Sisi Lain Hubungan SBY-Megawati
Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 06:54 WIB

Megawati (Foto: 20detik)

Jakarta - Kebersamaan Megawati Soekarnoputri dengan Susilo Bambang Yudhoyono 
(SBY) memang jarang terlihat. Bahkan mereka sempat dikabarkan memiliki hubungan 
yang kurang baik.
Namun ternyata ada sisi lain dari Megawati terhadap SBY. Megawati meminta 
kadernya untuk tidak interupsi saat sidang tahunan di era presiden SBY. Bahkan 
Megawati mengancam pemecatan kepada kadernya yang melanggar perintah tersebut.

Hal itu diungkap eks Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung dalam acara diskusi 
bertajuk "Sikap Hidup Merawat Pertiwi". Acara ini sekaligus perayaan hari jadi 
Megawati ke-75.


Sejumlah tokoh menyampaikan kesan terhadap Megawati, salah satunya Pramono 
Anung. Dia mengatakan Megawati merupakan sosok yang tegas kepada kadernya.

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Sekretaris Kabinet ini lantas mengambil contoh ketegasan Megawati yang melarang 
kadernya di parlemen interupsi dalam sidang tahunan SBY di gedung DPR. Pramono 
mengatakan Megawati melarang rencana itu.

"Jadi seperti yang saya sampaikan di dalam maupun di luar kekuasaan Bu Mega 
selalu mengajarkan konstitusi. Bahkan pernah kejadian di tahun 2005 atau 2006 
waktu itu teman-teman akan melakukan interupsi pada sidang 17 Agustus pada 
waktu Presiden menyampaikan nota keuangan," kata Pramono, Minggu (24/1/2022).

Baca juga:
Cerita Megawati Ancam Pecat Kader Interupsi SBY di Sidang Tahunan

Megawati kata Pramono sangat marah dengan adanya rencana itu. Megawati lantas 
mengeluarkan ancaman akan pecat kader yang akan tetap interupsi.

"Ibu marah sekali dan memberikan perintah pada waktu itu, saya masih Sekjen, 
siapapun yang melakukan interupsi kepada Presiden waktu itu Pak SBY saya akan 
pecat saat itu juga," katanya.

Simak selengkapnya di halaman berikut


Saksikan Video 'Cerita Megawati Pernah Ancam Pecat Kader Interupsi saat Sidang 
Era SBY':







Pramono mengatakan alasan Megawati melarang interupsi karena untuk menjaga 
marwah konstitusi. Megawati menilai boleh saja sikapnya di parlemen berbeda 
pandangan, namun tetap dia menuntut kader untuk mematuhi konstitusi.

"Kenapa itu dilakukan karena beliau menjaga marwah konstitusi. Kita boleh 
berbeda pendapat kita boleh berseberangan tapi kita patuh taat tunduk pada 
konstitusi, itu menjadi hal yang selalu diajarkan Bu Mega," ujarnya.

"Termasuk saat ini, selain memberikan dukungan penuh kepada pemerintah tentunya 
dalam hal-hal tertentu kalau ada yang dianggap kebijakan tidak bener kita juga 
harus bisa memberikan kritik dan memberikan alternatif untuk itu secara 
konstitusi," lanjut Megawati.

Baca juga:
Cerita Pilot soal Megawati Ikut Daratkan Pesawat Hercules

Pramono mengatakan sikap tegas itu juga dirasakan sekjen lainnya Tjahjo Kumolo 
hingga Hasto Kristiyanto. Kesan Pramono terhadap Megawati yakni gaya politik 
yang tenang dan berjangka panjang.

"Saya yakin Pak Tjahjo dan Mas Hasto diajarkan hal yang sama. Politik Ibu itu 
politik tenang, jangka panjang. Tidak grudak-gruduk tidak gopoh-gopoh, jadi 
apapun yang sudah diputuskan ya akan dijalankan, bagi kita yang menjadi Sekjen 
pembantu beliau itu gampang untuk bisa menangkap apa yang menjadi keinginan 
Ibu," ujarnya.

(eva/dwia)

Baca artikel detiknews, "Sisi Lain Hubungan SBY-Megawati" selengkapnya 
https://news.detik.com/berita/d-5911333/sisi-lain-hubungan-sby-megawati.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/4FF47DAA8A154AEFB5323582CD343588%40A10Live.

Reply via email to