Mengapa Kehadiran Tesla di Xinjiang Membuat Panik Politikus AS?
2022-01-07 12:13:52  
http://indonesian.cri.cn/20220107/703158e1-388b-a852-3e53-20f857425564.htmlKarena
 membuka sebuah ruangan pameran di Xinjiang, Tiongkok baru-baru ini, perusahaan 
mobil Tesla AS mengalami serangan dari politikus-politikus AS. Jubir Gedung 
Putih Jen Psaki mengancam Tesla akan menghadapi risiko serius dari hukum, 
reputasi dan pembeli.

Pembukaan ruang pameran Tesla di Xinjiang itu sekali lagi menunjukkan bahwa apa 
yang disebut AS sebagai ‘UU Pencegahan Kerja Paksa Uyghur’ sepenuhnya adalah 
kebohongan dan lelucon. Bagi perusahaan, lingkungan bisnis adalah tanah untuk 
hidup dan berkembang. Pada tiga triwulan pertama tahun 2021, PDB Xinjiang 
meningkat 8,8 persen dibandingkan masa yang sama tahun 2020. Dari tahun 2014 
sampai tahun 2020, jumlah tenaga kerja Xinjiang bertambah dari 11,3524 juta 
orang sampai 13,56 juta orang, atau meningkat sebesar 19,4 persen. Wilayah yang 
begitu makmur mana mungkin tidak dapat menarik perhatian perusahaan lintas 
negara. Data statistik menunjukkan, antara bulan Januari-November tahun 2021, 
jumlah proyek modal asing yang terdaftar di Daerah Otonom Etnis Uyghur Xinjiang 
tercatat 17 buah.



Bagi Tesla, Xinjiang sebagai salah satu daerah terkaya sumber energinya, sumber 
tenaga listriknya pun mempunyai daya tarik. Sebelum itu, Tesla telah membangun 
dua buah stasiun pengisian daya super di Urumqi, dan total telah membangun 7 
buah stasiun pengisian daya super di seluruh Xinjiang. Kali ini Tesla membuka 
ruangan pameran, ini akan membuat Tesla menggunakan lingkungan terbuka Xinjiang 
dengan lebih baik untuk memperoleh perkembangan yang lebih besar.

Pada hari yang sama di tahun lalu, di Gedung Kongres AS terjadi kekacauan. 
Belakangan ini, sebuah survei AS menunjukkan, 64 persen responden berpendapat 
bahwa demokrasi AS sedang berada dalam krisis dan menghadapi risiko kegagalan. 
Hal yang lebih menyedihkan bagi rakyat AS adalah, pada awal tahun ini, jumlah 
tambahan harian kasus Covid-19 di AS menerobos satu juta orang, telah mencetak 
rekor baru di dunia.



Demokrasi tipe AS telah berlubang-lubang, hak jiwa rakyat AS sulit terjamin, 
politikus AS masih memperhatikan HAM Xinjiang, ini adalah hal yang sangat 
munafik dan merupakan standar ganda.

Dari politisasi HAM sampai politisasi ekonomi, manipulasi buruk yang dimainkan 
oleh politikus AS berkali-kali terungkap oleh kenyataan. Tiongkok menasihati 
mereka untuk tidak menodai Xinjiang lagi, juga tidak menggertak para mitra 
sekutunya dan perusahaan lain untuk berpihak. Jika ingin membuat hegemoni ala 
AS harus bertanya kepada hukum ekonomi, arus jaman dan rakyat seluruh dunia, 
apakah mereka setuju?


-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/2D360B6A28B84CBF9BA77517C19F6D82%40A10Live.

Reply via email to