https://news.detik.com/internasional/d-5847039/manuver-israel-bikin-tembok-besi-di-gaza-dengan-sensor-tersembunyi?single=1


 Manuver Israel Bikin 'Tembok Besi' di Gaza dengan Sensor Tersembunyi

Haris Fadhil - detikNews

Kamis, 09 Des 2021 04:53 WIB
0 komentar
SHARE
URL telah disalin
Israel pada Selasa, (7/12/2021), mengumumkan penyelesaian peningkatan keamanan 
di sekitar Jalur Gaza yang dirancang untuk mencegah gerilyawan menyelinap ke 
negara itu. (AP Photo/Tsafrir Abayov)
Tembok canggih Israel (Foto: AP/Tsafrir Abayov)
Tel Aviv -

Israel membangun tembok canggih di perbatasan dengan Gaza, Palestina. Ada 
sensor tersembunyi di sepanjang tembok itu.

Tembok pembatas di sepanjang perbatasan Gaza itu telah selesai dibangun. 
Pembatas yang disebut sebagai 'tembok besi' itu dilengkapi sensor bawah tanah, 
radar dan kamera untuk menangkal ancaman-ancaman.

Tembok ini merupakan bagian dari cara Israel mempertahankan blokade terhadap 
Gaza yang dilakukan sejak 2007. Saat itu, kelompok Hamas mengambil alih 
kekuasaan atas wilayah Gaza. Blokade Israel membatasi aliran barang dan orang 
yang keluar-masuk wilayah Gaza yang dihuni 2 juta jiwa.
Baca juga:
Israel Bangun 'Tembok Besi' di Perbatasan Gaza, Ada Sensor Bawah Tanah

Dilansir dari AFP, Rabu (8/12/2021), Kementerian Pertahanan Israel pembatas 
sepanjang 65 kilometer itu telah selesai dibangun. Proses pembangunannya 
memakan waktu 3,5 tahun.

Pembatas itu mencakup 'pembatas bawah tanah dengan sensor', pagar cerdas 
setinggi 6 meter, radar, kamera dan sistem pemantauan maritim. Menteri 
Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan struktur pembatas itu 'menempatkan 
tembok besi antara organisasi teror (Hamas-red) dan para penduduk (Israel 
bagian selatan)'.

Dalam konflik terbaru antara Israel dan Hamas pada Mei lalu, kelompok militan 
Palestina itu meluncurkan ribuan roket ke arah Israel. Militer Israel kemudian 
melakukan ratusan serangan udara ke Gaza.

Lebih dari 240 orang dilaporkan tewas di Gaza. Sementara, korban jiwa di pihak 
Israel berjumlah 12 orang dalam pertempuran selama 11 hari.
Baca juga:
Polisi Israel Tangkap Remaja Putri Usai Penikaman di Yerusalem

Israel juga memperingatkan bahwa warganya terhadap ancaman tambahan dari Hamas 
yang disebutnya berupaya menyusup ke wilayah Israel melalui terowongan bawah 
tanah di Gaza.

Gantz bersumpah 'pembatas ini akan memberikan rasa aman kepada warga Israel'. 
Otoritas Israel menegaskan blokade Gaza diperlukan untuk menangkal ancaman 
Hamas.

Namun, para pengkritik menyalahkan blokade itu sebagai pemicu kondisi 
kemanusiaan mengerikan di wilayah tersebut. Selain di perbatasan Gaza, Israel 
juga membangun pembatas keamanan di sepanjang wilayahnya yang berhubungan 
dengan Tepi Barat yang mereka duduki sejak perang tahun 1967.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Perketat Ekspor Teknologi

Kementerian Pertahanan Israel juga akan memperketat pengawasan ekspor teknologi 
siber. Pihak Israel khawatir tentang kemungkinan berkembangnya pelanggaran di 
luar negeri.

Dilansir dari DW, negara-negara yang membeli teknologi siber Israel harus 
berkomitmen menggunakan produk-produk itu 'untuk penyelidikan dan pencegahan 
tindakan teroris dan kejahatan serius saja'.

Pihak Israel mengatakan bakal mencabut lisensi dari pihak yang melanggar 
perjanjian. Sistem yang telah dibeli akan dimatikan oleh pihak Israel.
Baca juga:
Cegah Skandal Peretasan, Israel Perketat Kebijakan Ekspor Teknologi Siber

Ini merupakan langkah terbaru pemerintah Israel untuk mencoba dan menahan 
dampak dari serangkaian skandal yang melibatkan perusahaan perangkat lunak 
Israel NSO Group.

Sebelumnya, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan perangkat lunak 
NSO Group 'menimbulkan kontra-intelijen dan risiko keamanan yang serius bagi 
personel AS'.

Hal ini terjadi setelah muncul laporan soal sembilan pejabat Departemen Luar 
Negeri AS menjadi sasaran penyerang tak dikenal menggunakan spyware canggih 
yang dikembangkan oleh NSO Group. Perusahaan itu mengatakan sedang menyelidiki 
klaim teknologinya digunakan untuk meretas telepon para pejabat di Uganda.

Pada bulan Juli, investigasi oleh jurnalis di seluruh dunia mengungkapkan 
spyware Pegasus buatan NSO telah digunakan untuk meretas telepon jurnalis, 
pejabat pemerintah dan aktivis hak asasi manusia di beberapa negara.

Laporan tersebut mendorong Israel meninjau kebijakan ekspor teknologi sibernya 
yang dikelola oleh Kementerian Pertahanan.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

NSO Group menghadapi tindakan hukum

Pada akhir bulan November lalu, perusahaan teknologi Apple Inc menggugat NSO 
Group dan perusahaan induknya OSY Technologies atas dugaan pengawasan dan 
penargetan pengguna Apple dengan spyware Pegasus miliknya.

"Aktor yang disponsori negara seperti NSO Group menghabiskan jutaan dolar untuk 
teknologi pengawasan canggih tanpa akuntabilitas yang efektif. Itu perlu 
diubah," kata wakil presiden senior rekayasa perangkat lunak Apple, Craig 
Federighi.

Meta, perusahaan induk Facebook juga mengambil tindakan hukum terhadap NSO 
Group atas laporan bahwa perusahaan itu mengeksploitasi bug di layanan pesan 
WhatsApp untuk menginstal malware untuk pengawasan. NSO Group pun menentang 
tuntutan hukum tersebut.
Baca juga:
Israel Setop Pembangunan Permukiman Yahudi di Yerusalem Timur

Baca artikel detiknews, "Manuver Israel Bikin 'Tembok Besi' di Gaza dengan 
Sensor Tersembunyi" selengkapnya 
https://news.detik.com/internasional/d-5847039/manuver-israel-bikin-tembok-besi-di-gaza-dengan-sensor-tersembunyi.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/





-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20211208232837.55821b3c9623deddad92d1b4%40upcmail.nl.

Reply via email to