Ahok “Ingin” Bisa Seperti Luhut?A43 - Friday, December 3, 2021 7:00
https://www.pinterpolitik.com/celoteh/ahok-ingin-bisa-seperti-luhut
 
Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) yang kala itu menjabat sebagai Menteri 
Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) bersama Basuki Tjahaja Purnama 
(BTP) alias Ahok (kanan) yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta 
pada tahun 2016 silam. (Foto: Republika)
2 min read

Komisaris Utama (Komut) Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok 
mengungkapkan bahwa ada banyak kontrak yang justru merugikan Pertamina. Apakah 
Ahok ingin menjadi the fixer layaknya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman 
dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan?


--------------------------------------------------------------------------------

PinterPolitik.com

Siapa yang tidak sedih bila kita dibandingkan dengan orang lain? Ada kalanya, 
oleh orang lain, kualitas-kualitas yang kita miliki kerap dinilai mengacu pada 
kualitas yang dimiliki orang lain.

Namun, ternyata, tanpa disadari, kita juga biasa membandingkan diri kita dengan 
kualitas orang lain. Mungkin, inilah yang tengah dirasakan oleh Ahoque yang 
berasal dari Nusantara di alternate universe Bumi-45.

Bagaimana tidak? Ahoque yang juga dikenal sebagai Wreck-It Ahoque merasa bahwa 
dirinya perlu untuk memperbaiki berbagai persoalan yang ada di hadapannya – 
seperti banyaknya kontrak dan perjanjian yang menurutnya bisa merugikan 
perusahaan di mana ia bekerja, yakni Pertamani.

Namun, Ahoque ternyata malah dianggap “merusak” hal yang sudah ada. Bahkan, 
dirinya dianggap oleh temannya, Aria, sebagai orang yang sok berlagak bak 
seorang direktur.

Bukan kali ini saja Ahoque harus melalui kritik dan sindiran serupa. Saat dulu 
bekerja di Pemerintah Jayakarta, misalnya, Ahoque juga dinilai terlalu 
“semena-mena” dalam berucap.



Baca Juga: Kenapa Ahokers Bisa Muncul?

 
Sungguh sebuah hal kontras bila dibandingkan dengan namanya yang bernama Lihit. 
Bagaimana tidak? Lihit bisa menyelesaikan berbagai tugasnya dengan tepat dan 
cepat. Boleh jadi, inilah mengapa Lihit sangat dipercayaa oleh teman dari 
keduanya, yakni Jaka.

Jaka sendiri merupakan sosok pemimpin yang mengayomi keduanya. Bahkan, dalam 
beberapa kesempatan, Jaka pun berusaha memberikan tugas-tugas yang berarti bagi 
Ahoque.

Namun, apa daya, Lihit ternyata lebih mampu mewujudkan hal-hal yang diinginkan 
oleh Jaka. Mungkin, inilah situasi yang biasa disebut sebagai cinta segitiga, 
yakni antara Jaka, Lihit, dan Ahoque. Bak cinta yang bertepuk sebelah tangan 
bagi Ahoque, Lihit lah yang menjadi Mr. Fix-It di mata Jaka. 

Mampukah Ahoque merebut kembali “cinta” Jaka? Bisakah Ahoque mendapatkan 
kesempatan kedua di Kalimantan bagian timur? Tentunya, semua ini bergantung 
pada Jaka sendiri. (A43) 

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/FE1BC4DCACB6425BB526190E01AA903C%40A10Live.

Reply via email to