Wang Yi Sampaikan Pidato dalam Forum Demokrasi Bali ke-14
2021-12-10 14:06:34  
http://indonesian.cri.cn/20211210/3946ee0f-4f36-bfba-c285-eee8c14ea574.htmlMenteri
 Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menyampaikan pidato yang berjudul “Kembangkan 
Semangat Demokrasi Sejati, Ciptakan Bersama Masa Depan Indah Umat Manusia” 
secara virtual dalam Forum Demokrasi Bali ke-14 pada hari Kamis kemarin (9/12).

Wang Yi mengatakan bahwa demokrasi adalah nilai bersama seluruh umat manusia. 
Demokrasi bukanlah hak paten suatu negara, tetapi adalah hak rakyat berbagai 
negara. Demokrasi atau tidaknya suatu negara terletak pada dapat tidaknya 
rakyat menjadi tuan rumah yang sejati.

Wang Yi menyatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) sudah memimpin rakyat 
Tiongkok menemukan bentuk demokrasi baru yang sesuai dengan keadaan Tiongkok, 
yaitu demokrasi dalam proses menyeluruh yang diajukan Presiden Xi Jinping. 
Tiongkok percaya terhadap demokrasinya sendiri, juga menghormati demokrasi 
negara lain. Tiongkok tidak mengekspor demokrasinya ke luar negeri, tapi 
bersedia berkomunikasi secara setara, bertukar dan saling belajar serta 
mempelajari hasil positif perkembangan peradaban umat manusia, juga memberikan 
pengalaman yang bermanfaat untuk negara lain.

Wang Yi menekankan hendaknya mengembangkan semangat demokrasi dalam pertukaran 
dengan negara lain, dan dengan teguh mendorong demokratisasi hubungan 
internasional. Pertama, hendaknya menghormati kedaulatan negara lain, dan 
mempertahankan norma dasar hubungan internasional. Kedua, menjunjung konsultasi 
yang setara dan mengembangkan ide demokrasi berciri khas Asia. Ketiga, 
menjunjung kerja sama dan persatuan, bergandengan tangan mengatasi berbagai 
tantangan global.



Kemenlu Tiongkok Desak AS Pahami Situasinya, Segera Berhenti Dorong 
Undang-undang Terkait Xinjiang
2021-12-10 13:56:03  
http://indonesian.cri.cn/20211210/1fb98197-3722-a520-d099-c6229ed22a60.html

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin dalam jumpa pers hari 
Kamis kemarin (9/12) menunjukkan bahwa apa yang disebut sebagai keberadaan 
“kerja paksa” dan “genosida” di Xinjiang benar-benar adalah rumor yang kejam, 
jika pihak Amerika Serikat (AS) bersikeras mengambil tindakan yang merugikan 
kepentingan Tiongkok, Tiongkok pasti akan membalasnya dengan tegas.

Dilaporkan, Dewan Perwakilan Rakyat AS meluluskan “undang-undang pencegahan 
kerja paksa Uyghur” pada tanggal 8 Desember lalu, melarang AS mengimpor apa 
yang disebut sebagai produk-produk hasil “kerja paksa” Xinjiang.

Wang Wenbin mengatakan bahwa Tiongkok sudah berkali-kali menjelaskan pendirian 
mengenai masalah Xinjiang. Apa yang disebut sebagai keberadaan “kerja paksa” 
dan “genosida” di Xinjiang benar-benar adalah rumor yang kejam. AS berulang 
kali menyebarkan rumor terkait masalah Xinjiang, intinya adalah untuk memainkan 
manipulasi politik dan hegemoni ekonomi dengan dalih HAM, berusaha merusak 
kemakmuran, kestabilan dan persatuan bangsa di Xinjiang, serta mengekang 
perkembangan Tiongkok.



Wang Wenbin menekankan bahwa Tiongkok sekali lagi memperingatkan AS bahwa 
membuat konspirasi dengan masalah Xinjiang tidak akan menghalangi langkah tegas 
rakyat berbagai etnis Xinjiang untuk mengejar kehidupan yang bahagia, juga 
tidak akan menghalangi terus berkembangnya Tiongkok. Tiongkok mendesak AS untuk 
memahami situasi, dan segera berhenti mendorong undang-undang terkait. Tekad 
Tiongkok untuk menjaga kepentingan negara tidak akan berubah. Jika AS 
bersikeras mengambil tindakan yang merugikan kepentingan Tiongkok, Tiongkok 
pasti akan membalasnya dengan tegas.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/C1D904002C68404494D658D2730E0485%40A10Live.

Reply via email to