AS Sia-sia Manipulasi Isu Xinjiang
2021-12-18 10:01:40  
http://indonesian.cri.cn/20211218/15dba5c7-1622-1e5f-e460-939f5170d166.htmlPada 
tanggal 16 Desember waktu setempat, Senat AS menerima baik apa yang disebut 
‘RUU Pencegahan Kerja Paksa Uyghur’. Dengan kedok adanya ‘kerja paksa’ di 
Xinjiang, undang-undang tersebut melarang masuknya produk Xinjiang ke pasar AS. 
Manipulasi politik dan bullying ekonomi tersebut sepenuhnya mengungkapkan 
tampan asli dan intrik jahat sejumlah politikus AS yang nekat menindas 
perkembangan Xinjiang  dan mencampuri urusan intern Tiongkok. Mereka berupaya 
keras mengekang perkembangan Tiongkok dengan kedok Xinjiang, namun manipulasi 
politik dan tipu muslihatnya pasti akan sia-sia belaka.



Apakah ‘kerja paksa’ benar-benar terjadi di Xinjiang? Mengenai pertanyaan itu, 
kita harus simak jawaban masyarakat Xinjiang yang paling berwibawa dalam hal 
ini. Dalam sebuah konferensi pers baru-baru ini, sejumlah warga Xinjiang 
membagikan pengalamannya menempuh kehidupan bahagia dengan bekerja rajin. 
Buqiguli Yasen adalah salah seorang warga yang bekerja di sebuah pabrik di 
Kecamatan Minxi an, Kabupaten Shufu, Xinjiang. Ia menerima upah secara stabil 
setiap bulan. Dengan uang itu ia mampu mengasuh anggota keluarganya. Wanita ini 
menyatakan apresiasi atas kebijakan ketenagakerjaan setempat karena telah 
mengubah nasibnya sehingga bisa menempuh kehidupan bahagia. Memetili adalah 
seorang warga kota Artux, Xinjiang. Dia pernah berturut-turut belajar dan 
bekerja ke Jiangxi dan Fujian yang jauh dari kampung halamannya. Pada 2017, dia 
kembali ke Artux untuk mendirikan pabrik bahan batu, yang mempekerjakan 30 
karyawan lokal.

Nyata sekali, baik bekerja di Xinjiang maupun bekerja ke provinsi lainnya, 
pilihan itu adalah salah satu cara yang umumnya diterapkan warga Xinjiang untuk 
mengejar kehidupan bahagia. Seorang kader setempat bertanya: “Para pemuda 
meninggalkan rumahnya untuk mengejar kehidupan bahagia, kan itu hal yang wajar, 
siapa yang dipaksa?”

AS sebenarnya tahu benar bahwa apa yang disebut ‘kerja paksa’ itu adalah 
kebohongan yang sengaja direkayasa, namun mengapa sejumlah tokoh di AS masih 
terus nekat memainkan kartu ‘isu Xinjiang’? Sebuah media Australia alias 
Australian Alert Service dalam laporannya menyimpulkan bahwa tujuan mereka 
adalah “menghasut konflik antar etnis dan sekte, melakukan separatisme dan 
terorisme untuk merusak Tiongkok sebagai ‘musuh imajinasinya’”.

Jelaslah mengapa Kongres AS berkali-kali menelurkan apa yang disebut RUU 
terkait Xinjiang dengan alasan HAM. Di satu pihak, sejumlah orang AS berusaha 
memberikan kamuflase untuk menutup-nutupi intriknya yang jahat agar tipu 
muslihatnya terlihat legal. Di pihak lain, mereka ingin menggunakan RUU 
tersebut untuk memaksa negara lain berpihak kepada AS dalam rangka mengisolasi 
dan menindas Tiongkok. Selain itu, intrik yang paling realistisnya ialah 
menekan perkembangan industri Xinjiang dengan maksud membuat ‘kemiskinan paksa’ 
dan ‘pengangguran paksa’ di Xinjiang.



AS selalu mengintervensi urusan dalam negeri negara lain dengan alasan HAM, 
akan tetapi, masalah HAM di negerinya memiliki rekam jejak yang sangat jelek. 
Dari sistem budak kulit hitam yang berlangsung seratus tahun lebih hingga 
pengerjaan anak di bawah umur sebagai pekerja di bidang pertanian serta 
kesengsaraan yang dialami kaum imigran yang terus diperbudak, AS sebenarnya 
sama sekali tidak berkualifikasi disebut ‘mercuar HAM’, dan justru AS yang 
seharusnya dicap negara yang melakukan ‘kerja paksa’.

Kebohongan maupun manipulasi politik apa pun tidak akan pernah menyangkal 
prestasi yang dicapai Xinjiang, lebih-lebih tidak akan menghalangi langkahnya 
untuk maju ke depan. Kami peringatkan sejumlah politikus AS agar jangan 
mengulurkan tangannya terlalu panjang, janganlah terus memanipulasi HAM palsu, 
karena hal itu hanyalah akan membuat dirinya kehilangan reputasi dan gagal 
total.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/5E6940313DCA47BFBA919C29AA581BCC%40A10Live.

Reply via email to