https://www.antaranews.com/berita/2581181/produksi-tambang-freeport-naik-dibanding-2020?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=category_home



Produksi tambang Freeport naik dibanding 2020

Minggu, 12 Desember 2021 20:08 WIB

Direktur PT Freeport Indonesia Claus Wamafma. ANTARA/Evarianus Supar.
Timika (ANTARA) - Direktur PT Freeport Indonesia Claus Wamafma menyebut 
produksi biji tembaga dan emas perusahaan pertambangan yang beroperasi di 
Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, tahun ini jauh lebih meningkat dibanding 
tahun 2021.

"Dari sisi produksi mudah-mudahan sampai dengan akhir tahun kami bisa mencapai 
target yang direncanakan. Dibandingkan tahun lalu, tentu tahun ini jauh lebih 
baik," kata Claus di Timika, Minggu.

PT Freeport berterima kasih atas dukungan semua pemangku kepentingan baik 
karyawan, masyarakat sekitar lokasi pertambangan, pemerintah dan TNI-Polri yang 
memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan operasi perusahaan tambang 
itu.

Dari sisi keselamatan kerja, tahun ini tidak ada laporan kasus fatal dalam 
operasi pertambangan Freeport hingga menyebabkan meninggal dunia.

Selama beberapa tahun terakhir, Freeport terus mengembangkan kapasitas produksi 
tambang bawah tanahnya, apalagi setelah tambang terbuka (open pit) telah 
selesai produksi sejak 2019 lalu.

"Untuk pengembangan tambang bawah tanah, semua tetap berjalan sesuai rencana, 
tidak ada hambatan, semua berjalan normal meskipun kita menghadapi situasi 
serius akibat pandemi COVID-19," jelas Claus.

Kondisi penularan COVID-19 di area perusahaan Freeport maupun di Timika, Papua 
dan Indonesia secara umum yang terus menunjukan tren penurunan,  menjadi 
harapan agar target produksi Freeport pada 2022 bisa jauh lebih maksimal lagi.

"Ketika COVID-19 bisa kita kontrol dan karyawan bisa bekerja dengan baik tanpa 
rasa khawatir maka sudah pasti produksi juga terjaga. Pada akhirnya semua 
pemangku kepentingan bisa merasakan manfaat dari operasi perusahaan ini," 
ujarnya.

Sepanjang periode kuartal ketiga tahun 2021, PT Freeport melaporkan adanya 
kenaikan produksi emas dan juga bijih tembaga, yang diklaim jumlahnya sangat 
signifikan dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.

Berdasarkan data yang diterbitkan Freeport McMoran, besaran nilai produksi 
tambang Indonesia yang disumbang oleh Freeport Indonesia sampai dengan kuartal 
ketiga tahun ini, jumlahnya adalah mencapai 956 juta pon untuk bijih tembaga.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 76,05 persen secara year-on-year, di 
mana pada periode yang sama tahun 2020 lalu, jumlah produksi bijih tembaga 
perusahaan hanya sebesar 543 juta pon.

Kemudian untuk komoditas emas, jumlah produksinya sampai dengan kuartal ketiga 
tahun 2021 adalah sebesar 968 ribu ons, meningkat sebanyak 67,76 persen 
dibandingkan tahun sebelumnya , yang angkanya berada di level 577 ribu ons.

Data penjualan bijih tembaga perusahaan dilaporkan mencapai 946 juta pon, yang 
naik sebesar 82,62 persen secara year-on-year.

Sebagai informasi, pada kuartal ketiga tahun 2020, penjualan bijih tembaga 
perusahaan adalah sebesar 518 juta pon. Adapun, besaran rata-rata harga yang 
ditetapkan dalam penjualan itu adalah USD4,21 pen pon, yang juga meningkat dari 
tahun lalu di level USD2,79 per pon.

Lalu untuk penjualan emas Freeport Indonesia diketahui mencapai 957 ribu ons, 
yang naik sebanyak 74,31 persen dibandingkan tahun lalu yang jumlahnya hanya 
sebesar 549 ribu ons.

Harga rata-rata yang dikenakan untuk emas perusahaan adalah USD1.780 per ons, 
di mana jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu di angka 
USD1.810 per ons.

Pewarta: Evarianus Supar
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

    TAGS:
    Freeport
    Papua
    Claus Wamafma








-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20211212165120.8f437a8b473c1d36b6554466%40upcmail.nl.

Reply via email to