Menkeu Ingatkan Proses Pemulihan Semua Negara Tak Akan Mudah dan Mulus
Kamis , 02 Desember 2021 | 18:14 
https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/53160/menkeu_ingatkan_proses_pemulihan_semua_negara_tak_akan_mudah_dan_mulus
 
Sumber Foto : Istimewa
Menteri Keuangan Sri Mulyani.Listen to this
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengingatkan proses pemulihan 
semua negara di dunia tak akan mudah dan mulus, sehingga seluruh pihak harus 
sangat mewaspadai hal ini.

"Inflasi misalnya, telah meningkat di banyak negara maju dan negara berkembang. 
Tekanan inflasi ini tentunya akan memaksa negara untuk menyesuaikan 
kebijakannya, terutama dari sisi moneter melalui pengetatan atau kenaikan suku 
bunga," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam acara OJK-OECD Conference di Jakarta, 
Kamis.


Menurutnya, pengetatan kebijakan moneter tersebut pun akan memiliki implikasi 
serius atau spillover effect bagi seluruh dunia, termasuk potensi volatilitas 
pasar keuangan atau bahkan krisis.

Dengan demikian, lanjutnya, kebijakan Bank Sentral AS, Federal Reserve (Fed), 
serta kebijakan bank sentral Eropa tentunya akan berpotensi memberikan efek 
limpahan ke seluruh dunia, sehingga seluruh negara harus sangat waspada dengan 
situasi yang dinamis ini.

Sri Mulyani tak ingin dunia berakhir dalam situasi di mana proses pemulihan 
masih terlalu dini, rapuh, dan lemah, sementara inflasi sudah mengambil alih.


"Jadi ini semacam situasi spekulasi atau tantangan," ucap Menkeu Sri Mulyani.


Indonesia sendiri, kata dia, kini terus menggenjot proses pemulihan dengan 
pertumbuhan ekonomi di triwulan II-2021 yang sangat kuat di atas tujuh persen, 
namun pada triwulan III-2021 COVID-19 varian Delta sedikit menyebabkan 
pertumbuhan ekonomi turun ke level 3,5 persen.

Untuk keseluruhan tahun 2021, tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia 
diperkirakan dalam rentang 3,5 persen sampai empat persen, yang kemudian 
semakin bertumbuh menjadi 5,2 persen pada tahun 2022.

Sri Mulyani berpendapat Indonesia sudah mengelola COVID-19 terutama dari varian 
Delta dengan sangat signifikan, kredibel, serta efektif, sehingga rata-rata 
kasus positif saat ini berada di bawah 500 setiap harinya, yang merupakan 
kemajuan signifikan dibandingkan dengan angka pada Juli 2021 yang di atas 55 
ribu kasus.


Selain itu, kata dia, program vaksinasi juga terus dipercepat dan ditingkatkan 
yang saat ini hampir mendekati 60 persen hingga 65 persen dari populasi per 
November 2021, sehingga menempatkan Indonesia pada peringkat kelima dunia 
dengan vaksinasi terbanyak.

"Namun terlepas dari pencapaian ini Indonesia tetap waspada karena COVID-19 
terus menciptakan mutasi baru. Ini juga membuat tantangan tambahan atau berbeda 
seperti yang kita saksikan sekarang varian Omicron menjadi perhatian," tutur 
Menkeu Sri Mulyani. (E-3)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/210BAAC3CDA743C1903A4C82EEC65A42%40A10Live.

Reply via email to