Pramono Anung Bongkar Rahasia Kabinet Presiden Jokowi
Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 05 Feb 2022 13:26 WIB


Jakarta - Menseskab Pramono Anung bicara buka-bukaan terkait kondisi kabinet 
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia bercerita terkait situasi di kabinet selama 
berada di pemerintahan Jokowi.
Pramono awalnya bercerita terkait dirinya yang telah menjabat sebagai Menseskab 
selama dua periode. Dia bercerita bagaimana kondisi kabinet Jokowi yang tidak 
pernah ada konflik.

"Saya, Mas Pratik, itu praktis dua orang yang nggak pernah istirahat, tapi kita 
enjoy, dan sebagai tim kerja, menurut saya ini salah satu tim kerja yang sangat 
kompak, karena praktis nggak pernah ada gesekan. Semua bisa diselesaikan dengan 
baik," kata Pramono dalam acara Podkabs yang dipandu oleh Putri Tanjung, 
seperti disiarkan di YouTube Setkab, Sabtu (5/2/2022).


Baca juga:
Kisah Jokowi dan Warga Karo: Dikirimi Jeruk, Disambut Indonesia Raya

Dia lantas berbicara bagaimana Presiden Jokowi sebagai sosok yang energik dan 
tidak pernah berhenti bekerja. Menurutnya, Jokowi memang berkeinginan 
meninggalkan sebanyak-banyaknya legacy untuk bangsa Indonesia.

"Saya melihat betul-betul Presiden pengin meninggalkan legacy banyak hal untuk 
bangsa ini. Untuk itu, kita support betul Presiden. Kalau kita sendiri tidak 
sehat, tidak kuat, tidak siapkan diri, pasti akan kedodoran, dan beliau kan 
sangat energik ya," ucap Pramono.


Kemudian, Pramono juga buka-bukaan berkaitan dengan rapat terbatas atau sidang 
kabinet yang selama ini kerap dilakukan oleh Presiden Jokowi beserta para 
menteri di kabinetnya. Dia mengungkapkan, lewat ratas itulah keputusan untuk 
negara diputuskan oleh Jokowi dengan tetap berpegang pada undang-undang.

"Jadi di tempat itulah Presiden akan memutuskan, misalnya hal yang berkaitan 
kayak kemarin, Presiden memutuskan harga minyak goreng, minyak curah menjadi Rp 
14 ribu, itu tentunya usulannya dari menterinya, dan menterinya kemudian 
menyampaikan dalam sidang kabinet, dalam rapat terbatas. Begitu Presiden 
memutuskan itu menjadi sebuah hal yang mengikat, secara peraturan 
perundang-undangan pun ada payungnya, karena sidang kabinet ada risalahnya," 
jelasnya.

"Sehingga suatu hari kalau ada gugatan, di-PTUN-kan dan sebagainya, maka kita 
punya landasan untuk itu. Jadi semua keputusan di sidang kabinet, mulai urusan 
vaksin, evaluasi PPKM, itu semua oleh presiden diputuskan dalam sidang 
kabinet," lanjutnya.

Kemudian, Pramono mengungkap rahasia bahwa Jokowi adalah satu-satunya presiden 
di Indonesia yang paling banyak mengadakan rapat. Dia bahkan menyebut, dalam 
seminggu, Jokowi bisa rapat bersama menterinya sebanyak sembilan kali.

"Pak Jokowi ini presiden yang paling banyak rapat dibanding dengan yang lain, 
dibandingkan semua presiden. Dulu kan saya lihat risalah-risalah rapat dan 
sidang-sidang yang dulu, biasanya rapatnya seminggu hanya sekali, bahkan 
sebulan hanya empat kali. Ini (Jokowi) seminggu 4, 5, 6, 7, 8, 9 kali. Itu 
bahkan kadang-kadang keputusan rapat baru tengah malam jam 2 pagi, bisa kapan 
saja, Presiden bangun 'besok saya mau putusin itu' ya udah kita siapkan," 
ujarnya.

Baca juga:
Jokowi Bagi-bagi BLT Rp 1,2 Juta di Pasar Binjai

Pramono menyebut dirinyalah yang selama ini mengatur jalannya rapat terbatas. 
Dia yang mengatur terkait materi rapat mingguan, bulanan, hingga menteri mana 
yang akan mempresentasikan terkait isu rapat kepada Jokowi.

Karena itulah, dia mengaku pernah memotong jika menteri terlalu panjang memberi 
pemaparan dalam rapat terbatas. Menurutnya, itu dilakukan karena Jokowi adalah 
sosok yang tidak senang basa-basi. Bahkan banyak menteri baru Jokowi yang kaget 
dengan cara Jokowi tersebut.

"Satu ratas itu (ketok palu) kita alokasikan waktu satu jam, Presiden adalah 
presiden yang nggak seneng basa-basi, nggak seneng menterinya ngomong terlalu 
lama, yang penting adalah substansinya apa dan apa yang harus beliau putuskan, 
bagi menteri yang baru pasti kesulitan menyesuaikan, tapi dengan perjalanan 
waktu akhirnya tahu karakter Presiden begitu, sekarang rata-rata begitu. Mereka 
presentasi 3, 4, 5 menit, kemudian minta arahan Presiden mana yang diputuskan. 
(Menteri baru) harus (adaptif), kalau nggak, percuma jadi pembantu Presiden, 
kemudian egonya mau menonjolkan dirinya, nggak bisa," ungkapnya.

(maa/hri)

Baca artikel detiknews, "Pramono Anung Bongkar Rahasia Kabinet Presiden Jokowi" 
selengkapnya 
https://news.detik.com/berita/d-5929221/pramono-anung-bongkar-rahasia-kabinet-presiden-jokowi.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/EF17F9BFA5C74EC895BAF0BBEF6DC2EA%40A10Live.

Reply via email to