Perhimpunan Indonesia-Tionghoa Terdepan Jaga Kebhinekaan
Minggu , 19 Desember 2021 | 22:15 
https://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/54332/perhimpunan_indonesia_tionghoa_terdepan_jaga_kebhinekaan
 
Sumber Foto dok/Kemenko Polhukam
Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam Janedjri M. Gaffar 
membacakan sambutan Menko Polhukam Mahfud Md saat Pembukaan Musyawarah Nasional 
V Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (INTI) di Jakarta, Minggu (19/12/2021).Listen 
to this
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko 
Polhukam) Mahfud Md ingin organisasi masyarakat Perhimpunan Indonesia-Tionghoa 
(INTI) jadi garda terdepan menjaga kebhinekaan dan kerukunan antarkelompok 
masyarakat.

“Perhimpunan INTI harus mampu mendorong proses pembauran sosial untuk 
terwujudnya harmoni dalam kehidupan berbangsa," kata Deputi VI Bidang 
Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam Janedjri M. Gaffar saat membacakan 
sambutan Menko Polhukam pada Musyawarah Nasional V INTI di Jakarta, Minggu 
(19/12/2021).


Mahfud, lewat sambutannya itu, menerangkan identitas kebangsaan Indonesia bukan 
hanya satu suku, ras, bahasa, dan agama tertentu, melainkan pada ide dan 
cita-cita hidup merdeka dan menghapuskan penjajahan.

“Kebhinekaan adalah realitas manusia, sekaligus realitas sejarah yang tidak 
dapat diingkari. Sejarah menunjukkan bahwa suatu bangsa akan mengalami perang 
tidak berkesudahan bahkan kehancuran ketika memaksakan penyeragaman dalam 
mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Kebhinekaan merupakan komitmen bersama bahwa Bangsa Indonesia terdiri dari 
ragam suku, ras, agama, dan bahasa. Oleh karena itu, kerukunan dan kepedulian 
perlu selalu dijaga dalam kehidupan sehari-hari agar tidak ada perpecahan 
antarkelompok masyarakat.


Kerukunan dan kepedulian itu dapat dilakukan jika antarkelompok saling berbaur, 
terang Mahfud.

Berbaur merupakan sikap dan tindakan saling mengenal, berkomunikasi, dan 
berinteraksi dengan kelompok warga yang berbeda, terang dia.

Oleh karena itu, ia menerangkan tiap warga dan seluruh pihak perlu diberi ruang 
dan peran baik di lingkungan tempat tinggal, pemerintahan, politik, dan ekonomi 
sehingga tidak ada kelompok tertentu yang eksklusif atau menutup diri.

Terkait itu, Menko Polhukam yakin INTI dapat menjadi garda terdepan sebagai 
ormas yang inklusif atau terbuka terhadap berbagai kelompok yang berbeda.


"Saya yakin Perhimpunan INTI sebagai ormas mampu menjadi garda terdepan dalam 
meningkatkan kerukunan dan kepedulian demi kepentingan bersama sebagai bangsa 
Indonesia," ia menambahkan.(*)



Sumber Berita: Antara

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/FDCAB4D58D9F4BBFB397D21334CAFA0E%40A10Live.

Reply via email to