang 
telah menjadi jalur penting bagi negara-negara sepanjang Satu Sabuk Satu Jalan 
untuk mengadakan komunikasi dan pertukaran, juga menjadi bagian penting bagi 
Tiongkok untuk membuka diri ke Barat dan mengembangkan pola keterbukaan secara 
keseluruhan.



Pintu gerbang keterbukaan dibuka semakin lebar, daya penggerak Xinjiang untuk 
mengembangkan ekonomi tipe terbuka semakin kuat. Sejauh ini, kerja sama antara 
Xinjiang dengan dunia luar telah mencakup 50 negara dan daerah Satu Sabuk Satu 
Jalan. Perluasan keterbukaan membuat rakyat Xinjiang menjadi penerima 
keuntungan terbesar. Menurut data statistik, pada tiga triwulan pertama, PDB 
Xinjiang tercatat 1,13964 triliun Yuan atau meningkat 8,8 persen dibandingkan 
masa yang sama tahun lalu. Pendapatan sekali pakai per kapita penduduk kota dan 
desa Xinjiang masing-masing meningkat 9 persen dan 11,5 persen.



Di hadapan fakta, kebohongan tentang ‘kerja paksa’ dan ‘genosida ras’ yang 
dibuat kekuatan barat anti Tiongkok telah terungkap, bahkan menjadi lelucon. 
Pemerintah Tiongkok mengambil kebijakan anti terorisme dan kebijakan 
keterbukaan supaya rakyat Xinjiang mempunyai kehidupan yang indah. Bagaimana 
dengan keadaan Barat? Ambil saja AS sebagai contoh, orang Indian terpaksa 
tinggal di reservasi yang kekurangan tanah garapan dan sumber daya, 
diskriminasi ras dan kerja paksa di AS terjadi di mana-mana. Siapa yang 
menjamin HAM dan siapa yang sedang menginjak-injak HAM, fakta telah 
membuktikannya.





Li Keqiang Hadiri Dialog Khusus Pengusaha Global Forum Ekonomi Dunia
2021-11-18 10:41:25  
http://indonesian.cri.cn/20211118/78544d66-6be9-7037-ec00-304f4b24a5da.html

Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang menghadiri Dialog Khusus Pengusaha Global 
Forum Ekonomi Dunia (WEF) secara virtual di Balai Agung Rakyat, pada tanggal 16 
November lalu. Pada kesempatan itu, dia menyampaikan pidato dan bertukar 
pendapat dengan para wakil pengusaha. Dialog tersebut dipimpin oleh Ketua 
Eksekutif WEF Klaus Schwab dan dihadiri oleh sekitar 400 pengusaha dari 40 
lebih negara.

Li Keqiang menyatakan, dewasa ini, pandemi global belum mereda, dan pemulihan 
ekonomi dunia tidak stabil. Presiden Tiongkok Xi Jinping mengajukan pembangunan 
komunitas senasib umat manusia. Tiongkok bersedia bergandengan tangan dengan 
berbagai pihak, bekerja sama menanggulangi pandemi, memelihara kestabilan serta 
kelancaran rantai industri dan rantai pasokan, meningkatkan taraf liberalisasi 
dan fasilitasi investasi perdagangan, meningkatkan koordinasi kebijakan makro 
internasional, serta mendorong pemulihan kestabilan ekonomi dunia.

Li Keqiang menyatakan, tahun ini, ekonomi Tiongkok pada pokoknya terus berada 
pada situasi berkembang, juga menghadapi tekanan kemerosotan yang baru. Sebagai 
negara berkembang terbesar di dunia, dasar ekonomi Tiongkok yang membaik dalam 
jangka waktu panjang tidak berubah. Sebanyak 150 juta konsumen pasar telah 
menjamin ketangguhan dan vitalitas ekonomi Tiongkok, serta mendukung dasar 
ketenagakerjaan. Tiongkok akan memelihara operasi ekonomi makro yang mantap, 
meningkatkan penyesuaian kebijakan lintas siklus, dengan tegas tidak memberikan 
kebijakan secara berlebihan, terus menyusun kebijakan makro yang berorientasi 
pada permintaan pasar, mengeluarkan tindakan penurunan pajak dan biaya dalam 
tingkat yang lebih besar, serta menjamin ekonomi beroperasi secara stabil dalam 
kisaran yang wajar.

Li Keqiang menunjukkan, keterbukaan adalah kebijakan fundamental Tiongkok, 
Tiongkok akan terus memperluas keterbukaan dan mendorong kerja sama 
internasional, menciptakan lingkungan bisnis pasarisasi, legalisasi, dan 
internasionalisasi, secara setara menangani berbagai subjek pasar, dan 
melindungi hak intelektual berdasarkan hukum. Tiongkok menyambut berbagai 
perusahaan untuk terus berinvestasi di Tiongkok.

Mengenai penyuplaian energi, Li Keqiang menyatakan, Tiongkok mengambil 
rangkaian kebijakan untuk meningkatkan jaminan penyuplaian energi, kini 
ketegangan penyuplaian tenaga listrik dan batu bara sudah diredakan secara 
efektif, sehingga penyuplaian di masa mendatang dapat terjamin. Tiongkok akan 
berdasarkan keadaan nyata negara, dengan prasyarat penjaminan penyuplaian 
energi yang stabil dan aman, mendorong perubahan energi rendah karbon secara 
seimbang dan tertib.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/5245788B28594623A1559CFC1C2A94C6%40A10Live.

Reply via email to