Kemenlu Tiongkok Imbau Komunitas Internasional Tingkatkan Bantuan kepada 
Afghanistan
2021-12-24 09:57:14  
http://indonesian.cri.cn/20211224/c834e068-eec7-b768-8af1-5259920f2bb2.htmlDewan
 Keamanan PBB meluluskan resolusi terkait bantuan kemanusiaan Afghanistan pada 
hari Rabu lalu (22/12).



Terkait hal tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian 
dalam jumpa pers Kamis kemarin (23/12) mengatakan, Dewan Keamanan PBB pada hari 
Rabu lalu, secara bulat meluluskan Resolusi no. 2615 terkait masalah bantuan 
kemanusiaan Afghanistan. Duta Besar Tetap Tiongkok untuk PBB Zhang Jun telah 
memaparkan pendirian Tiongkok secara menyeluruh.



Sebagai tetangga baik dan teman tulus Afghanistan, Tiongkok sangat 
memperhatikan situasi kemanusiaan Afghanistan, dengan berbagai cara membantu 
Afghanistan menyelesaikan kesulitan kehidupan rakyat, sementara itu, juga 
mendukung PBB memainkan peranan koordinasi yang lebih besar, dan mengimbau para 
mitra internasional meningkatkan bantuan kepada Afghanistan.



Tiongkok selalu berpendapat, pada dasarnya, bantuan kemanusiaan kepada 
Afghanistan tidak melanggar resolusi terkait Dewan Keamanan PBB, dalam keadaan 
apa pun, bantuan kemanusiaan tidak boleh bersyarat, juga tidak boleh 
dipolitisasi. DK PBB harus memainkan peranan konstruktif dalam masalah bantuan 
kemanusiaan Afghanistan. Berbagai aksi harus dapat menjelaskan keraguan, 
bermanfaat untuk mengadakan bantuan kemanusiaan kepada Afghanistan secara tepat 
waktu, lancar dan tanpa halangan. Akan tetapi, dalam proses pembahasan resolusi 
ini, sejumlah anggota DK mengajukan ketentuan batas waktu, skala bantuan dan 
mekanisme laporan yang rumit, memberikan pembatasan dan syarat terhadap bantuan 
kemanusiaan Afghanistan, hal ini telah menyimpang dari tujuan semula. Maka, 
Tiongkok selalu bersikap konstruktif dalam berkonsultasi dan mengajukan usulan 
perbaikan. Pada akhirnya, resolusi menerima masukan Tiongkok. DK secara bulat 
meluluskannya dan memberikan penjelasan masalah krusial, memberikan dasar hukum 
yang jelas untuk terus memberikan bantuan kemanusiaan pada Afghanistan.



Zhao Lijian menyatakan, kita juga harus memperhatikan bahwa sejak bulan Agustus 
tahun ini, situasi Afghanistan mengalami perubahan nyata, sebanyak 39 juta 
orang Afghanistan sedang menghadapi krisis kemanusiaan. AS dan NATO harus 
bertanggung jawab terhadap situasi Afghanistan saat ini, harus mawas diri, dan 
segera mencairkan aset Afghanistan di luar negeri, bersama dengan komunitas 
internasional membantu Afghanistan memulihkan ekonomi dan pembangunannya, serta 
mengurangi kesulitan yang dihadapi rakyat Afghanistan.





Berbisnis dengan Tiongkok, Mendorong Dunia Lebih Indah
2021-12-23 11:11:11  
http://indonesian.cri.cn/20211223/fd0e5b20-baa3-e9b3-b7b4-1ac5be5e2002.html

Yuvel Ben Sadeh—Ketua Kamar Dagang Israel untuk Tiongkok

Jika mau mengenal Tiongkok, Anda seharusnya memahami Repelita dalam bahasa 
Mandarin, artinya rencana lima tahun yang direncanakan oleh Tiongkok terkait 
dengan pembangunan penting nasional, distribusi tenaga produktif serta hubungan 
proporsi penting dengan perekonomian nasional. Repelita tidak hanya menetapkan 
pedoman dan arah perkembangan ekonomi nasional dalam jangka panjang, tapi juga 
memberikan pemikiran yang cermat dan tujuan yang ditetapkan pada setiap tahap.

Dewasa ini, Tiongkok sedang berupaya untuk mewujudkan inovasi mandiri, 
mengembangkan pasar domestik, demi mengurangi andalan akan ekonomi Barat, dan 
terus memenuhi kebutuhan rakyat terhadap kehidupan indah. Benar, berbeda dengan 
distorsi media Barat, Tiongkok sangat mementingkan rasa untung rakyatnya, yaitu 
Tiongkok menanam banyak dana di bidang pendidikan, tingkat melek huruf di 
Tiongkok telah melampaui 97%; pemerintah Tiongkok dengan sekuat tenaga 
memperluas lapangan kerja dan meningkatkan upah minimum kota; meningkatkan 
pembangunan infrastruktur kesehatan, mengintensifkan pelayanan medis; Tiongkok 
juga dengan aktif menanam investasi di bidang pembangunan infrastruktur. Coba 
bayangkan, naik kereta api cepat di Tiongkok sama mudahnya seperti naik taksi 
di Israel.

Israel adalah ‘laboratorium’ teknologi tinggi di dunia, namun terbatasi oleh 
skala pasarnya, sedangkan Tiongkok adalah pasar yang raksasa dan terus 
berkembang, dan membutuh lebih banyak pengetahuan dan teknologi. Orang Tiongkok 
memandang penting pengetahuan dan pendidikan secara tradisional, ini sebabnya 
kenapa Tiongkok selalu menjunjung tinggi kebudayaan “teknologi memutuskan 
perkembangan, kerja sama mewujudkan menang bersama”.

Kedua negara akan segera merayakan genap 30 tahun penggalangan hubungan 
diplomatik Israel-Tiongkok, ini merupakan tonggak sejarah penting. Selama 30 
tahun ini, orang Tiongkok terus belajar dan mencapai kemajuan, orang Tiongkok 
mengejar kehidupan indah dan berupaya keras untuk merealisasinya. Dengan latar 
belakang itulah, kalangan bisnis Israel berkembang pesat di Tiongkok dan 
mewujudkan menang bersama. Ekonomi dunia yang dipimpin oleh negara-negara Barat 
yang mementingkan profit mulai mundur dari panggung sejarah, aturan permainan 
sekarang ialah inovasi, dan jelas sekali perkembangan putaran baru ini akan 
dipimpin oleh Tiongkok.


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BC410B00C4EE42DB8460A6D96BEDFE58%40A10Live.

Reply via email to