https://news.detik.com/kolom/d-5851175/joko-widodo-dan-g20?tag_from=wp_cb_kolom_list


"Common Sense" Ishadi SK

Joko Widodo dan G20

Ishadi SK - detikNews

Minggu, 12 Des 2021 10:00 WIB
0 komentar
SHARE
URL telah disalin
ishadi sk
Ishadi SK (Ilustrasi: istimewa)
Jakarta -

Indonesia mulai dari 1 Desember 2021 secara resmi menerima posisi sebagai 
Presidensi G20. Artinya, dalam kurun waktu satu tahun ke depan Joko Widodo akan 
menjadi Presidensi G20.

Dalam kesempatan berbicara, Presiden Joko Widodo menyatakan, "Saya menggalang 
komitmen negara maju membantu negara berkembang, negara kaya untuk mengurangi 
negara miskin. Kebersamaan adalah jawaban atas masa depan dengan semangat 
solidaritas Recover Together, Recover Stronger, pemulihan bersama, pemulihan 
lebih kuat."

Keberadaan Joko Widodo sebagai Presidensi G20 tentu akan menjadi tuan rumah 
atas ratusan pertemuan negara-negara G20 dan Bali akan menjadi pusat kegiatan 
G20 selama tahun 2022. Indonesia akan memegang agenda Presidensi Konferensi 
Tingkat Tinggi (KTT) G20 setelah mengambil tongkat estafet dari Italia yang 
tahun lalu yang menjadi tuan rumah KTT.

Untuk Presiden Joko Widodo, tugas ini sangat berat karena iklim yang tidak 
kondusif. Bersamaan dengan Bali Meeting yang dihadiri 20 negara, terbesit dua 
"gangguan" yang mungkin berpengaruh cukup besar. Meletusnya Gunung Merbabu di 
selatan Pulau Jawa yang selama ini berdiam diri sepanjang puluhan tahun, 
mendadak meletus menimbulkan korban dan kepanikan. Tidak jauh Gunung Merapi 
juga mendadak aktif meski belum besar benar.

Bersamaan dengan itu tahun depan akan diikuti dengan gejolak politik menuju 
2022-2024. Dua tahun sebelum Pemilu gerakan kampanye politik nasional semakin 
bertambah, di samping semangat membangun dan mengejar target yang telah 
dicanangkan sejak lima tahun terakhir dalam bentuk pengembangan cepat jalan tol 
hingga dapat menjadi prioritas yang harus dikerjakan.

Presidensi G20 sendiri sudah resmi dibuka pada hari Rabu, 1 Desember 2021 pada 
malam hari, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, oleh Presiden Joko Widodo, 
sekaligus menjadi kesempatan besar bagi pemerintah untuk berkontribusi lebih 
kencang bagi pemulihan ekonomi.

Guna mencapai tujuannya, Forum G20 menggunakan pertemuan berjenjang pada dua 
jalur. Finance Track (Jalur Keuangan) dan Sherpa Track (Jalur Sherpa). Jalur 
Keuangan dikoordinasikan oleh Kementerian Keuangan dan Bank Central, serta akan 
fokus pada isu makro ekonomi, fiskal dan keuangan. Sementara itu, Jalur Sherpa 
yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordianator Bidang Perekonomian dan 
Kementerian Luar Negeri akan berfokus pada pembahasan area kerja sama 
non-keuangan, diantaranya pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, energi, 
perubahan iklim, ekonomi digital, investasi industri dan pariwisata.

Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat berkontribusi dalam pemulihan ekonomi 
industri lewat pertemuan secara kumulatif yang menghadirkan ribuan delegasi 
khususnya negara berkembang. Kehadiran para delegasi bisa memberi manfaat 
secara langsung terhadap sektor jasa, perhotelan, transportasi, UMKM, terutama 
dampak terhadap persepsi investor dan pelaku ekonomi. Presiden Joko Widodo 
pernah memaparkan Presidensi G20 Indonesia yang bakal digelar di Bali meliputi 
penanganan kesehatan, transformasi digital dan energi berkelanjutan. Sehingga 
apa yang diimpikan Presiden Joko Widodo terpenuhi dan KTT G20 memperoleh nilai 
yang baik setelah setahun di Bali.

Jika semua ini terpenuhi secara baik, reputasi dunia terhadap Presidensi Joko 
Widodo akan bermakna tingi untuk pengembangan pesan dan kesan Indonesia di 
lingkungan G20 yang memiliki era luar biasa.

Di Bogor, 15-19 November 1994, 28 tahun lalu berlangsung pertemuan Asia Pasific 
Economic Cooperation (APEC). Dihadiri oleh 21 negara Asia Pasifik. Pada 
pertemuan tiga hari tersebut, Presiden Soeharto bertindak sebagai tuan rumah 
APEC Conference. Dihadiri oleh Presiden Richard Nixon dari Amerika Serikat.

Tahun 2022 di Bali, selama setahun akan berlangsung pertemuan G20 yang dihadiri 
20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia, serta Presiden Joe Biden dari 
Amerika Serikat. Presiden Joko Widodo menjadi Kepala Kenegaraan G20 dengan 
posisi Presidensi G20. Pada akhirnya harus disiapkan secara sempurna pertemuan 
yang akan berlangsung setahun tersebut.

Jakarta, 11 Desember 2021
Ishadi SK
Komisaris Transmedia

(mmu/mmu)
presidensi g20

Baca artikel detiknews, "Joko Widodo dan G20" selengkapnya 
https://news.detik.com/kolom/d-5851175/joko-widodo-dan-g20.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/







-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20211212163933.a0a2068cb8860c5e10bf20de%40upcmail.nl.

Reply via email to