Dipimpin Giring, PSI Kehilangan Arah?I76 - Tuesday, January 4, 2022 23:00
https://www.pinterpolitik.com/in-depth/dipimpin-giring-psi-kehilangan-arah
 
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (kiri) dan 
sekretaris jenderal Raja Juli Antoni membantu musisi Giring Ganesha mengenakan 
jaket PSI di markas partai di Jakarta. (Foto: thejakartapost.com)
7 min read

Polemik antara Giring dan Anies, menghadirkan banyak sensasi. Giring sebagai 
Ketum PSI mulai disangsikan kepemimpinanya. Bisakah Giring membawa PSI menembus 
DPR, prestasi yang belum diraih Ketum PSI sebelumnya, ataukah malah PSI akan 
kehilangan arah?


--------------------------------------------------------------------------------

PinterPolitik.com

Fenomena politik yang hadirkan perseteruan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 
dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha, layaknya 
fenomena bola pingpong. Di antara keduanya seolah saling lempar bola 
bergantian, diikuti oleh riuh warganet yang menyaksikan pingpong bergulir di 
antara keduanya.

Setelah Giring menyinggung Anies pada pidato HUT ke-7 PSI, sekarang giliran 
Giring yang disinggung oleh warganet. Terkait status drop out (DO) Giring dari 
Paramadina yang jadi viral di media sosial Twitter. Sebuah screenshot atau 
tangkapan layar, menampilkan Giring dikeluarkan dari Prodi Ilmu Hubungan 
Internasional Universitas Paramadina.

Merespons hal itu, Giring melalui akun Instagram resminya memberi penjelasan. 
Saat itu, dia dihadapkan pada dua pilihan, yaitu berkuliah atau membangun 
karier musik bersama grup band Nidji.

Ariyo Bimmo, Juru Bicara PSI, menilai tak ada yang salah dari latar belakang 
pendidikan Giring yang pernah DO dari Universitas Paramadina. Menurutnya, DO 
dari bangku kuliah merupakan hal yang biasa dalam kehidupan anak muda, karena 
sejumlah tokoh besar pun tercatat pernah DO, seperti pendiri Facebook Mark 
Zuckerberg dan pendiri Microsoft Bill Gates.

Lebih lanjut, Ariyo mengaku heran dan berharap pernyataan Giring soal 
“Pembohong Pecatan Jokowi' ditanggapi proporsional, bukan menyerang pribadinya.

Well, terlepas dari keriuhan akibat pernyataan giring, yang patut ditanyakan 
adalah, apa yang melatarbelakangi pidato Giring? Pertanyaan seperti ini wajar, 
karena sebagai seorang pimpinan partai politik, harusnya Giring memperlihatkan 
pola komunikasi yang lebih elegan.

Poin tersebut kemudian melahirkan sebuah tanya tentang raison d'etre dari PSI, 
sebagai partai muda yang progresif. Harusnya, PSI dapat menggambarkan sikap 
progesif sebagaimana yang pernah dicontohkan partai-partai progresif terdahulu.

Lantas,  seperti apa partai progresif yang pernah ada di Indonesia?



Baca juga: Kritik Anies, Giring "Gali Kubur"?


  
PSI Partai Progresif?
Dalam literasi ilmu politik, aliran progresif diidentikkan dengan paham politik 
yang liberal. Ide ini mengandaikan bahwa perubahan atau kebaruan harus 
dilakukan dalam tatanan masyarakat, dengan kata lain, ide ini sangat menolak 
status quo yang telah membudaya.

Sebuah realitas yang tidak dapat dipungkiri, bahwa konstruksi budaya politik 
konservatisme dalam budaya lokal dan agama memang membuat progresivisme 
mengalami benturan di negara ini. Progresif yang berdiri pada spektrum ideologi 
berlawanan dengan konservatisme. Progresif menginginkan banyak perubahan.

Gerakan progresif juga sering disejajarkan dengan kelompok sayap kiri dalam 
politik. Dalam politik, progresivisme percaya pada nilai-nilai kesamaan 
kesempatan (meritokrasi), demokrasi, kebebasan, keadilan sosial, kerja sama dan 
adanya saling ketergantungan.

Karena namanya gerakan kebaruan, setiap masa memiliki gerakan progresifnya 
masing-masing. Mulai dari Immanuel Kant pada abad pencerahan (renaissance) 
hingga Vladimir Lenin dengan revolusi Bolshevik. Atau dari kaum Hegelian di 
Jerman hingga gerakan reformis abad 20 di Amerika Serikat, progresivisme 
mengambil bentuk dalam masyarakat yang terus berubah-ubah

Pada tahun 1920-an, gerakan progresif Indonesia muncul dan dimotori oleh 
Soekarno, Hatta, dan Syahrir. Tahun 1945, muncul juga tokoh progresif seperti 
Wikana. Sementara tahun 1998, ada Budiman Sudjatmiko, Wiji Thukul, hingga Nezar 
Patria. Semuanya lahir dengan konsep progresivisme dan tidak jarang bermuara 
pada lahirnya partai politik.

Harapan akan adanya gerakan kebaruan, khususnya dalam bidang politik, memang 
muncul ke permukaan di awal kehadiran PSI. Sejak dideklarasikan, PSI memang 
membawa cita-cita perubahan, ini yang membuat partai berlogo tangan menggenggam 
bunga dianggap sebagai bagian dari gerakan kebaruan politik nasional.

Hal itulah yang mungkin membuat istilah progresif digunakan sebagai jargon 
kampanye politiknya. PSI menganggap status quo pemerintahan yang berkuasa satu 
dekade terakhir membuat masyarakat tidak bisa menikmati kesejahteraan secara 
penuh.

Politik nasional juga terkungkung dalam sistem kartel partai, membuat korupsi 
dengan segala macam persoalan yang berhubungan dengannya menjadi sulit 
dibendung. Kondisi politik nasional juga disandera oleh segelintir elite 
politik, membuat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap parpol terus tergerus.

Namun, PSI di era Jokowi dinilai berbagai pihak seperti kehilangan arah 
progresif. Alih-alih melawan arus kekuasaan, PSI dilihat ikut terlibat pada 
orkestra kekuasaan saat ini. Dalam sikap kepartaian dapat dilihat, bahwa PSI 
merupakan partai yang tampak begitu seayun dengan pemerintah, serta mendukung 
setiap kebijakan pemerintah.

Pemimpin gerakan progresif hampir seluruhnya adalah para intelektual 
terpelajar, sebagai contoh dapat kita lihat dari Soekarno, Hatta, dan Syahrir 
di era awal kemerdekaan. Mereka punya wawasan yang luas dan punya kemampuan 
retorika yang argumentatif.

PSI diharapkan mencontoh kepemimpinan para tokoh yang disebut di atas. Hal ini 
sebagai ikhtiar untuk menjaga marwah PSI sebagai partai progresif. Hal ini 
mengandaikan bahwa kepemimpinan ketua umum dapat jadi salah satu indikator 
sukses tidaknya sebuah partai.

Lalu, apakah di masa sebelum kepemimpinan Giring, yaitu Grace Natalie, PSI 
lebih baik dibanding saat ini?



Baca juga:  Giring, Capres Penyelamat PSI?

 
  
Kepemimpinan Grace dan Giring
Kepemimpinan merupakan suatu topik bahasan yang klasik, namun tetap sangat 
menarik untuk diteliti karena sangat menentukan berlangsungnya suatu 
organisasi. Kepemimpinan itu esensinya adalah pertanggungjawaban, sebuah 
akuntabilitas atas sukses dan tidaknya sebuah organisasi.

Begitu juga dengan PSI, jika kita bandingkan kepemimpinan Grace dan Giring, 
maka kita akan melihat sejauh mana PSI berkembang melalui kepemimpinan 
nahkodanya. Dan hal ini juga yang akan melihat bagaimana pemimpin mampu 
merealisasi tujuan partai dan menegakkan prinsip progresif yang merupakan 
raison d'etre dari PSI.

Di benak berbagai pihak, mungkin muncul pertanyaan, kenapa Giring yang jadi 
nahkoda PSI? Kenapa bukan Raja Juli Antoni atau kader senior lainnya? Banyak 
pengamat menilai, Giring dipilih karena PSI ingin mengambil ceruk suara dari 
pendukung budaya populer.

Ahmad Khoirul Umam, Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic 
Affairs (Indostrategic),  menilai PSI di bawah kepemimpinan Grace Natalie dan 
Sekjen Raja Juli Antoni, mampu membangun akar politik dengan baik. Meski belum 
bisa melampaui parliamentary threshold 4 persen, namun PSI sudah memiliki 
sel-sel politik di daerah yang siap berkompetisi lebih lanjut di 2024.

Prestasi Grace setidaknya ada dua. Pertama, mampu melahirkan PSI sebagai partai 
baru yang mengusung isu-isu milenial dan narasi progresif. Kedua, mampu membuat 
partai ini terdaftar dan ikut pemilu, meski hasil akhir pemilu menempatkan PSI 
tidak bergabung di parlemen.

Apa yang dihasilkan Grace sebenarnya juga menjadi beban Ketum saat ini, yakni 
Giring. Ia memikul beban eksistensi PSI di pundaknya. Kepemimpinan Giring akan 
menentukan nasib PSI ke depan. Mampukah Giring membawa PSI menembus DPR, 
prestasi yang belum diraih Ketum PSI sebelumnya, Grace Natalie.



Baca juga:  Menyoal Janji Giring Menuju 2024


Ahmad Khoirul Umam dalam kesempatan yang lain, melihat pola komunikasi politik 
Giring cenderung mengarah ke sensasi. Sebagai politisi, sikap politik Giring 
belum menunjukkan karakter yang matang. Pola komunikasi politik yang digunakan 
masih cenderung berusaha menciptakan sensasi dan ledakan isu, dengan statement 
kritis dan suara sumbang terhadap isu.

Menurutnya, harusnya Giring mengurangi statement yang dapat buat riuh di depan 
publik. Sebagai saran, Giring yang juga masih dalam kategori baru memimpin PSI 
dan belum punya pengalaman memimpin partai, sebaiknya lebih  fokus menjadikan 
PSI sebagai partai modern.

Parpol modern yang dimaksud, yaitu parpol yang sudah pasti memiliki ciri-ciri 
di antaranya dapat menjalankan fungsi-fungsi parpol sesuai dengan tuntutan 
demokrasi seperti rekrutmen, kaderisasi, artikulasi kepentingan, dan pendidikan 
politik.

Selain itu, harus mampu menjalankan kegiatan parpol secara efektif dan efisien, 
serta memunyai sumber-sumber dana yang memadai. Parpol memainkan peranan 
penting dalam demokrasi karena parpol adalah penyalur aspirasi rakyat dan 
lembaga yang mempersiapkan wakil rakyat atau pemimpin politik.

Seperti apa manajemen yang pas untuk PSI, hal itu akan kembali pada kreativitas 
dan juga kemampuan PSI untuk mampu mengagregasi dan mengartikulasi kepentingan 
para konstituennya di lapangan.

Di titik ini, Giring tampaknya perlu mengevaluasi gaya komunikasi politiknya. 
Pasalnya, mempertimbangkan kalkulasi budaya pemilih Indonesia, yaitu masyarakat 
yang masih rentan akan statement kritis, akan membuat pernyataan Giring rentan 
ditafsirkan sebagai ujaran kebencian. Ini sekiranya dapat memberi preseden 
negatif bagi PSI dan dikhawatirkan semakin jauh bersaing dengan partai lain 
yang telah eksis.

Dibanding eksis dengan mencari sensasi seperti yang dilakukan Giring saat ini, 
harusnya PSI merubah haluan kemudi dengan memodernisasi sistem kepartaian, 
kemudian memperlihatkan pembawaan Giring yang baru sebagai Ketua Umum PSI. (I76)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/AE86610711674A429BBA221FBE910DE7%40A10Live.

Reply via email to