Mantan Wakil Ketua Komite Uni Afrika: Inisiatif Sabuk dan Jalan Sesuai dengan Arah Perkembangan ‘Agenda Tahun 2063’ Uni Afrika 2021-12-20 10:31:55 http://indonesian.cri.cn/20211220/2748d3b3-863c-89ae-79cc-13647da7af60.htmlMantan Wakil Ketua Komisi Uni Afrika Erastus Mwencha yang kini berada di Nairobi, Kenya kepada wartawan Xinhua mengatakan, inisiatif Sabuk dan Jalan sesuai dengan arah perkembangan ‘Agenda Tahun 2063’ Uni Afrika, akan mempercepat modernisasi infrastruktur dan konektivitas pasar antar negara-negara Afrika.
Mwencha menghadiri sidang tahunan 2021 Komite Penasihat Forum Tingkat Tinggi Kerja Sama Internasional Sabuk dan Jalan secara virtual. Dia menyatakan, inisiatif Sabuk dan Jalan sesuai dengan kepentingan pembangunan Afrika, akan mendatangkan teknologi dan modal yang diperlukan ekonomi digital dalam pembangunan Afrika, meningkatkan kemampuan manufaktur, mendorong peralihan teknologi dan pendanaan secara hijau serta mendorong komunikasi antar masyarakat. Mwencha berpendapat, pembangunan proyek Sabuk dan Jalan termasuk jalan raya, jalur kereta api, pelabuhan dan infrastruktur digital telah mengubah keadaan Afrika, mendorong interkonektivitas dan perdagangan yang mulus. Proyek infrastruktur transportasi, sumber energi dan teknologi telekomunikasi yang dirampungkan dengan cepat menurunkan biaya perdagangan, juga memperbaiki kehidupan rakyat Afrika. Pertemuan Khusus Dewan Menlu OIC Perhatikan Masalah Bantuan terhadap Afghanistan 2021-12-20 10:02:23 http://indonesian.cri.cn/20211220/ad3258d0-fc8f-bc6e-552e-be4731387f94.html Pertemuan Khusus Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) ke-17 yang berlangsung selama dua hari di Pakistan hari Minggu kemarin (19/12) memasuki agenda hari kedua. Sejumlah 70 delegasi yang masing-masing terdiri dari negara-negara anggota IOC, non-anggota serta organisasi internasional menghadiri sidang tersebut. Para peserta membahas situasi politik dan ekonomi serta krisis kemanusiaan di Afghanistan, menekankan bahwa OIC akan berupaya keras untuk merealisasi perdamaian, keamanan, stabilitas serta perkembangan di Afghanistan. Menurut data dari Komisi Tinggi PBB untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) dan Program Pangan Dunia PBB (WFP), di Afghanistan terdapat 3,565 juta orang kehilangan tempat tinggal karena konflik, separuh lebih penduduk Afghanistan masih menghadapi kekurangan bahan pangan, serta 3,2 juta anak dan 700 ribu wanita hamil menghadapi masalah malnutrisi akut. Sidang tersebut menekankan bahwa masyarakat internasional khususnya negara-negara anggota OIC bertanggung jawab untuk mendukung Afghanistan mengentaskan kemiskinan, meningkatkan investasi di Afghanistan, menciptakan lapangan kerja, serta menyediakan bahan pangan, air bersih serta layanan dasar seperti pendidikan dan perawatan medis kepada rakyat Afghanistan. -- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/E27600DB469A4E08BB91F8D12C3149EA%40A10Live.
