Prinsip Satu Tiongkok adalah Kecenderungan Zaman dan Keinginan Masyarakat
2021-12-10 16:01:30  
http://indonesian.cri.cn/20211210/c35557ef-795a-fa5e-455a-2533946b798f.htmlSetelah
 Nikaragua mengumumkan ‘memutuskan hubungan’ dengan Taiwan, Tiongkok 
mengumumkan pemulihan hubungan diplomatik dengan Nikaragua pada Jumat hari ini 
(10/12). Hingga kini, sebanyak 181 negara di dunia telah menjalin hubungan 
diplomatik dengan Tiongkok. Hal ini memanifestasikan, prinsip Satu Tiongkok 
adalah kesepahaman umum masyarakat internasional, juga merupakan kecenderungan 
zaman dan keinginan masyarakat yang tak dapat dihalangi.



Hanya ada satu Tiongkok di dunia. Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok adalah 
pemerintah sah satu-satunya yang mewakili Tiongkok, dan Taiwan adalah bagian 
dari wilayah Tiongkok yang tak terpisahkan. Ini adalah fakta baik menurut 
sejarah maupun menurut yurisprudensi, dan juga merupakan patokan hubungan 
internasional yang diakui umum. Dalam tahun-tahun terakhir ini, apa yang 
disebut dengan ‘negara hubungan diplomatik’ Taiwan telah berturut-turut 
memutuskan hubungan dengan Taiwan, kemudian menjalin atau memulihkan hubungan 
diplomatik dengan Republik Rakyat Tiongkok. Hal ini memanifestasikan, mereka 
mengeluarkan keputusan yang tepat pada situasi dunia kini, dan melakukan 
pilihan yang tepat berdasarkan kepentingan negara dan keinginan rakyatnya, 
yaitu berdiri di sisi tepat sejarah.

Nikaragua memulihkan hubungan diplomatik dengan Tiongkok tanpa syarat, dan 
berkomitmen tidak akan menjalin hubungan dan kontak resmi apa pun dengan Taiwan 
lagi. Hal ini sekali lagi membuktikan prinsip Satu Tiongkok sesuai dengan 
keinginan masyarakat dan tidak boleh ditentang. Ini juga merupakan respon kuat 
terhadap tindakan AS yang sering memainkan ‘kartu Taiwan’, dan bersekongkol 
dengan Taiwan untuk bermain api.

Tiongkok mempertahankan prinsip kesetaraan antara negara besar maupun kecil, 
menghormati hak rakyat berbagai negara untuk memilih jalan pembangunannya 
sendiri, dan mendukung berbagai negara mengembangkan ekonomi dan memperbaiki 
kesejahteraan rakyatnya. Kini, hubungan Tiongkok dengan Amerika Latin dan 
Karibia berkembang pesat. Setelah Tiongkok dan Nikaragua memulihkan hubungan 
diplomatik, kedua negara akan mengadakan kerja sama di berbagai bidang atas 
dasar saling menghormati dan saling menguntungkan, demi menyejahterakan kedua 
negara dan rakyat kedua negara. Beberapa ‘negara hubungan diplomatik’ Taiwan 
hendaknya segera melakukan pilihan tepat yang sesuai dengan kecenderungan dan 
keinginan masyarakat.



Jubir Kemlu Tiongkok Tanggapi “Keputusan Akhir Pengadilan Uighur”
2021-12-10 15:39:08  
http://indonesian.cri.cn/20211210/e1f22131-83c5-7b4c-e009-89866c3eac86.html“Kongres
 Uighur Dunia”, sebagai organisasi separatis anti-Tiongkok yang dimanipulasi 
dan didukung oleh kekuatan anti-Tiongkok Barat di AS, telah mengumpulkan 
sekelompok kecil elemen anti-Tiongkok untuk membentuk “Pengadilan Uighur”, 
membiayai penipu, membeli kebohongan dan bukti palsu, mereka berniat 
mengacaukan Xinjiang serta menjadi alat untuk mencoreng Tiongkok. Apa yang 
mereka sebut sebagai “pengadilan” tiada memiliki kualifikasi hukum apa pun, 
juga tidak memiliki kredibilitas apa pun, niat jahat dalam kegiatan-kegiatan 
anti-Tiongkok sebelumnya sudah diungkapkan oleh fakta, dan diremehkan oleh 
tokoh-tokoh berwawasan dalam komunitas internasional.

Tak peduli diulang berapa kali, kebohongan tetaplah kebohongan dan tak akan 
menutupi fakta, tak dapat menipu masyarakat internasional, juga tak akan dapat 
menghalangi proses sejarah pembangunan dan kemakmuran Xinjiang Tiongkok.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/780ACE34A1544B22966F9BC1D5A61FBC%40A10Live.

Reply via email to