Mitra Adalah Berbagi Suka dan Duka
2021-11-23 10:53:04  
http://indonesian.cri.cn/20211123/62321cd4-b119-80ba-9b0e-532dcfda9e97.htmlDalam
 KTT Peringatan Genap 30 Tahun Penjalinan Hubungan Dialog Tiongkok -ASEAN 
secara virtual Senin kemarin (22/11), Presiden Tiongkok Xi Jinping secara resmi 
mengumumkan pembentukan hubungan kemitraan strategis komprehensif 
Tiongkok-ASEAN. Sejak saat itulah, kerja sama Tiongkok-ASEAN yang berlangsung 
selama 30 tahun ini menyambut tonggak sejarah yang baru, dan 2 miliar lebih 
rakyat dari 11 negara akan menyambut kehidupan yang lebih indah.

Presiden Xi Jinping mengajukan lima butir saran mengenai hubungan 
Tiongkok-ASEAN di masa depan, mengimbau pembangunan bersama kampung halaman 
yang damai, tenteram, makmur, indah dan bersahabat. Dari segi perdamaian, 
keamanan, perkembangan, peradaban hijau, dan hubungan antar masyarakat, lima 
butir saran ini secara menyeluruh menguraikan gagasan dan rancangan aksi untuk 
memperdalam kerja sama Tiongkok-ASEAN, memanifestasikan niat tulus   Tiongkok 
untuk menjadikan ASEAN sebagai arah prioritas diplomasi periferalnya, selamanya 
menjadi tetangga baik, teman baik dan mitra baik ASEAN.

Tanpa perdamaian, hal apa pun tidak dapat dibahas. Kini sejumlah negara di luar 
kawasan terus mencampuri urusan regional, mencoboa menimbulkan kontradiksi dan 
pertentangan, Tiongkok dan negara-negara ASEAN mempunyai tanggung jawab untuk 
memelihara perdamaian dan ketenteraman regional, mewaspadai dan menentang upaya 
geopolitik kekuatan eksternal. Tiongkok menekankan tidak akan mengupayakan 
hegemonisme dan tidak akan menindas negara kecil, mengimbau agar negara-negara 
Asia Tenggara bergandengan tangan menangani berbagai unsur negatif yang 
mengancam dan merusak perdamaian, serta bersama-sama memelihara kestabilan Laut 
Tiongkok Selatan. Pendapat tersebut memberikan kekkuatan untuk memelihara 
perdamaian regional, dan akan lebih lanjut memperkokoh fondasi kerja sama 
Tiongkok-ASEAN di berbagai bidang.

Penanggulangan wabah Covid-19 adalah tugas urgen saat ini, Tiongkok dan ASEAN 
selalu saling membantu. Misalnya di Kamboja, berkat bantuan Tiongkok, tingkat 
vaksinasi di negeri ini mendekati 90%. Dalam KTT kali ini, Presiden Xi Jinping 
kembali mengumumkan serangkaian tindakan, termasuk menyediakan bantuan gratis 
vaksin Covid-19 sebanyak 150 juta dosis kepada negara-negara ASEAN, dan dana 
tambahan sejumlah 5 juta Dolar AS kepada yayasan penanggulangan wabah ASEAN. 
Semua ini akan menyediakan dukungan yang lebih kuat kepada negara-negera Asia 
Tenggara untuk melawan wabah.

Fokus pada pembangunan adalah pengalaman penting dalam kerja sama 
Tiongkok-ASEAN. Kali ini, Tiongkok memprakarsai sedini mungkin menghidupkan 
pembangunan zona perdagangan bebas Tiongkok-ASEAN versi 3.0, mengumumkan akan 
menyediakan bantuan pembangunan lagi senilai 1,5 miliar Dolar AS kepada ASEAN 
dalam waktu tiga tahun ke depan, dan akan berupaya mengimpor produk pertanian 
senilai 150 miliar Dolar AS dari ASEAN dalam waktu lima tahun ke depan. 
Tindakan-tindakan ini bertolak dari diperbesarnya kepentingan bersama, dan akan 
mendorong pembentukan komunitas senasib sepenanggungan Tiongkok-ASEAN yang 
lebih erat.

“Seperti saudara yang sering dikunjung-, memiliki rasa kasih sayang dan dapat 
dipercaya, berbagi suka dan duka, serta saling membantu”. Ini adalah pelukisan 
Presiden Xi Jinping terhadap hubungan Tiongkok -ASEAN. Berpijak kaki pada titik 
tolak yang baru, mengesampingkan gangguan, mengutamakan dambaan rakyat terhadap 
kehidupan yang indah, dan melaksanakan hubungan kemitraan strategis 
komprehensif dengan sungguh-sungguh, Tiongkok dan ASEAN pasti akan mencapai 
perkembangan dan kemakmuran yang lebih besar.



Xi Jinping Ucapkan Selamat kepada KTT Media Dunia ke-4
2021-11-23 10:52:34  Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan surat ucapan 
selamat kepada KTT Media Dunia ke-4 pada hari Senin kemarin (22/11).

Xi Jinping menekankan, perubahan besar dunia yang tiada tarafnya   dalam waktu 
seratus tahun ini dan pandemi Covid-19 kini saling mempengaruhi, dan evolusi 
konfigurasi internasional menjadi lebih mendalam dan rumit. Media memikul 
tanggung jawab sosial yang penting untuk menjawab pertanyaan zaman secara tepat 
dan mengumpulkan kesepahaman dunia secara meluas. Ia berharap para hadirin 
dapat mengadakan pembahasan mendalam mengenai tema KTT kali ini, meningkatkan 
kesepahaman, berupaya memainkan peranan sebagai komunikator konektivitas 
keinginan masyarakat, pendorong pertukaran sosial budaya, dan memberikan 
kontribusi yang semestinya dalam mengembangkan nilai bersama seluruh umat 
manusia serta mendorong pembentukan komunitas senasib sepenanggungan manusia.

KTT Media Dunia ke-4 dibuka di Beijing hari Senin (22/11) kemarin dengan 
mengangkat tema “Strategi Perkembangan Media dalam Dampak Pandemi”, dan 
disponsiri oleh Kantor Berita Xinhua.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/24059A0671E54ED8BC3846CA976E85A6%40A10Live.

Reply via email to