Buronan Pidana Diundang sebagai Tamu Agung, ‘KTT Demokrasi’ Injak-injak 
Demokrasi
2021-12-09 11:03:12  
http://indonesian.cri.cn/20211209/8551c8da-b083-c2f8-1ae9-e6875e9b8651.htmlBuronan
 warga Hong Kong, Nathan Law Kwun-chung baru-baru ini mengakui telah menerima 
undangan pihak AS untuk menyampaikan pidato dalam apa yang disebut sebagai ‘KTT 
Demokrasi’. Seorang buronan yang berada dalam daftar pencarian orang malah 
diundang oleh AS sebagai tamu agung, hal ini benar-benar absurd dan sulit 
dimengerti. Undangan tersebut tidak hanya mengungkapkan niat jahat AS yang 
menaungi narapidana dengan alasan demokrasi untuk mengintervensi urusan dalam 
negeri Tiongkok, namun juga memperlihatkan kepada dunia betapa munafiknya 
‘demokrasi’ yang digembar-gemborkan oleh AS, dan mengungkapkan wajah asli 
hegemoninya yang mempersenjatakan demokrasi untuk tidak segan-segan menindas 
negara lain.



Dari mengundang otoritas Taiwan ke ‘KTT Demokrasi’ hingga memberikan panggung 
kepada buronan Nathan Law untuk angkat bicara, terungkaplah intrik jahat AS 
yang berniat ‘menghalangi pembangunan bangsa Tionghoa dengan masalah Taiwan’ 
serta tujuannya untuk melawan Tiongkok dan mengacaukan Hong Kong. Para analis 
menunjukkan, AS sengaja memicu konfrontasi atau perlawanan ideologis dengan 
menyelenggarakan ‘KTT Demokrasi’, maksudnya adalah membentuk kubu baru yang 
didominasi oleh AS untuk mengisolasi dan melawan Tiongkok.

Intriknya tersebut tidak akan pernah berhasil. Dari awal fakta sudah 
membuktikan bahwa AS yang selalu mengibarkan panji ‘demokrasi’ tidak pernah 
mempedulikan demokrasi maupun HAM warga Hong Kong, yang diperhatikannya 
hanyalah hegemoni dan kepentingannya pribadi.



Dewasa ini, situasi keseluruhan Hong Kong sudah stabil. Dengan pemberlakuan UU 
Keamanan Nasional untuk Hong Kong, demokrasi dan HAM yang dimiliki warga Hong 
Kong telah memperoleh perlindungan yang belum pernah ada sebelumnya sepanjang 
sejarah. Kepala Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Hong Kong Carrie Lam 
Cheng Yuet-ngor menunjukkan, Hong Kong pada akhirnya telah lulus dari ujian 
terjangan badai dan ombak besar, telah mengalami situasi yang stabil. ‘KTT 
Demokrasi’ yang disutradarai AS dengan kedok ‘demokrasi’ demi tujuan 
hegemoninya hanya akan menjadi bahan tertawaan di dunia, pasti akan sia-sia 
belaka dan berakhir dengan kegagalan total.




Wang Yi Sampaikan Pidato Virtual dalam Konferensi Internasional Rekonstruksi 
Nepal
2021-12-09 11:43:52  
http://indonesian.cri.cn/20211209/dc517b40-3144-aaef-e09a-b1e1e98349c3.htmlMenteri
 Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyampaikan pidato secara virtual di depan 
Konferensi Internasional Rekonstruksi Nepal pada tanggal 8 Desember kemarin.

Wang Yi mengatakan, 6 tahun yang lalu, Nepal dilanda gempa bumi dahsyat dan 
rakyat setempat mengalami kerugian serius. Sebagai sahabat tulus Nepal, 
Tiongkok senantiasa berdiri bersama dengan rakyat Nepal dalam proses 
rekonstruksi pasca gempa Nepal, mengatasi kesulitan dan menunaikan komitmen, 
serta mencapai hasil positif. Pada tahun 2019, Presiden Xi melakukan kunjungan 
bersejarah ke Nepal, dan mengumumkan penambahan bantuan kepada Nepal, 
menjelaskan target baru kerja sama bersahabat antara Tiongkok-Nepal, serta 
memberikan daya penggerak yang lebih kuat bagi rekonstruksi dan pembangunan 
Nepal.

Wang Yi menyatakan, Tiongkok senantiasa menjadi negara tetangga bersahabat yang 
saling membantu serta mitra pembangunan senasib sepenanggungan bagi Nepal, 
bersedia bersama Nepal menanggulangi pandemi, mendorong pemulihan ekonomi, 
mengadakan kerja sama yang saling menguntungkan, serta membangun komunitas 
senasib sepenanggungan Tiongkok-Nepal yang lebih erat. Wang Yi mengajukan tiga 
usulan sebagai berikut, pertama, terus mendorong kerja sama penanggulangan 
pandemi. Kedua, terus mendukung pemulihan ekonomi pasca gempa. Ketiga, terus 
memperdalam pembangunan bersama Sabuk dan Jalan.

Wang Yi menekankan, melalui persatuan dan kerja sama rakyat Tiongkok dan Nepal, 
diyakini Nepal pasti dapat menciptakan keajaiban penanggulangan bencana dan 
pandemi yang baru, serta terus mencapai prestasi yang baru dalam rekonstruksi 
dan revitalisasi negara.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DB361DBD16C94EDD8DA18CEF0A7E0080%40A10Live.

Reply via email to