Kemlu Tiongkok 
Desak Pihak AS Periksa Tuntas Kasus Pelajar Tiongkok Tewas Tertembak Di AS
2021-11-23 10:51:38  Mengenai kasus perampokan dan penembakan yang 
mengakibatkan pelajar Tiongkok di Universitas Chicago AS meninggal dunia, jubir 
Kemlu Tiongkok Zhao Lijian dalam jumpa pers hari Senin kemarin (22/11) 
menyatakan bahwa Tiongkok sangat terkejut pada kasus tersebut, dan sedih atas 
kematian jiwa muda yang tak bedosa tersebut, serta menyatakan duka cita yang 
mendalam kepada orangtua korban tersebut.

Zhao Lijian menunjukkan, pihak Tiongkok mengecam keras tindakan kejam perampok 
tersebut. “Pemerintah Tiongkok dan Kedubes Tiongkok di luar negeri selalu 
sangat mementingkan keselamatan jiwa para pelajar Tiongkok di luar negeri. 
Tiongkok mendesak pihak AS untuk mengambil tindakan untuk memeriksa kasus 
tersebut dengan tuntas, agar dapat menenangkan arwah korban. Pihak Tiongkok 
menuntut pemerintah AS untuk mengambil tindakan, dan melindungi keselamatan 
warga Tiongkok termasuk para pelajar Tiongkok di AS, agar mereka terhindar dari 
kejahatan kekerasan dan tindakan kebencian terhadap orang Asia dan anti 
Tiongkok.”



Lima Pertanyaan kepada AS, Inggris dan Australia Atas Kerja Sama Kapal Selam 
Nuklir
2021-11-23 15:05:36  Mengenai ratifikasi Amerika Serikat baru-baru ini terhadap 
Persetujuan Pertukaran Informasi Tenaga Nuklir Angkatan Laut 
AS-Inggris-Australia, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian 
pada hari Senin kemarin (22/11) menyatakan bahwa Tiongkok sangat prihatin 
terhadap kerja sama kapal selam nuklir antar AS, Inggris dan Australia yang 
dengan sengaja memperburuk ketegangan regional, merangsang perlombaan senjata, 
mengancam perdamaian dan stabilitas regional, serta melemahkan upaya 
non-proliferasi nuklir internasional. Banyak negara lain juga telah menyatakan 
keprihatinan serius terhadap kemungkinan konsekuensi negatif dari kerja sama 
tersebut.

Menurut berita dari situs Gedung Putih pada tanggal 19 November lalu, Presiden 
AS menyetujui memorandum "Persetujuan Pertukaran Informasi Tenaga Nuklir 
Angkatan Laut AS, Inggris dan Australia" dan menyatakan bahwa persetujuan 
tersebut akan memberikan kontribusi besar bagi peningkatan pertahanan, keamanan 
dan kerja sama ketiga negara dan memperdalam kemitraan keamanan trilateral AS, 
Inggris dan Australia.

Zhao Lijian mengatakan bahwa tiga negara, AS, Inggris dan Australia, 
mengabaikan peraturan internasional dan penentangan berbagai pihak, mengarang 
apa yang disebut sebagai persetujuan pertukaran informasi tenaga nuklir 
angkatan laut, dan bersikeras memajukan kerja sama kapal selam nuklir, tindakan 
ini sangat tidak bertanggung jawab.

“Coba tanya Informasi apa yang akan dibagikan ketiga negara? Apakah itu sesuai 
dengan kewajiban internasional ketiga negara? Apakah itu  akan mengakibatkan 
proliferasi nuklir? Bagaimana ketiga negara memastikan bahwa bahan dan 
teknologi nuklir tidak akan digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir? 
Bagaimana mencegahnya? Bagaimana mencegah negara lain tidak mengikuti tindakan 
yang salah itu? Ketiga negara berkewajiban untuk memberikan penjelasan yang 
tegas kepada masyarakat internasional."


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/3A96870B467C4ED698E290B5ADA389FF%40A10Live.

Reply via email to