*KTT DEMOKRASI INJAK-INJAK REPUBLIK RAKYAT CHINA !*

Pada tanggal Jum, 10 Des 2021 pukul 07.35 Chan CT <[email protected]>
menulis:

> Buronan Pidana Diundang sebagai Tamu Agung, ‘KTT Demokrasi’ Injak-injak
> Demokrasi
> 2021-12-09 11:03:12
>
> <http://indonesian.cri.cn/20211209/8551c8da-b083-c2f8-1ae9-e6875e9b8651.html#>
> <http://indonesian.cri.cn/20211209/8551c8da-b083-c2f8-1ae9-e6875e9b8651.html#>
> <http://indonesian.cri.cn/20211209/8551c8da-b083-c2f8-1ae9-e6875e9b8651.html#>
> http://indonesian.cri.cn/20211209/8551c8da-b083-c2f8-1ae9-e6875e9b8651.html
>
> Buronan warga Hong Kong, Nathan Law Kwun-chung baru-baru ini mengakui
> telah menerima undangan pihak AS untuk menyampaikan pidato dalam apa yang
> disebut sebagai ‘KTT Demokrasi’. Seorang buronan yang berada dalam daftar
> pencarian orang malah diundang oleh AS sebagai tamu agung, hal ini
> benar-benar absurd dan sulit dimengerti. Undangan tersebut tidak hanya
> mengungkapkan niat jahat AS yang menaungi narapidana dengan alasan
> demokrasi untuk mengintervensi urusan dalam negeri Tiongkok, namun juga
> memperlihatkan kepada dunia betapa munafiknya ‘demokrasi’ yang
> digembar-gemborkan oleh AS, dan mengungkapkan wajah asli hegemoninya yang
> mempersenjatakan demokrasi untuk tidak segan-segan menindas negara lain.
>
> [image: Buronan Pidana Diundang sebagai Tamu Agung, ‘KTT Demokrasi’
> Injak-injak Demokrasi]
>
> Dari mengundang otoritas Taiwan ke ‘KTT Demokrasi’ hingga memberikan
> panggung kepada buronan Nathan Law untuk angkat bicara, terungkaplah intrik
> jahat AS yang berniat ‘menghalangi pembangunan bangsa Tionghoa dengan
> masalah Taiwan’ serta tujuannya untuk melawan Tiongkok dan mengacaukan Hong
> Kong. Para analis menunjukkan, AS sengaja memicu konfrontasi atau
> perlawanan ideologis dengan menyelenggarakan ‘KTT Demokrasi’, maksudnya
> adalah membentuk kubu baru yang didominasi oleh AS untuk mengisolasi dan
> melawan Tiongkok.
>
> Intriknya tersebut tidak akan pernah berhasil. Dari awal fakta sudah
> membuktikan bahwa AS yang selalu mengibarkan panji ‘demokrasi’ tidak pernah
> mempedulikan demokrasi maupun HAM warga Hong Kong, yang diperhatikannya
> hanyalah hegemoni dan kepentingannya pribadi.
>
> [image: Buronan Pidana Diundang sebagai Tamu Agung, ‘KTT Demokrasi’
> Injak-injak Demokrasi]
>
> Dewasa ini, situasi keseluruhan Hong Kong sudah stabil. Dengan
> pemberlakuan UU Keamanan Nasional untuk Hong Kong, demokrasi dan HAM yang
> dimiliki warga Hong Kong telah memperoleh perlindungan yang belum pernah
> ada sebelumnya sepanjang sejarah. Kepala Pemerintah Daerah Administrasi
> Khusus Hong Kong Carrie Lam Cheng Yuet-ngor menunjukkan, Hong Kong pada
> akhirnya telah lulus dari ujian terjangan badai dan ombak besar, telah
> mengalami situasi yang stabil. ‘KTT Demokrasi’ yang disutradarai AS dengan
> kedok ‘demokrasi’ demi tujuan hegemoninya hanya akan menjadi bahan
> tertawaan di dunia, pasti akan sia-sia belaka dan berakhir dengan kegagalan
> total.
>
>   Wang Yi Sampaikan Pidato Virtual dalam Konferensi Internasional
> Rekonstruksi Nepal
> 2021-12-09 11:43:52
>
> <http://indonesian.cri.cn/20211209/dc517b40-3144-aaef-e09a-b1e1e98349c3.html#>
> <http://indonesian.cri.cn/20211209/dc517b40-3144-aaef-e09a-b1e1e98349c3.html#>
> <http://indonesian.cri.cn/20211209/dc517b40-3144-aaef-e09a-b1e1e98349c3.html#>
> http://indonesian.cri.cn/20211209/dc517b40-3144-aaef-e09a-b1e1e98349c3.html
>
> Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyampaikan pidato secara virtual di
> depan Konferensi Internasional Rekonstruksi Nepal pada tanggal 8 Desember
> kemarin.
>
> Wang Yi mengatakan, 6 tahun yang lalu, Nepal dilanda gempa bumi dahsyat
> dan rakyat setempat mengalami kerugian serius. Sebagai sahabat tulus Nepal,
> Tiongkok senantiasa berdiri bersama dengan rakyat Nepal dalam proses
> rekonstruksi pasca gempa Nepal, mengatasi kesulitan dan menunaikan
> komitmen, serta mencapai hasil positif. Pada tahun 2019, Presiden Xi
> melakukan kunjungan bersejarah ke Nepal, dan mengumumkan penambahan bantuan
> kepada Nepal, menjelaskan target baru kerja sama bersahabat antara
> Tiongkok-Nepal, serta memberikan daya penggerak yang lebih kuat bagi
> rekonstruksi dan pembangunan Nepal.
>
> Wang Yi menyatakan, Tiongkok senantiasa menjadi negara tetangga bersahabat
> yang saling membantu serta mitra pembangunan senasib sepenanggungan bagi
> Nepal, bersedia bersama Nepal menanggulangi pandemi, mendorong pemulihan
> ekonomi, mengadakan kerja sama yang saling menguntungkan, serta membangun
> komunitas senasib sepenanggungan Tiongkok-Nepal yang lebih erat. Wang Yi
> mengajukan tiga usulan sebagai berikut, pertama, terus mendorong kerja sama
> penanggulangan pandemi. Kedua, terus mendukung pemulihan ekonomi pasca
> gempa. Ketiga, terus memperdalam pembangunan bersama Sabuk dan Jalan.
>
> Wang Yi menekankan, melalui persatuan dan kerja sama rakyat Tiongkok dan
> Nepal, diyakini Nepal pasti dapat menciptakan keajaiban penanggulangan
> bencana dan pandemi yang baru, serta terus mencapai prestasi yang baru
> dalam rekonstruksi dan revitalisasi negara.
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DB361DBD16C94EDD8DA18CEF0A7E0080%40A10Live
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DB361DBD16C94EDD8DA18CEF0A7E0080%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CALcuTPR7-adD5S-vDSqp1Gb9mVQXPZQXP5ne157VT88UEhNTfQ%40mail.gmail.com.

Reply via email to