Andi Widjajanto, 'Anak Kesayangan’ Megawati?D74 - Tuesday, February 22, 2022 
21:33
https://www.pinterpolitik.com/in-depth/andi-widjajanto-anak-kesayangan-megawati
 
Gubernur Lemhanas RI, Andi Widjajanto (Foto: Lab45)
7 min read

Andi Widjajanto menjadi orang sipil ke-4 yang menjabat sebagai Gubernur Lembaga 
Ketahanan Nasional (Lemhanas). Penunjukan ini mendapat sorotan lantaran Andi 
pernah didepak ketika dirinya menjabat sebagai Sekretaris Kabinet (Setkab) pada 
2014 lalu akibat hubungan politik yang panas dengan PDIP. Mengapa Andi bisa 
terpilih kembali? 


--------------------------------------------------------------------------------

PinterPolitik.com 

Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) adalah salah satu lembaga negara yang 
memiliki peran paling penting di Indonesia. Lembaga ini didirikan pada 20 Mei 
1965, dan bertugas untuk menjadi suatu lembaga pendidikan tinggi pertahanan 
untuk membentuk dan mengembangkan tenaga-tenaga pembina baik sipil maupun 
militer, pada tingkat politik strategi dan pertahanan nasional. 

Sampai saat ini, Lemhanas telah menjadi pusat pendidikan dan pengkajian 
sejumlah masalah strategis  yang berkaitan dengan pertahanan negara, termasuk 
dalam pengendalian keutuhan bangsa. Lemhanas telah menghasilkan sejumlah 
kader-kader ternama yang saat ini memegang jabatan penting dalam sektor 
pertahanan, seperti Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdurachman dan 
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Muhammad Herindra.  

Lemhanas juga menghasilkan konsep-konsep yang mewarnai kebijakan 
penyelenggaraan negara, contohnya seperti konsep geopolitik Indonesia yang 
diimplementasikan dalam doktrin Wawasan Nusantara. 

Karena perannya yang penting ini, setiap ada pemilihan Gubernur Lemhanas pasti 
mendapat sorotan. Dan perhatian publik saat ini tengah tertuju pada sosok 
bernama Andi Widjajanto, yang baru saja dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai 
Gubernur yang ke-17. Yang membuat Andi unik adalah, ia menjadi gubernur ke-4 
yang berasal dari kalangan sipil, dengan demikian muncul sejumlah pro dan 
kontra seputar pelantikan dirinya. 

Sebagai orang yang terkenal memiliki kedekatan khusus dengan Jokowi dan PDIP, 
tidak heran bila beberapa saat setelah pengumumannya dilantik sebagai Gubernur 
Lemhanas, ia langsung bertemu dengan Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati 
Soekarnoputri. Andi sendiri mengungkapkan, dia diberikan amanat oleh putri 
Sukarno tersebut agar bisa mengemban jabatan barunya sesuai Pancasila dan UUD 
1945. 

Meski begitu, ketika dulu menjabat sebagai Sekretaris Kabinet (Setkab) pada 
tahun 2014, Andi pernah ditimpa isu yang membuatnya seolah menjadi ‘antagonis’ 
bagi PDIP. Ia dianggap sebagai “Brutus” oleh politisi PDIP, Masinton Pasaribu, 
dan juga sempat beredar rumor bahwa dirinya adalah bagian dari Trio Macan 
Istana, bersama Luhut Binsar Pandjaitan dan Rini Soemarno, orang-orang yang 
dianggap sebagai sumber hambatan komunikasi antara Jokowi dan elite-elite 
partai pendukungnya. 

Oleh karena itu, panasnya situasi politik diduga kuat membuat Andi dilengserkan 
dari jabatannya sebagai Setkab pada tahun 2015. 

Ini kemudian memunculkan pertanyaan. Jika Andi pernah memiliki hubungan yang 
tidak sehat dengan partai petahana, mengapa dia bisa tiba-tiba kembali 
diberikan jabatan penting dalam pemerintahan? 

Baca juga: Mengapa Megawati “Kultuskan” Soekarno?


  
Kesayangan Megawati? 
Gestur politik yang ditunjukkan Andi yakni langsung berkontak dengan Megawati 
selepas penunjukan dirinya menjadi Gubernur Lemhanas secara gamblang 
menunjukkan bahwa ia memiliki hubungan khusus dengan Megawati.  

Well, dugaan tersebut sepertinya memang benar, karena sesuai sejarahnya media 
beberapa kali pernah mengekspos kedekatan pria yang dikenal sering memakai topi 
fedora tersebut dengan anak sang proklamator. Contohnya adalah, Andi pernah 
ditunjuk oleh Megawati untuk menjadi bagian dari Tim 11, ini adalah tim yang 
dibentuk langsung oleh Megawati Soekarnoputri.  

Salah satu tugas dari Tim 11 adalah memberi masukan kepada partai, dalam 
menentukan siapa calon presiden dan wakil presiden yang paling patut diajukan 
oleh PDIP. Lalu tim ini juga diberi tugas untuk menyusun materi kampanye 
Jokowi-Jusuf Kalla pada masa Pemilihan Presiden 2014 (Pilpres 2014). 

Selain itu, beberapa artikel berita juga pernah mengabarkan Andi diminta 
langsung oleh Megawati ‘untuk’ menempel pada Jokowi kemanapun dia pergi. 
Hal-hal seperti ini menunjukkan bahwa benar sepertinya Andi bukanlah orang yang 
sembarangan di mata Megawati. 

Lalu, mengapa mereka bisa dekat? 

Kalau kita telusuri, hubungan istimewa antara Andi dan Megawati sepertinya 
bermula dari ayahanda Andi, yaitu Theo Syafei. Rachmat Hidayat dalam artikelnya 
Theo Syafei Orang Dekat Megawati Soekarnoputri, mengatakan bahwa sang almarhum 
politisi senior PDIP itu dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Megawati. 
 

Bahkan, mantan Pangdam Udayana itu disebut sebagai sosok yang dikenal berani 
menyingkirkan orang-orang oportunis di tubuh PDIP. Ia juga pernah menjadi 
penyusun strategi pemenangan Megawati-Prabowo saat Pilpres 2009 lalu. 

Politisi PDIP, Maruarar Sirait pernah mengatakan, Theo termasuk salah seorang 
yang ikut berjuang mempertahankan PDI (cikal bakal PDIP) di masa kekuasaan Orde 
Baru. Kala itu, menurut Maruarar, tidak banyak tentara aktif saat Orde Baru 
yang berani membela Mega. Keputusan Theo untuk masuk PDIP pun sering dianggap 
sebagai penyebab gerbong mantan TNI dan Polri berduyun-duyun hijrah ke partai 
banteng. 

Bukti keistimewaan Theo bagi Mega yang paling terlihat ditunjukkan ketika Theo 
meninggal pada 29 April 2011. Kala itu, Megawati melayat langsung ke 
kediamannya dan mengungkapkan bahwa dia sangat berduka atas kepergian Theo. 
Kematiannya itu membuat Megawati merasa sangat kehilangan sosok yang penting 
baginya secara pribadi dan sebagai Ketum PDIP.  

Karena memiliki faktor kedekatan dari aspek kekeluargaan, maka tidak heran bila 
Andi didekap kembali ke kalangan pejabat petahana. Pengamat pertahanan dari 
Institute for Security and Strategic Studios (ISESS), Khairul Fahmi, menilai 
bahwa dari segi kualitas, Andi memang memiliki kualifikasi untuk mengisi posisi 
Gubernur Lemhanas.  

Tapi di samping itu, faktor kuat lainnya adalah Andi pun dapat dinilai bisa 
menjadi titik temu antara Jokowi, Mega, dan Luhut sekaligus. Hal ini karena 
ayah Andi, yakni Theo, adalah sosok militer yang besar, bahkan lebih senior 
dari Luhut. 

Selain itu, Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya juga menilai 
bahwa, belajar dari sejarah Andi yang pernah berkonflik dengan kepentingan 
partai, maka penunjukan dirinya sebagai Gubernur Lemhanas adalah hal yang 
sangat tepat. Dari fungsinya, latar belakang Andi sangat sesuai dengan pakem 
yang dibutuhkan Lemhanas.  

Kalau dilihat dari perspektif politik, dengan menjabat sebagai Gubernur 
Lemhanas, posisi Andi dinilai  kini relatif lebih aman karena tidak akan 
bersinggungan langsung dengan parpol. Dengan begitu, kecil kemungkinan Andi 
Widjajanto akan kembali digoyang oleh parpol koalisi Jokowi. 

Berdasarkan pemaparan di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa tampak 
jelas ada ‘rasa sayang’ yang istimewa antara petahana, antara Megawati dan 
Jokowi, pada Andi. Setelah bertahun-tahun sejak ia didepak dari Istana, 
akhirnya Andi kembali menjabat posisi penting. Mungkinkah ini akibat faktor 
kedekatan keluarga? Well, dugaan itu sepertinya cukup masuk akal. 

Tinggal satu pertanyaan tersisa yang perlu dijawab. Bagaimana Andi seharusnya 
memaknai kepercayaan jilid dua dari Megawati ini? 

Baca juga: Mengapa PDIP Takut Megawati Sakit?

 
  
Jangan Sampai Blunder Lagi 
Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, di balik 
pernyataan Andi yang mengatakan dirinya telah mendapatkan ‘wejangan’ dari 
Megawati setelah ditetapkan sebagai Gubernur Lemhanas yang baru, sepertinya ada 
sebuah pesan penting yang ingin disampaikan Andi. 

Pesan itu menurut Hendri adalah Andi tampak ingin mengatakan bahwa 
penunjukannya adalah berdasarkan backing-an Megawati. Hendri juga menyebut, 
Andi tampak tidak percaya diri, meski telah ditarik kembali oleh Jokowi untuk 
membantunya. Andi pun disebut seolah ingin mengamankan diri agar tidak lagi 
"digoyang" oleh tokoh-tokoh PDIP seperti yang terjadi sebelumnya. 

Inilah kemudian adalah catatan penting yang perlu dibenahi oleh Andi. Jika 
perasaan tidak percaya diri itu ada di dalam dirinya, ia harus belajar dari 
bagaimana dirinya pernah berbuat kesalahan pada saat menjadi Setkab dulu.  

Ketika dulu, alasan Andi diantagoniskan oleh sejumlah elite PDIP adalah salah 
satunya karena ia dianggap terlalu vokal memberikan pernyataan di publik. 
Sebagai contoh, Andi pernah mengatakan bahwa Indonesia masih memiliki utang 
pada badan Dana Moneter Internasional (IMF), padahal menurut pernyataan 
pemerintah, utang sebesar US$ 25 miliar yang berasal dari tahun 1998 sudah 
dilunasi Indonesia pada tahun 2006. 

Lalu, ada juga polemik tentang pidato Jokowi saat merayakan hari jadi 
Konferensi Asia Afrika (KAA) yang ke-60 pada 2015 lalu. Andi menyebutkan bahwa 
pidato yang dibacakan Presiden merupakan rumusan sejumlah pejabat di Istana. 
Hal ini memicu kemarahan dari sejumlah Relawan Jokowi, yang menilai bahwa 
pernyataan Andi tersebut telah merendahkan martabat Jokowi sebagai kepala 
negara, seakan-akan Jokowi hanya tampil di umum untuk membaca teks yang sudah 
disiapkan. 

Oleh karena itu, jika Andi ingin membuat penunjukan dirinya sebagai Gubernur 
Lemhanas sebagai redemption atau penebusan, maka Andi perlu kembali mengingat 
blunder-blundernya ini. Jangan sampai dirinya terlena akibat diberi 
kepercayaan, lalu kembali tergoda membuat pernyataan-pernyataan yang seharusnya 
dipikirkan berulang-ulang terlebih dahulu.  

Yang juga mesti jadi pembelajaran adalah, mungkin kedekatan khusus dirinya 
dengan Megawati telah menghasilkan kesempatan kedua bagi Andi. Tapi perlu 
direnungi, hal tersebut mungkin belum tentu terjadi jika mereka tidak memiliki 
sejarah kedekatan kekeluargaan yang spesial. (D74) 

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/B530F04DC3E04EADBF696B3C1CF0E76D%40A10Live.

Reply via email to