https://www.antaranews.com/berita/2576793/presiden-jokowi-tegaskan-komitmen-indonesia-majukan-demokrasi?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=category_home




Presiden Jokowi tegaskan komitmen Indonesia majukan demokrasi

Jumat, 10 Desember 2021 03:51 WIB

Presiden Joko Widodo saat menghadiri Summit for Democracy 2021 secara virtual 
dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/12/2021). ANTARA/HO-Biro 
Pers Sekretariat Presiden.
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmen Indonesia untuk 
terus memajukan demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) baik pada level kawasan 
maupun global.

Menurut Presiden, salah satu wujud nyata komitmen Indonesia adalah 
menyelenggarakan Bali Democracy Forum (BDF) ke-14.

"Ini adalah tahun ke-14 pelaksanaan Bali Democracy Forum. Ini adalah bentuk 
komitmen Indonesia memajukan demokrasi dan HAM di kawasan dan global. Our 
commitment toward democracy goes beyond our borders," kata Presiden Jokowi saat 
berbicara pada Summit for Democracy 2021 secara virtual dari Istana 
Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis malam, sebagaimana siaran pers yang 
diterima di Jakarta.

Presiden Jokowi menjelaskan, BDF adalah forum antarpemerintah untuk berbagi 
perspektif mengenai demokrasi tanpa saling menyalahkan. BDF juga merupakan 
forum bertukar praktik terbaik mengenai bagaimana memperkokoh demokrasi dan 
mengelola tantangan yang dihadapi demokrasi.

"Kita yakin demokrasi adalah sebuah nilai universal. Namun aspirasi, nilai, dan 
kekhususan masyarakat perlu dipelihara. Ini adalah homegrown democracy. BDF 
juga melibatkan pemuda, pebisnis, dan masyarakat sipil yang merupakan pilar 
penting demokrasi," imbuh Jokowi.

Di samping itu, bersama negara ASEAN lainnya, Indonesia juga mendorong kemajuan 
demokrasi di Asia Tenggara. Indonesia memotori pembentukan ASEAN 
Intergovernmental Commission on Human Rights dan konsisten memasukkan kelompok 
masyarakat madani sebagai wakil Indonesia.

Baca juga: Presiden Jokowi: Metode pemberantasan korupsi harus disempurnakan

Indonesia juga menjadi inisiator ASEAN Human Rights Dialogue, sejenis Universal 
Periodic Review (UPR) di ASEAN. Setelah hampir sembilan tahun terhenti, tahun 
ini dialog tersebut dihidupkan kembali oleh Indonesia.

"Secara sukarela, Indonesia memajukan diri sebagai negara pertama yang 
melakukan review. Indonesia terus mendorong pemajuan demokrasi dan HAM di OKI," 
lanjutnya.

Di Myanmar, Indonesia bertekad terus berkontribusi agar kesepakatan ASEAN 
mengenai five points of consensus dapat diimplementasikan. Presiden Jokowi 
meyakini demokrasi di Myanmar akan dapat dipulihkan melalui dialog inklusif.

Sementara itu di Afghanistan, Indonesia akan terus berkontribusi bagi 
pemberdayaan perempuan demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Afghanistan.

"Indonesia meyakini, pemajuan demokrasi, HAM, dan good governance bisa tumbuh 
dan berkembang jika kerja sama dikedepankan. Dukungan semua pihak dibutuhkan. 
Aspirasi seluruh elemen perlu didengar. Tidak boleh ada yang ditinggalkan," 
jelas dia.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara itu adalah Menteri Luar Negeri 
Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Direktur Jenderal Kerja 
Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Alphyanto Ruddyard.

Baca juga: Presiden : Ekosistem antikorupsi beri dampak besar bagi investasi
 

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

    TAGS:
    Presiden jokowi
    Summit for Democracy 2021







-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20211209232315.b55707bd8905454adc05de0b%40upcmail.nl.

Reply via email to