Ada betulnya juga, pengadilan untuk membuktikan Allah kuat atau lemah, tentu 
harus lebih dahulu bisa membuktikan keberadaan Allah atau TUHAN! Jadi, penginin 
tahu bagaimana hasil keputusan Pengadilan di Itali itu? Ada yang bisa kasih 
informasi, ...?

Tapi, saya juga lebih tertarik dengan sekelompok agamis di Indonesia, yang 
nampaknya terlalu sensitif/peka terhadap pernyataan atau kata-kata yang keluar 
dari kelopok lain, sementara ustad yang justru bukan hanya menghina tapi 
menghujat dan memaki-maki Agama lain dibiarkan saja, ...!!! Barangkali itulah 
sebab mengapa Ferdinad mengatakan: "Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus 
dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku 
selalu dan Allahku tak perlu dibela". Entah nanti bagaimana Pengadilan 
membuktikan pernyataan begitu bisa dituduh “Menghina Agama dengan merendahkan 
Allahmu!” Bagaimana HUKUM ditegakkan dengan baik dan adil di Indonesia yang 
beragam!



From: BILLY GUNADIE 
Sent: Tuesday, January 11, 2022 2:50 PM
To: [email protected] ; Chan CT 
Cc: GELORA45_In 
Subject: Re: [GELORA45] GP Ansor: Ferdinand Jadi Tersangka Penuhi Rasa Keadilan

Apakah pengadilan akan membuktukan bahwa Allah itu tidak lemah? Allah yang kuat 
yang bagaimana.? 
Pengadilan Di itali pernah mengalami perkara keberadaan Tuhan.....


Sent from Rogers Yahoo Mail on Android


  On Mon., Jan. 10, 2022 at 11:31 p.m., Sunny ambon
  <[email protected]> wrote:

  Yang dihebohkan dengan Ferdinand, tetapi oknom-oknom seperti ustad Abdul 
Somad yang berceremah dengan mengatakan bahwa di salib  ada jin kafir dan 
mengikuti ISIS atau Daesh itu bagus tidak dihebohkan oleh partai-partai agama, 
bahwa pernyataan adul itu tidak pada tempatnya. Sama halnya dengan Yahya Waloni 
yang menyatakan dalam ceramahnya bahwa Injil orang Kristen itu palsu dan omong  
kosong.  

  On Tue, Jan 11, 2022 at 1:40 AM Chan CT <[email protected]> wrote:

    GP Ansor: Ferdinand Jadi Tersangka Penuhi Rasa Keadilan
    Selasa , 11 Januari 2022 | 07:08 
    
https://www.sinarharapan.co/hukum/read/55801/gp_ansor__ferdinand_jadi_tersangka_penuhi_rasa_keadilan
     
    Sumber Foto Antara/Reno Esnir
    Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean berjalan saat tiba 
untuk menjalani pemeriksaan di Bareskirim Mabes Polri, Jakarta, Senin 
(10/1/2022).
    Listen to this
    JAKARTA - Ketua GP Ansor, Luqman Hakim mendukung langkah kepolisian yang 
telah menahan dan menetapkan tersangka pegiat sosial media Ferdinand Hutahaean 
terkait dugaan kasus ujaran kebencian.

    Ferdinand ditahan oleh polisi usai dinyatakan sebagai tersangka pada Senin 
(10/1/2022). Dia sempat diperiksa 11 jam sebelum menjadi tersangka.

    "Langkah cepat dan tegas polisi ini saya harapkan dapat memenuhi rasa 
keadilan masyarakat. Sehingga dapat dicegah potensi meluasnya kegaduhan publik 
yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat," kata Luqman dalam keterangannya 
di Jakarta, Selasa (11/1/2022).

    Luqman meminta kepada masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan 
kasus tersebut kepada pihak Polisi. Namun, harus tetap menjunjung tinggi asas 
praduga tak bersalah."Tanpa menghakimi terlebih dahulu, hingga kelak putusan 
pengadilan dijatuhkan," katanya.

    Tak hanya itu, Luqman berharap polisi bisa memberikan kesempatan kepada 
Ferdinand untuk mendapatkan bimbingan agama Islam. Terlebih, yang bersangkutan 
mengklaim telah memeluk agama Islam atau mualaf pada 2017 lalu."Supaya yang 
bersangkutan dalam mendalami dan melaksanakan ajaran dan syariat Islam," 
tuturnya.

    Dia juga mengajak kepada seluruh masyarakat lebih bijaksana menggunakan 
media sosial ke depannya."Agar kemajuan teknologi informasi ini menjadi 
sumbangan bagi perbaikan peradaban manusia," ucapnya seperti dikutip 
CNNINdonesia.com.

    Ferdinand dalam akun Twitter-nya @FerdinandHaean3 sempat mencuit "Kasihan 
sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, 
maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela". Namun, 
cuitannya itu diakui Ferdinand telah dihapus di sosial media Twitter-nya.

    Ferdinand mengklaim cuitan itu dibuat karena pergumulan pribadinya yang 
tengah menderita penyakit menahun. Penyakit itu sangat mempengaruhi 
kesadarannya. Alhasil, pelbagai pihak mengkritik keras cuitan tersebut. Bahkan, 
beberapa pihak telah melaporkan Ferdinand ke pihak kepolisian.(*)

    -- 
    Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
    Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, 
kirim email ke [email protected].
    Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/DBCE448577BC4E498FB4AB4B2BFBA8FE%40A10Live.

  -- 
  Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
  Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
  Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CH2vD%2B1vfmZz6%2B%2B01oBA3F1ZcZfB2%3D8VgK2uWJjJLAXw%40mail.gmail.com.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/BFE32F5961BB436FBB1828BCD1A75F13%40A10Live.

Reply via email to