Yang dihebohkan dengan Ferdinand, tetapi oknom-oknom seperti ustad Abdul
Somad yang berceremah dengan mengatakan bahwa di salib  ada jin kafir dan
mengikuti ISIS atau Daesh itu bagus tidak dihebohkan oleh partai-partai
agama, bahwa pernyataan adul itu tidak pada tempatnya. Sama halnya dengan
Yahya Waloni yang menyatakan dalam ceramahnya bahwa Injil orang Kristen itu
palsu dan omong  kosong.

On Tue, Jan 11, 2022 at 1:40 AM Chan CT <[email protected]> wrote:

> GP Ansor: Ferdinand Jadi Tersangka Penuhi Rasa KeadilanSelasa , 11
> Januari 2022 | 07:08
>
> <https://www.facebook.com/sharer/sharer.php?u=/hukum/read/55801/gp_ansor__ferdinand_jadi_tersangka_penuhi_rasa_keadilan>
> https://www.sinarharapan.co/hukum/read/55801/gp_ansor__ferdinand_jadi_tersangka_penuhi_rasa_keadilan
> <https://www.pinterest.com/pin/create/button/>[image: GP Ansor: Ferdinand
> Jadi Tersangka Penuhi Rasa Keadilan]
> Sumber Foto Antara/Reno Esnir
> Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean berjalan saat tiba
> untuk menjalani pemeriksaan di Bareskirim Mabes Polri, Jakarta, Senin
> (10/1/2022).
> Listen to this
>
> JAKARTA - Ketua GP Ansor, Luqman Hakim mendukung langkah kepolisian yang
> telah menahan dan menetapkan tersangka pegiat sosial media Ferdinand
> Hutahaean terkait dugaan kasus ujaran kebencian.
>
> Ferdinand ditahan oleh polisi usai dinyatakan sebagai tersangka pada Senin
> (10/1/2022). Dia sempat diperiksa 11 jam sebelum menjadi tersangka.
>
> "Langkah cepat dan tegas polisi ini saya harapkan dapat memenuhi rasa
> keadilan masyarakat. Sehingga dapat dicegah potensi meluasnya kegaduhan
> publik yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat," kata Luqman dalam
> keterangannya di Jakarta, Selasa (11/1/2022).
>
> Luqman meminta kepada masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan
> kasus tersebut kepada pihak Polisi. Namun, harus tetap menjunjung tinggi
> asas praduga tak bersalah."Tanpa menghakimi terlebih dahulu, hingga kelak
> putusan pengadilan dijatuhkan," katanya.
>
> Tak hanya itu, Luqman berharap polisi bisa memberikan kesempatan kepada
> Ferdinand untuk mendapatkan bimbingan agama Islam. Terlebih, yang
> bersangkutan mengklaim telah memeluk agama Islam atau mualaf pada 2017
> lalu."Supaya yang bersangkutan dalam mendalami dan melaksanakan ajaran dan
> syariat Islam," tuturnya.
>
> Dia juga mengajak kepada seluruh masyarakat lebih bijaksana menggunakan
> media sosial ke depannya."Agar kemajuan teknologi informasi ini menjadi
> sumbangan bagi perbaikan peradaban manusia," ucapnya seperti dikutip
> *CNNINdonesia.com*.
>
> Ferdinand dalam akun *Twitter*-nya @FerdinandHaean3 sempat mencuit
> "Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku
> luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu
> dibela". Namun, cuitannya itu diakui Ferdinand telah dihapus di sosial media
>  *Twitter*-nya.
>
> Ferdinand mengklaim cuitan itu dibuat karena pergumulan pribadinya yang
> tengah menderita penyakit menahun. Penyakit itu sangat mempengaruhi
> kesadarannya. Alhasil, pelbagai pihak mengkritik keras cuitan tersebut.
> Bahkan, beberapa pihak telah melaporkan Ferdinand ke pihak kepolisian.(*)
>
> --
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
> https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DBCE448577BC4E498FB4AB4B2BFBA8FE%40A10Live
> <https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DBCE448577BC4E498FB4AB4B2BFBA8FE%40A10Live?utm_medium=email&utm_source=footer>
> .
>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CH2vD%2B1vfmZz6%2B%2B01oBA3F1ZcZfB2%3D8VgK2uWJjJLAXw%40mail.gmail.com.

Reply via email to