Sanksi Setimbal! Manipulasi AS dengan Isu Xinjiang Bakal Sia-sia Belaka
2021-12-23 11:07:39  
http://indonesian.cri.cn/20211223/95a4801f-e279-3ced-64ff-f214d8a47015.htmlTiongkok
 baru-baru ini mengumumkan akan mengenakan sanksi setimbal terhadap Ketua 
Komisi AS untuk Kebebasan Beragama Internasional (USCIRF) Nadine Maenza, wakil 
Ketua USCIRF Nury Turkel, serta anggota USCIRF Anurima Bhargava dan James W. 
Carr. Pengenaan sanksi tersebut dilakukan pihak Tiongkok dengan merujuk kepada 
UU Anti Sanksi Asing sebagai tanggapan terhadap sanksi ilegal AS kepada empat 
pejabat Tiongkok dengan alasan apa yang disebut masalah hak asasi manusia di 
Xinjiang.



Tiongkok melakukan sanksi setara tersebut tidak hanya telah membela kedaulatan, 
keamanan dan kepentingan pembangunan Tiongkok, juga telah membela prinsip tidak 
mengintervensi urusan intern dan prinsip kesetaraan kedaulatan, serta 
memperlihatkan sikapnya yang tegas menentang hegemonisme dan politik kekuasaan.

Apa yang disebut sanksi oleh AS kepada personel terkait Tiongkok sama sekali 
berbasis kebohongan dan informasi palsu tanpa disertai bukti apa pun. Untuk 
sementara waktu yang lama, Tiongkok sudah berulang kali membeberkan esensi 
diambilnya tindakan preventif pemberantasan terorisme serta fakta kemakmuran 
yang terjadi Xinjiang, akan tetapi, para politikus AS selalu pura-pura membisu 
dan nekat membuat kabar palsu dengan bertolak dari tujuan politik, bahkan tak 
segan-segan mempekerjakan “pemain’ untuk melakoni satu demi satu lelucon “HAM 
palsu” demi terwujudnya hegemoni AS. Mereka melakukan pemfitnahan terhadap 
Tiongkok hanyalah untuk mengekang perkembangan dan kemajuan Xinjiang, serta 
mewujudkan tipu muslihatnya yang jahat untuk membendung perkembangan Tiongkok 
dengan isu Xinjiang.



Akan tetapi, bagaimana pun AS berupaya memfitnah dan menyebarkan kebohongan, 
fakta dan kenyataannya tidak akan ditutup-tutupi. Di Xinjiang, kaum Muslim 
secara rutin melakukan ibadah di Masjid atau di rumahnya dengan dilindungi oleh 
hukum. Banyak orang yang pernah berkunjung ke Xinjiang sudah menyaksikan 
perbaikan terus tempat ibadah di Xinjiang. Di Masjid setempat secara merata 
dilengkapi fasilitas air bersih dan listrik serta layanan telekomunikasi, di 
samping itu ada pula layanan medis, layanan informasi melalui layar serta alat 
pendingin atau AC, sehingga sangat memudahkan kegiatan ibadah para penganut 
agama.

Terkait masalah Xinjiang, pemerintah Tiongkok selalu berpendirian yang tegas, 
yakni sekali-kali tidak akan membiarkan kekuatan asing mana pun melakukan 
intervensi. Intrik apa pun yang ingin mengekang perkembangan Tiongkok dengan 
isu Xinjiang pasti akan gagal. AS harus sedini mungkin mencabut apa yang 
disebut sanksi terhadap para pejabat Tiongkok, menghentikan intervensi terhadap 
urusan intern Tiongkok, termasuk urusan Xinjiang. Jika AS terus bertindak 
nekat, maka Tiongkok akan memberikan tanggapan lebih lanjut sesuai dengan 
perkembangan situasi. Diambilnya sanksi setimpal oleh Tiongkok atas sanksi AS 
justru telah memperlihatkan kebulatan hati Tiongkok untuk membela hak dan 
kepentingannya yang sah. Siapa pun tidak boleh meremehkan tekad kuat Tiongkok.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/18D72A14E29641A8B7F946ADF8347AB6%40A10Live.

Reply via email to