Lelucon “Pertemuan Puncak Deokrasi” AS Ditutup
2021-12-12 14:53:42  
http://indonesian.cri.cn/20211212/242fdd5e-be74-6b83-bbad-83a87b9b611e.html

“Pertemuan Puncak Demokrasi” AS ditutup pada hari Sabtu kemarin (10/12). 
“Sandiwara” yang dimainkan oleh pengacau Hong Kong yang mengasingkan diri 
Nathan Law Kwun-chung dan wakil Taiwan Audrey Tang menambahkan bahan ketawaan 
kepada dunia. Apa yang disebut sebagai “Pertemuan Puncak Demokrasi” hanyalah 
sekali lelucon politik yang dimainkan AS untuk menghasut separatisme dan 
memelihara hegemonis AS, pasti akan gagal total.

Nathan Law Kwun-chung, perusuh Hong Kong yang kabur keluar negeri adalah  
pengkhianat dan kolaborator sekaligus tukang pukul yang dibiayai AS. Sedangkan 
wakil Taiwan Audrey Tang adalah gembong spammers yang dibayai pihak berwenang 
Taiwan, ditugaskan untuk menghasut kekerasan dan mengganggu pemilihan. Mereka 
ber-2 justru adalah musuh demokrasi.

Opini mencatat, pada saatnya pengadaan pertemuan demokrasi tersebut, 
kementerian keuangan AS mengumumkan mengenakan sanksi terhadap beberapa entitas 
dan pribadi orang Tiongkok. Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa hakikat 
“Demokrasi ala AS” adalah hegemoni. Akan tetapi, Tiongkok tidak pernah takut 
pada sanksi, “pentung”AS tidak bakal mengganggu langkah pembangunan Tiongkok.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/55D4CF4AD46444D6B86ABBD1A4311E17%40A10Live.

Reply via email to