Fenomena Siskaeee, Kritik Penegakan Hukum?I76 - Friday, December 10, 2021 23:00
https://www.pinterpolitik.com/in-depth/fenomena-siskaeee-kritik-penegakan-hukum
 
Foto: VOI
6 min read

Kata Kunci Siskaeee menjadi trending Twitter sebanyak dua kali di awal bulan 
ini. Secara otomatis, publik banyak memperbincangkan fenomena Siskaeee ini. 
Bagai warganet yang telah lama berkecimpung di Twitter, Siskaeee  bukanlah nama 
baru, Lantas, kenapa baru sekarang Siskaee dijerat oleh hukum?


--------------------------------------------------------------------------------

PinterPolitik.com

Jagad Twitter pada awal Desember dibuat heboh dengan trending Siskaeee yang 
muncul sebanyak dua kali. Kemunculan pertama saat Siskaeee memamerkan bagian 
tubuhnya di Bandara Internasional Yogyakarta (BIY). Trending kedua Siskaeee 
muncul setelah berita dirinya ditangkap pihak kepolisian di stasiun Bandung.

Bagi warganet yang dalam kesehariannya aktif di Twitter pasti tidaklah asing 
dengan nama Siskaeee, ciri dari nama ini biasanya dengan embel-embel “yang 
E-nya tiga”. Berulangkali dirinya menggungah konten syur.

Berdasarkan keterangan psikolog yang dimintai keahliannya untuk mewawancarai 
tersangka, dikatakan bahwa perbuatan tak senonoh didorong trauma masa lalu. Hal 
ini dipertegas oleh AKBP Roberto Pasaribu, Direskrimsus Polda DIY, yang 
mengatakan ada motif dorongan seksual ketika melihat sesuatu hal yang menurut 
tersangka menarik, baik orang, tempat, dan waktu.

Jika kita telisik, Siskaeee telah mendapatkan banyak keuntungan dari aksinya 
tersebut. Dalam sebulan, Siskaeee disebut mengumpulkan pendapatan di atas Rp20 
juta dan angka itu bisa ditarik ketika mendapatkan akumulasi sebesar US$500.

Keterangan dari Polisi, pendapatan kotor tersangka sejak 2 Maret 2020 hingga 6 
Desember 2021, sebesar Rp2,1 miliar, sedangkan pendapatan bersih Rp 1,7 miliar. 
Selain untuk memperoleh uang, disebutkan motif Siskaeee melakukan tindakan 
melawan hukum itu juga untuk memenuhi kepuasan seksualnya.

Apa yang dilakukan oleh pemilik akun Siskaeee adalah manifestasi nyata tentang 
pornografi dan seksualitas yang selama ini dianggap tabu oleh masyarakat 
Indonesia. Lantas, dampak sosial apa yang terjadi dari fenomena Siskaeee ini?


  
Meraba Dampak Sosial
Manuel Castells dalam tulisannya The Power of Identity, menguraikan tentang 
masyarakat jaringan, sebuah sistem masyarakat yang lahir dari arus informasi 
dan teknologi yang saat ini berkembang pesat. Perkembangan informasi dan 
teknologi ini bukan tanpa cacat menurut Castells, ada dampak negatif dari 
terbentuknya masyarakat jaringan, yaitu konsekuensi perubahan budaya.

Dalam masyarakat jaringan yang dinamis, timbul konsekuensi budaya yang 
berdampak negatif kepada masyarakat yang disebabkan oleh perubahan teknologi, 
seperti konten dalam jaringan internet yang menyimpang dari budaya, misalnya 
pornografi.

Hal ini terlihat dari fenomena Siskaeee yang menjadikan platform Only Fans dan 
Twitter sebagai sarana baru eksistensi sekaligus mendapatkan uang.

Alih-alih menjadi dunia baru yang di dalamnya informasi dan teknologi 
berkembang, serta menjadi pelengkap kebudayaan luhur manusia, malah sebaliknya, 
arus dari perkembangan informasi dan teknologi melemparkan kita untuk menerobos 
nilai dan norma budaya.

Antony Giddens dalam tulisannya Runaway World, menjelaskan, diterabasnya nilai 
dan norma budaya terkait erat dengan social reflexivity. Manusia modern memang 
dapat mengambil keputusan sendiri. Manusia menghadapi banyak informasi, tetapi 
ia bebas menyeleksi informasi mana yang ia butuhkan untuk pengambilan keputusan.

Arus informasi memang membuat manusia bingung, namun harus mengambil keputusan. 
Individu sering dapat menolak sebuah informasi semata-mata ia tidak suka atau 
tidak cocok. Pada titik ini, Giddens tiba pada kesimpulan tentang Runaway 
World. Dunia, baik pada tataran lokal maupun global, berlarian entah ke mana – 
dunia yang tak tentu arah. Giddens memakai metafor Juggernaut (sebuah truk 
besar) yang lepas kendali. Metafor ini dengan tepat menggambarkan situasi dunia 
yang yang menakutkan.

Dampak yang ditakutkan dari fenomena Siskaeee salah satunya yaitu efek 
demonstratif yang dilakukan oleh penonton. Hal ini di jelaskan oleh Thorstein 
Veblen dalam teorinya mengenai demonstration effect.

Demonstration effect adalah pemikiran Veblen yang berkaitan dengan media, yaitu 
bagaimana media dapat membawa efek percontohan sehingga individu atau 
masyarakat yang melihatnya dapat menirunya.

Oleh karenanya, fenomena Siskaeee harus ditanggapi dengan sigap oleh penegak 
hukum. Penegak hukum dapat menjadikan kondisi terganggunya ketertiban umum 
menjadi indikator hukum pidana untuk menjerat apa yang telah dilakukan oleh 
Siskaeee.

Entah apapun alasan viralnya video asusila yang dilakukan dengan latar belakang 
sarana publik ikonik, tentu saja membuat gaduh dan jika dikaitkan dengan hukum 
positif yang berlaku, maka unsur delik pidana bisa terpenuhi.

Tapi yang menjadi pertanyaan, kenapa baru sekarang? Sedangkan Siskaeee bukanlah 
orang baru di jagad media pornografi. Lantas, muncul pertanyaan, kenapa penegak 
hukum terkesan selalu terlambat mencium sebuah tindak pidana?

 
  
Problem Penegakan Hukum
Alfan Birolia dalam tulisannya Problematika Penegakan Hukum di Indonesia, 
mengatakan, kita tidak dapat menjelaskan tentang efektivitas hukum tanpa 
membicarakan lebih dahulu tentang hukum dalam tataran normatif (law in books) 
dan hukum dalam tataran realita (law in action). Tanpa membandingkan kedua 
variabel ini adalah tidak mungkin untuk mengukur tingkat efektivitas hukum.

Birolia meminjam pemikiran Donald Black yang berpendapat bahwa efektivitas 
hukum adalah masalah pokok dalam sosiologi hukum yang diperoleh dengan cara 
memperbandingkan antara realitas hukum dalam teori, dengan realitas hukum dalam 
praktek sehingga tampak adanya kesenjangan antara keduanya.

Hukum yang efektif adalah hukum yang sesuai dengan peraturan yang telah dibuat 
dalam undang-undang, dan hukum yang sesuai dengan harapan atau cita-cita dari 
masyarakat. Manakala dengan adanya hukum tersebut akan menjadikan keteraturan 
sosial dalam masyarakat.

Selain itu, kekhawatiran terhadap krisis kesigapan penegakan hukum dapat 
meminjam konsep  Thomas Robert Malthus, yang biasanya digunakan dalam ilmu 
ekonomi tentang kesenjangan deret ukur dan deret hitung. Bahwa laju pertambahan 
kejahatan meningkat berdasarkan deret ukur, sedangkan kesigapan penegak hukum 
berdasar deret hitung.

Deret ukur dalam pemahaman Malthus diartikan sebagai terjadinya peningkatan 
berdasar kelipatan yakni: 1, 2, 4, 8, dan seterusnya. Sedangkan deret hitung 
menjelaskan bahwa peningkatan terjadi berdasar penambahan tetap dengan angka 
variabel penambah 1, yakni 1, 2, 3, 4 dan seterusnya.

Fenomena eksibisionis Siskaeee, membuktikan berlakunya gejala yang disinggung 
di atas. Video Sikaeee sudah lama viral, tapi penegak hukum terlihat baru 
bergerak sekarang. Terlihat bahwa penegak hukum lambat merespons kejadian di 
tengah masyarakat, sebuah kesan yang memperlihatkan bahwa penegak hukum akan 
cepat, jika permasalahannya sudah viral di media sosial.

Hukum dibuat untuk mengatur tingkah laku manusia yang pada hakikatnya bertujuan 
untuk menciptakan ketertiban dan kedamaian dalam masyarakat. Hukum dan manusia 
tidak dapat  dipisahkan, manusia yang membuat aturan dan manusia juga yang 
dapat merubah tatanan undang-undang dalam hukum. Hukum yang berada di negara 
Indonesia ini masih menunjukkan adanya ketidakefektifan dalam penegakannya.

Kasus Siskaeee layaknya fenomena gunung es, masih banyak kasus serupa yang 
menuntut kecepatan dan pengetahuan lebih penegak hukum.

Sebagai penutup, fenomena Siskaeee jangan dianggap fenomena biasa, melainkan 
fenomena yang menunjukkan terdapat kegagapan penegakan hukum menghadapi arus 
teknologi informasi yang begitu cepat. Harus ada adaptasi yang luar biasa untuk 
menjawab persoalan ini. (I76)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/0838288047344AB49AAA3006D187B9DA%40A10Live.

Reply via email to