Laporan dari China
Dua gerai Starbucks di China didenda Rp3 miliar
 Minggu, 13 Februari 2022 07:30 WIB
 
Arsip--Seorang warga yang memakai masker terlihat melewati Starbucks pada pagi 
hari yang sibuk di kawasan Financial Street, dit engah wabah penyakit virus 
corona (COVID-19), di Beijing, China, Kamis (16/7/2020). (REUTERS/Tingshu 
Wang/nz/djo)

Menurut video pemantau di toko, pekerja merusak, mengganti, dan menghancurkan 
label masa penyimpanan bahan makanan dan menggunakan bahan kedaluwarsa secara 
terus-menerus
Beijing (ANTARA) - Dua gerai kopi Starbucks di Kota Wuxi, Provinsi Jiangsu, 
China, dikenai denda sebesar 1,36 juta yuan atau sekitar Rp3 miliar.

Badan Pengawas Pasar Kota Wuxi menyatakan kedua gerai tersebut ditemukan 
menggunakan bahan kedaluwarsa, demikian Global Times, Sabtu.

Kedua gerai tersebut masing-masing dikenai denda 690 ribu yuan dan 670 ribu 
yuan sebagaimana pernyataan tertulis yang dirilis National Enterprise Credit 
Information Publicity System of Jiangsu.

"Menurut video pemantau di toko, pekerja merusak, mengganti, dan menghancurkan 
label masa penyimpanan bahan makanan dan menggunakan bahan kedaluwarsa secara 
terus-menerus," demikian pernyataan lembaga tersebut.

Baca juga: COVID-19, Airbnb bayar Rp4 triliun untuk tuan rumah korban pembatalan

Regulator pasar lokal melakukan investigasi di dua gerai tersebut setelah The 
Beijing News menurunkan laporan investigatif bagaimana gerai kopi berjaringan 
global asal Amerika Serikat itu melanggar aturan dan tidak memenuhi standar 
keamanan pangan.

Laporan media tersebut membuat kecewa pelanggan Starbucks di China pada akhir 
tahun lalu.

Pada Desember 2021, pihak Starbucks mengakui pelanggaran jam kerja dan telah 
meminta maaf serta berjanji akan mengevaluasi semua gerainya di China.

Sementara itu, perusahaan asal AS lainnya, Airbnb, juga telah dikenai denda 
sebesar 400 ribu yuan (Rp902 juta) oleh regulator pasar di Beijing karena 
dianggap gagal menentukan harga kamar selama masa promosi. 

Baca juga: Dongkrak pasar China, Starbucks akan gandeng Alibaba
Baca juga: Setelah Tesla, giliran Airbnb rambah Xinjiang 
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/6CA253633B164A599194217887799D74%40A10Live.

Reply via email to