Pertemuan Khusus Dewan Menlu OIC Perhatikan Masalah Bantuan terhadap Afghanistan
2021-12-20 10:02:23  
http://indonesian.cri.cn/20211220/ad3258d0-fc8f-bc6e-552e-be4731387f94.html

Pertemuan Khusus Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) 
ke-17 yang berlangsung selama dua hari di Pakistan hari Minggu kemarin (19/12) 
memasuki agenda hari kedua. Sejumlah 70 delegasi yang masing-masing terdiri 
dari negara-negara anggota IOC, non-anggota serta organisasi internasional 
menghadiri sidang tersebut.



Para peserta membahas situasi politik dan ekonomi serta krisis kemanusiaan di 
Afghanistan, menekankan bahwa OIC akan berupaya keras untuk merealisasi 
perdamaian, keamanan, stabilitas serta perkembangan di Afghanistan.



Menurut data dari Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) dan Program 
Pangan Dunia PBB (WFP), di Afghanistan terdapat 3,565 juta orang kehilangan 
tempat tinggal karena konflik, separuh lebih penduduk Afghanistan masih 
menghadapi kekurangan bahan pangan, serta 3,2 juta anak dan 700 ribu wanita 
hamil menghadapi masalah malnutrisi akut. Sidang tersebut menekankan bahwa 
masyarakat internasional khususnya negara-negara anggota OIC bertanggung jawab 
untuk mendukung Afghanistan mengentaskan kemiskinan, meningkatkan investasi di 
Afghanistan, menciptakan lapangan kerja, serta menyediakan bahan pangan, air 
bersih serta layanan dasar seperti pendidikan dan perawatan medis kepada rakyat 
Afghanistan.



Rusia Umumkan Resmi Mundur Dari Perjanjian Langit Terbuka
2021-12-19 12:08:53  

Pada Sabtu kemarin (18/12), Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan Rusia 
resmi menarik diri dariapada Perjanjian Langit Terbuka mulai dari hari yang 
sama.



Pengumuman mengatakan, pihak Rusia terpaksa menarik diri dari Perjanjian Langit 
Terbuka dan pihak AS seharusnya memikul semua tanggung jawab, karena tujuan 
sejati AS yang melanggar  Perjanjian Langit Terbuka adalah untuk memprovokasi 
“perlombaan senjata”.



Pengumuman mengatakan bahwa pihak Rusia mengira implementasi efektif perjanjian 
tersebut pada masa lalu menunjukkan bahwa dia adalah alat bagus untuk 
memperkuat kepercayaan dan keamanan antar negara-negara penandatangan, dan 
telah menciptakan lebih banyak peluang untuk evaluasi objektif dan adil atas 
potensi militer dan kegiatan militer negara-negara penandatangan. Namun, 
perjanjian tersebut akhirnya menjadi korban perjuangan politik domestik di AS. 
AS yang menarik diri dari perjanjian tersebut sudah merusak kepentingan semua 
negara, AS adalah pembuat runtuhnya  sistem Perjanjian Langit Terbuka.



Pengumuman  mengatakan pula bahwa Rusia menghormati keputusan negara 
penandatangan yang lain untuk terus menerapkan perjanjian tersebut, diharapkan 
berbagai pihak dapat bekerja sama dengan konstruktif dan efektif.




-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2141D78FC2AF4CFD9452E1E7E03066E7%40A10Live.

Reply via email to