Nenek Tatiana yang sudah tidak punya otak lagi, ...! Lha, jelas-jelas yang saya
angkat dipostingkan poster “Aku PEJUANG!” itulah menunjukkan nenek ini sudah
tidak punya otak! Memang siapa yang bilang karena mempostingkan perlawanan
petani Wadas, ...!
Sekarang coba jelaskan, JUDUL tulisan/email “BUNUH DIRI sebagai AKSI PROTES”!
bukankah itu seruan provokator menghasut orang untuk ikutan BUNUH DIRI sebagai
AKSI PROTES!!! Lalu, disertai ulasan cukup panjang adanya belasan buruh Foxconn
yang BUNUH DIRI dan tuntutannya dianggap BERHASIL???
Setiap perjuangan rakyat melawan ketidak adilan, apakah itu spontan atau ada
KESALAHAN tetap harus dihargai dan dihormati! Itulah pengalaman praktek mereka,
dan setiap orang yang punya otak, ... apalagi berani menepuk dada seorang
revolusioner yang menggunakan MDH, tentu mengerti bahwa teori revolusioner itu
DATANG dari PRAKTEK, BUKAN JATUH dari langit!
Saya menampilkan pengalaman perjuangan PKT dengan pemberontakan Nan Chang dan
Mao melancarkan Pemberontakan Musim-rontok ditahun 1927 melawan penghianatan
Chiang Kaisek, yang jelas jemelas gerakan dipimpin PKT! Jelas BUKAN SPONTAN
gerakan massa, dan jelas dipimpin PKT! Hanya karena teori revolusioner ML yang
dikuasai belum menjawab revolusi Tiongkok sesuai kondisi masyarakat Tiongkok!
Setelah mengalami kekalahan demi kekalahan, baru lah Mao Zedong bisa
menyimpulkan keharusan REVOLUSI Tiongkok lebih dahulu mendirikan daerah basis
Gunung Jing Gang! Menemukan KEBENARAN “Dari Desa Mengepung Kota” untuk kondisi
Tiongkok! TIDAK BISA menjiplak begitu saja Revolusi Oktober Lenin merebut kota
besar! Itulah MDH, ... bagi orang yang punya otak!
Tiongkok sejak didirikan, 1 Oktober 1949 sudah menetapkan sebagai negara HUKUM,
... Dan, diberlakukan sampai sekarang ini! Jadi, kalau benar ada penangkapan
terhadap seseorang tentu terjadi pelanggaran yang dijatuhi sanksi HUKUM! Kalau
merasa penangkapan atas diri Meng Zhu tidak benar, tentu harus buktikan dimana
salahnya! Yang saya tahu, masalah pekerja delivery sudah beres dengan baik,
...! Atau muncul soal baru?
From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45
Sent: Wednesday, February 23, 2022 9:30 PM
To: Chan CT ; GELORA45_In
Subject: RE: [GELORA45] Bunuh Diri Sebagai Aksi Protes ( I )
. Dan saya, yang mempostingkan perlawanan petani Wadas, dia anggap “tidak punya
otak”.
Ha…ha.. ngatain orang TIDAK BISA MENANGKAP TULISAN ORANG LAIN DAN MEMUTAR
BALIK… Untuk KESEKIAN KALIANYA JUSTRU DIRINYA SENDIRI YANG DIA BELEJETI SEBAGAI
ORANG YANG TIDAK PUNYA OTAK… Kalimat di atas apa tidak jelas orang yang dia
katain tidak punya otak adalah nenek yang sangat dia benci karena sudah
bertahun-tahun memperlihatkan pengkhianatan dan pengabdian abspolut bagaikan
anjing budukan piaraan kakek Deng Xiaoping????
Tunjukkan di mana dan kapan saya mengaku diri saya atau pasang merek M-L dan
Maois???Yang selalu saya katakan adalah saya berusaha menerapkan MDH dan ajaran
Mao. Justru dirinya sendiri yang petantang petenteng pasang merek ML dan
menuntut pulang untuk bangun basis dan melakukan perang rakyat!!!
Siapa yang menyalahkan Sidik Kertapati? Nah, keliahtan lagi otaknya yang sdh
bulukan tidak bias mengerti tulisan orang. Justru saya angkat S. Kertapati yang
tahu menghargai perlawanan kaum tani walaupun itu perlawanan yang spontan dan
tidak dipimpin dan beralinasi dengan tepat. Begitulah seharusnya orang YANG
BUKAN REVISIONIS DAN BUKAN KONTREV dalam menilai perlawanan kaum tani dan
penduduk desa Wadas dan seruan Wiji Tukul. Si anjing budukan remo STT, justru
karena memang reaksioner, maka mencap poster dan seruan Wiji tukul sebagai
tidak manusiawi, etc.
Si anjing budukan mengajukan contoh perjuangan tani yang sudah dipimpin Mao, YA
JELAS BEDA SEKALI DENGAN PERJUANGAN TANI YANG MASIH BELUM DIPIMPIN OLEH TEORI
REVOLUSIONER!!! Justru anjing budukan remo STT ini yang tidak punya otak karena
mengharapkan perjuangan tani Wadas seperti perjuangan tani yang SUDAH DIPIMPIN
OLEH TEORI REVOLUSIONER…SEHINGGA DAPAT MENETUKAN STRATEGI DAN TAKTIK
PERJUANGAN!!!!Mana bisa disamakan???? Tapi, orang yang bukan reaksioner dan
bukan remo, walaupun perjuangan tani itu bersifat spontan, akan selalu
mendukung perjuangan tani . Di situlah contoh S. Kertapati yang mengangkat
perlawanan tani yang dengan mudah dikalahkan karena spontan. Dia sama sekali
tidak mencemooh atau melemparkan macam-macam cap yang menghina. Gobloknya
anjing budukan makin kelihatan..Ya namanya juga anjing yang sudah 13 tahun
hidup dan diambang kemampusan!!!
Sekarang saya dicap “menghasut bunuh diri”. Ha…ha.. semakin “kaya” saya dengan
cap-cap yang digonggongkan anjing budukan ini. Yang saya beberkan adalah
KENYATAAN DAN PRAKTEK bagaimana orang menggunakan bunuh diri sebagai expresi
dari protes dan perlawanan… Karena memang sudah nggak punya otak, maka tulisan
yang menceritakan kenyataan itu lantas dicap “menghasut bunuh diri”. Ha…ha..
dasar anjing budukan!
Anjing budukan ini tdiak pernah mengakui akan kekejaman penghisapan brutal yang
diderita kaum buruh migran. Orang yang BUKAN REAKSIONER DAN BUKAN REMO, JUSTRU
AKAN MELIHAT AKSI PROTES BURUH FOXCONN MEMBUKTIKAN BETAPA KEJAMNYA SISTIM
KERJA DAN KEHIDUPAN BURUH SEHINGGA MEREKA TIDAK MELIHAT JALAN LAIN UNTUK
MEMPROTES DAN MELAWAN KEKEJAMAN KECUALI DENGAN BUNUH DIRI!!!OLEH KARENA ITU
BURUH YANG SUDAH SADAR SEPERTI BURUH JASIC, MENUNTUT KEBEBASAN MEMBENTUK
SERIKAT BURUH INDEPENDEN!!! TAPI APA JAWABAN REZIM KAPITALIS, PENCULIKAN DAN
PENJARA!!!
Penangkapan dan pemenjaraan terjadi juga dengan MENGZHU, buruh delivery yang
berusaha mengorganisasi teman sesama buruh untuk membela hak-haknya… APA
JAWABAN REZIM XI JING PING? PENANGKAPAN DAN PENJARA!!
Masih kurang jelas?? Pasti masih belum jelas bagi anjing budukan STT! Jawab dan
lempar lagi cap-cap, biar tambah gamblang kelihatan “otak” anjing budukan yang
sedang sekarat!!
ent from Mail for Windows
From: Chan CT
Sent: Wednesday, February 23, 2022 2:21 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] Bunuh Diri Sebagai Aksi Protes ( I )
Yang saya bilang “tidak punya otak” yaa si nenek Tatiana ini, ... ulasan
dibawah justru membuktikan betul-betul sudah TIDAK PUNYA OTAK! Sudah TIDAK BISA
menangkap tulisan orang lain dan sengaja memutar balik apa yang dinyatakan
orang lain sesuai jalan pikiran otaknya itu saja!
Setiap orang yang hendak berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang diharapkan,
mutlak harus memikirkan bisa tidak dan bagaimana caranya itu bisa dicapai, ...
Poster yang diajukan nenek satu ini, “Aku adalah Pejuang! Soal KALAH atau
MENANG BUKAN URUSANKU!” jelas merupakan provokator yang TIDAK BERTANGGUNGJAWAB!
Kekejaman yang SANGAT TIDAK MANUSIAWI, ...! Mendorong orang berjuang tanpa
peduli bisa menang atau jatuh berkorban, mati konyol,...! Justru Nenek yang
mengaku dirinya ML bahkan Maois masih juga menghasut RAKYAT berjuang untuk
bunuh diri, ...! Tidak mengarahkan orang menemukan jalan dan cara berjuang
untuk MENANG, ...
Lalu, bagaimana melihat kebangkitan perjuangan rakyat? Setiap perjuangan rakyat
tentu bisa kalah atau menang, dan setiap pejuang revolusioner harus bisa
menyimpulkan pengalaman dari setiap langkah perjuangan itu, untuk maju lebih
baik dan lebih baik lagi! Begitu Mao Zedong menemukan jalan keluar yang tepat
“Dari Desa Mengepung Kota”, mendirikan daerah basis Gunung Jing Gang setelah
Pemberontakan Nan Chang dan Pemberontakan Musim-rontok di tahun 1927 menemui
kekalahan dami kekalahan! Menyimpulkan pengalaman dari kekalahan TIDAK berarti
mengutuk keberanian rakyat berjuang dengan melawan,...! Itulah yang dikatakan
kekalahan adalah guru keberhasilan! Begitulah jalan pemikiran seorang pejuang
revolusioner, .... SELALU menekankan berjuang harus menemukan jalan dan cara
untuk MENANG! BUKAN tidak peduli menang atau kalah, ... itu namanya nenek KEJAM
yang menyuruh orang bunuh diri saja! TIDAK BEDA dengan Cai Ling, komandan
lapangan Gerakan Demokrat 4 Juni di lapangan Tian An Men, yang hendak
menggunakan belasan ribu nyawa seperjuangannya merobohkan pemerintah Tiongkok!
Betul-betul kekejaman seeeitaaan-ibliiiiis!
Lalu apapula kesalahan Sidik Kertapati dalam mengungkap keberanian petani
Indramayu melawan Jepang? Memang siapa yang bilang salah dan mencemoohkan
dengan perlawanan rakyat yang spontan itu, sekalipun berakhir dengan kekalahan
dan jatuh korban??? Siapa yang bilang pengangkatan pemberontakan yang kalah itu
tidak manusiawi dan bunuh diri? Saya mengatakan, bagi setiap pejuang apalagi
berani menamakan dirinya pejuang ML-Maois harus bisa mengarahkan perjuangan
mencapai kemenangan sebagaimana diharapkan, BUKAN sekadar melawan, berjuang
asal nyeruduk saja, ...! JANGAN BUNUH DIRI! Gunakan OTAK BAIK-BAIK, berjuang
dengan cerdas dan MENANG!
Saya belajar kepada orang-orang yang sudah membuktikan dirinya dalam prak-tek
sebagai orang revolusioner sejati. Sidik Kertapati, penulis “Sekitar Proklamasi
Kemerdekaan 1945” menilai tinggi pemberontakan tani di Indramayu, 23 Oktober
1943 dan pemberontakan tani desa Sukamanah, Singaparna, 14 Febru ari 1944.
Dengan parang, golok, dan arit, mereka menyerbu dan membunuh para penguasa
Jepang. Pemberontakan itu mudah dipatahkan karena bersifat spontan, tanpa
pimpinan dan aliansi yang tepat. Namun S. Kertapati sama seka li tidak
mencemooh, apalagi menyalahkan atau melempar fitnah “provokator”, “tidak
manusiawi” atau “bunuh diri”. Itulah bedanya orang revolusioner de-ngan
pengkhianat remo seperti STT dalam menyikapi perlawanan rakyat terha- dap
ketidak adilan dan kesewenang-wenangan para penguasa.
Bunuh diri sebagai aksi protes! Nenek Tatiana ini hendak DIJADIKAN SERUAN untuk
mendorong lebih banyak orang BUNUH DIRI sebagai senjata PROTES ketidak adilan,
mati konyol??? SUNGGUH KEJAAAM, ...! Atas nama ML-Maois GADUNGAN Nenek Tatiana
memblejeti dirinya betul-betul berjiwa SETAN-IBLIS! KEJAAAAM, ...
Jelas Foxconn pengusaha Taiwan yang banyak mengerjakan Apple iPhone dan untung
besar di Tiongkok! Berhasil menggunakan kecanggihan teknologi menindas dan
menghisap keringat buruh sampai-sampai belasan buruh tidak tahan dan
bunuh-diri, ... adalah KENYATAAN yang terjadi! Tentu juga tidak salah
mengatakan bunuh-diri itu sebagai aksi PROTES ketidak adilan yang terjadi
terhadap buruh di Foxconn itu. Tapi, bagaimanapun juga bunuh-diri begitu TIDAK
BISA dibenarkan, apalagi hendak diserukan atau dianjurkan sebagai aksi
perjuangan! TIDAK BISA begitu! Apalagi dijadikan JUDUL TULISAN: Bunuh Diri
Sebagai Aksi Protes! SUNGGUH KEJAAAM, ...!
Ingat, keberhasilan tuntutan Foxconn memperbaiki sistem kerja bukan terutama
karena beberapa buruh bunuh-diri, tapi karena aksi Serikat Buruh dan sikap
tegas pemerintah Tiongkok menuntut perusahaan Foxconn menjalankan kebijakan dan
ketentuan kerja buruh, ...!
From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45
Sent: Tuesday, February 22, 2022 10:05 PM
To: 'Jonathan Goeij' via GELORA45
Subject: [GELORA45] Bunuh Diri Sebagai Aksi Protes ( I )
Bunuh Diri Sebagai Aksi Protes ( I )
Banyak cara digunakan massa rakyat untuk memanifestasikan perlawanan dan protes
terhadap ketidak-adilan sosial, penghisapan, penindasan dan kesewenang-wenangan
kelas pemegang kekuasaan anti-rakyat. Misalnya, turun ke jalan berdemonstrasi,
mengadakan rapat-rapat umum, pemogokan, mogok makan dengan konsekwensi berat
bagi kesehatan bahkan kematian. Dan yang paling menuntut keberanian adalah aksi
bunuh diri.
Sikap orang terhadap berbagai manifestasi perlawanan dan protes ini tergantung
kepada keberpihakannya. Mereka yang berpihak kepada yang berkuasa selalu
mengejek, mencemooh dan mengecilkan arti penting dari protes-protes itu.
Contohnya, anjing budukan revisionis Siauw Tiong Tjing (STT) menginter-pretasi
seruan Wiji Tukul “Hanya ada satu kata …lawan “ dan poster “Saya Pejuang” di
desa Wadas sebagai provokasi, tidak manusiawi, bahkan aksi bunuh diri. Dan
saya, yang mempostingkan perlawanan petani Wadas, dia anggap “tidak punya
otak”.
Saya belajar kepada orang-orang yang sudah membuktikan dirinya dalam prak-tek
sebagai orang revolusioner sejati. Sidik Kertapati, penulis “Sekitar Proklamasi
Kemerdekaan 1945” menilai tinggi pemberontakan tani di Indramayu, 23 Oktober
1943 dan pemberontakan tani desa Sukamanah, Singaparna, 14 Febru ari 1944.
Dengan parang, golok, dan arit, mereka menyerbu dan membunuh para penguasa
Jepang. Pemberontakan itu mudah dipatahkan karena bersifat spontan, tanpa
pimpinan dan aliansi yang tepat. Namun S. Kertapati sama seka li tidak
mencemooh, apalagi menyalahkan atau melempar fitnah “provokator”, “tidak
manusiawi” atau “bunuh diri”. Itulah bedanya orang revolusioner de-ngan
pengkhianat remo seperti STT dalam menyikapi perlawanan rakyat terha- dap
ketidak adilan dan kesewenang-wenangan para penguasa.
11 Juni 1963, Thich Quang Duc, seorang biksu buddha Vietnam membakar diri-nya
sampai mati di satu persimpangan jalan yang ramai di Saigon, untuk mem-protes
persekusi pemerintahan reaksioner dan korup Ngo Dinh Diem terhadap para
penganut Budhisme.
Terdapat banyak faktor yang membawa seseorang melakukan bunuh diri. Pe-ngalaman
traumatik, depresi serius dan penyakit mental biasa ditunjuk sebagai faktor
pendorong bunuh diri. Namun kenyataan menunjukkan bunuh diri juga dilakukan
untuk mengekspresikan kemarahan dan protes keras terhadap keti-dak adilan,
penindasan, dan persekusi kelas penguasa.
Foxconn adalah sebuah multinasional Taiwan, pemasok kontrak elektronik yang
beroperasi di Tiongkok. Beberapa sumber, antara lain BBC, Maret 2012,
menyatakan Fosconn merupakan perusahaan swasta terbesar di Tiongkok yang
mempekerjakan 1.4 juta buruh.
Sepanjang tahun 2010, 18 buruh Foxconn, berusia dari 17 sampai 25 tahun,
melakukan aksi bunuh diri. 14 orang meninggal, 4 orang menderita luka-luka yang
menyebabkan mereka lumpuh. Aksi bunuh diri ini merupakan sesuatu yang tak
pernah terjadi dalam sejarah industri Tiongkok.
Buruh Foxconn protes kondisi kerja tak berperikemanusiaan dengan loncat dari
gedung pabrik
Aneh, di zaman sosialisnya MTT yang selalu diejek oleh anjing budukan remo STT,
tidak ada aksi bunuh diri buruh. Tampaknya salah satu “keunggulan” “sosialisme
kakek Deng Xiaoping adalah lahirnya aksi bunuh diri sebagai protes terhadap
ketidak adilan dan penghisapan di Tiongkok.
Salah satu dari empat buruh yang gagal bunuh diri adalah Tian Yu. Ia lahir pada
tahun 1993, dari keluarga petani, di sebuah desa dekat kota Laohekou, di
provinsi Hubei, Tiongkok tengah. Ia dibesarkan neneknya, karena ibu bapaknya
bekerja sebagai buruh pabrik jauh dari desa mereka. Mereka terpaksa jadi buruh
karena kehidupan sebagai petani tidak bisa lagi menghidupi 6 anggota
keluar-ganya.
Tian Yu termasuk dalam 61 juta anak-anak kaum tani Tiongkok yang harus
dikorbankan demi pembangunan megaproyek infrastruktur, perumahan dan mall-mall
mewah yang mendorong pertumbuhan ekonomi dua digit yang sa-ngat dibanggakan
kaum revisionis serta anjing-anjing jaganya. Namun, sesuai dengan prediksi,
gelembung real estate meletus, kebangkrutan korporasi Evergrand menyeret
korporasi property estate lainnya dan perusahaan supplier gu-lung tikar.
Akibatnya buruh juga yang harus menanggung hilang pekerjaan.
17 Maret, 2010, kira-kira jam 8 pagi, setelah bekerja 37 hari di Fosconn, Tian
Yu lompat dari tingkat empat asrama buruh di Shenzhen. Tiga tulang belakang,
empat tulang pinggul patah yang menyebabkan dia lumpuh dari pinggang ke bawah.
Pabrik Longhua adalah tempat kerja pertamanya dan mungkin juga yang terachir.
Tahun 1980, Shenzhen merupakan daerah ekonomi khusus pertama yang dibuka untuk
penanaman modal asing. Sejak 1988, Foxconn membangun banyak pa brik di Tiongkok
selatan.
Kondisi kehidupan dan kerja di pabrik Foxconn.
Di pusat perekrutan Foxconn, Tian Yu antri sepanjang pagi, mengisi formulir
aplikasi pekerjaan; sebuah alat pembaca elektronik mengambil sidik jarinya;
kartu penduduknya discan, dan periksa darah.
8 Februari, 2010, ia mulai bekerja sebagai buruh di jalur perakitan umum,
dengan nomer F9347140. Sore hari itu ia diberi penjelasan tentang peraturan dan
jam kerja yang berlaku di pabrik. Dia juga mendapat ‘Pedoman pegawai Foxconn”,
penuh dengan semboyan untuk meningkatkan moral pegawai, misalnya “Segera
songsong impian terindah Anda, raih kehidupan yang luar biasa. Di Foxconn, Anda
dapat memperluas pengetahuan dan mengumpulkan pengalaman. Mimpi Anda berkembang
dari sini hingga besok”.
Instruktur yang memberi orientasi kepada buruh bercerita tentang pengusaha
Steve Jobs dan Bill Gates untuk menginspirasi buruh baru. Foxconn menyebar
angan-angan menjadi kaya melalui kerja, dan kepercayaan bahwa sukses bisa
dicapai melalui kerja yang rajin.
Pabrik Longhua merupakan basis manufaktur utama Foxconn. Buruh kerja siang dan
malam. Ini adalah mata rantai pokok dalam jaringan produksi global. Perakitan
dan pengiriman produk jadi ke konsumen dunia berlangsung 24 jam sehari, 365
hari setahun. Truk kontainer dan mesin pengangkat barang bergemuruh non-stop,
melayani jaringan pabrik yang menghasilkan iPhone, iPad dan produk elektronik
lainnya. Yu menjadi bagian dari 400.000 tenaga kerja Foxconn Longhua, yang
sebagian besar, seperti dia, adalah buruh migran muda dari pedesaan, remaja
berusia belasan hingga dua puluhan.
Jalur perakitannya ada di iDPBG (Ingrated Digital Product Business Group). Ia
ti-ba terlambat pada hari pertama kerjanya karena tersesat di pabrik yang
begitu besar. Waktu habis hanya untuk menemukan lokakarya iDPBG. Terdapat
se-puluh zone dari A sampai H, J, dan L, yang dibagi lagi menjadi A1, A2, A3,
L6, L7, J20, dan seterusnya. Dibutuhkan hampir satu jam untuk berjalan dari
pintu gerbang utama selatan ke pintu gerbang utama utara, dan satu jam lagi
dari pintu gerbang barat ke pintu gerbang timur. Anak tani berumur 17 tahun,
pertama kali masuk pabrik, tidak mengerti akronim bahasa Inggris yang tertulis
di mana-mana. Tian Yu bertanggung jawab menginspeksi layar kaca untuk meli-hat
apakah ada goresan.
Jadwal Tian Yu: bangun jam 6:30 a.m, menghadiri rapat yang tak dbayar jam 7:20
, mulai kerja jam 7:40, makan siang jam 11, dan biasanya ia lewatkan makan
malam untuk kerja lembur sampai jam 19:40 p.m. Harus lapor kepada kepala jalur
15 hingga 20 menit lebih pagi. Para kepala jalur menguliahi buruh untuk
mempertahankan produktivitas tinggi, mencapai target produksi harian dan
menjaga disiplin. Tian Yu merasa tak dimungkinkan menolak kerja lembur.
Selama jam kerja, pergi ke WCpun sangat dibatasi. Jalur perakitan bekerja 24
jam non-stop. Kerja 12 jam sehari, satu hari libur tiap dua minggu, tidak
memungkinkan buruh menggunakan kolam renang atau jalan-jalan di daerah
per-tokoan di kompleks yang luar biasa besarnya itu.
Terdapat 12 grup bisnis di Foxconn. Di antaranya, iDPBG (Grup Bisnis Produk
Digital terpadu) dan iDSBG (Grup Bisnis Sistem Digital inovasi) yang secara
eks-klusif melayani Apple 87 dalam pembuatan komponen dan perakitan akhir. Grup
bisnis lainnya menyesuaikan produksi untuk Microsoft, IBM, Samsung, Amazon, HP,
Dell, Sony, dan merek-merek premium lainnya. Mereka bersaing dalam 'kecepatan,
kualitas, layanan teknik, efisiensi, dan nilai tambah' untuk memaksimalkan laba.
Model produksi di Foxconn didasarkan pada Taylorisme klasik. Proses produksi
disederhanakan begitu ekstrimnya sehingga buruh tidak membutuhkan penge-tahuan
khusus atau pelatihan untuk melakukan sebagian besar tugasnya. Teknisi dari
departemen teknik industri secara teratur menggunakan stopwatch dan perangkat
teknik terkomputerisasi untuk menguji buruh. Kalau mereka dapat memenuhi quota
yang ditentukan, segera mereka tingkatkan target semaksimal mungkin.
Di jalur perakitan iPhone, seorang buruh menjelaskan bagaimana kerjanya diukur
sampai detik yang tepat: ambil papan induk dari jalur, pindai logo,
memasukkannya ke dalam tas anti-statis, label ditempel, meletakkan kembali di
jalur. Tiap tugas membutuhkan waktu dua detik. Jadi tiap sepuluh detik dia
selesai-kan lima tugas.
Ketika produksi naik, masalah serius akan timbul jika buruh tidak dapat
memenuhi order dalam waktu yang sudah ditentukan. Di beberapa departemen di
mana buruh biasanya mengambil istirahat 10 menit, mereka yang gagal meme-nuhi
target produksi per jam tidak diizinkan beristirahat. Buruh baru, seperti Yu,
berulang kali ditegur karena dianggap bekerja 'terlalu lambat', meskipun ia
berusaha keras untuk mengikuti kecepatan kerja 'standar'. Yu tidak mengerti
mengapa kepala jalur sering menyalahkan dia, padahal tidak ada kesalahan dalam
pekerjaannya.
Disiplin dan Hukuman
Tembok pabrik dihiasi slogan dan kutipan prinsip kerja yang dianut Terry Gou,
CEO Foxconn, seperti “perkembangan berarti penderitaan”; “kondisi keras adalah
sesuatu yang baik”. Gou mendasarkan managementnya pada pengalaman militernya
dan menekankan kepatuhan absolut dari atas ke bawah.
Di area pabrik, kamera CCTV dipasang hampir di mana-mana untuk mengawasi buruh
dan semua yang terjadi. Ribuan petugas keamanan berpatroli di setiap gedung
pabrik dan asrama. Akses ke semua gedung, departemen dan bengkel sangat ketat.
Buruh harus melewati beberapa lapis pintu elektronik dan sistem inspeksi. Buruh
tidak boleh membawa telpon genggam atau benda logam apa pun ke dalam bengkel.
Jika ada knop atau kancing logam di pakaian, petugas keamanan akan memotongnya.
Hampir tidak ada hubungan sosial antara buruh. Percakapan dengan rekan kerja di
lokakarya dilarang. Orang selalu dalam keadaan terburu-buru, bergegas antri
makan siang dan makanpun dilakukan dengan cepat.
Teknik industri Foxconn bertujuan membuat semua operasi, hingga gerakan
terkecil, yang dilakukan buruh, menjadi lebih rasional, terencana, dan terukur.
Setiap buruh jalur perakitan mengkhususkan diri dalam satu tugas tertentu dan
melakukan gerak berulang-ulang, dengan kecepatan tinggi, tiap jam, tiap hari,
dan selama berbulan-bulan. Sistem produksi 'canggih' ini menghilangkan
pera-saan senang dan puas akan hasil pekerjaan.
Saat ada seorang buruh yang dianggap bersalah dan karena itu harus dihukum,
seluruh buruh di jalur itu, bisa lebih dari 100 buruh, tidak boleh meninggalkan
tempat kerjanya. Buruh yang dianggap melakukan kesalahan dipaksa berdiri selama
berjam-jam atau menerima penghinaan publik. Misalnya, dia harus membacakan
pernyataan “otokritik”nya berkali-kali, dengan suara keras supa-ya orang yang
diujung lokakarya pun dapat mendengarnya dengan jelas. Mere-ka yang ada diujung
akan ditanya apa otokritiknya itu terdengar. Tak peduli air mata buruh mengalir
karena merasa begitu terhina.
Hubungan sosial di Foxconn
Kebijakan Fosconn dalam mengatur jam kerja dan kehidupan buruh dibuat
se-demikian rupa sehingga tidak memungkinkan terjalinnya hubungan sosial atau
persahabatan antara sesama buruh. Rotasi jam kerja terus menerus membuat buruh
tidak bisa istirahat dengan baik. Dan juga tidak memungkinan mereka memupuk
persahabatan dan usaha saling membantu. Teman-teman sekamar diberi jam kerja
yang berlainan sehingga jam istirahatnyapun berbeda. Perpin-dahan kamar juga
dilakukan. Baru kenal sebentar dengan teman sekamar, di-pindah ke kamar lain
dengan teman-teman baru.
Foxconn menaruh perhatian pada asal daerah buruh. Meskipun orang diharap-kan
dapat berbahasa mandarin, namun di daerah orang menggunakan bahasa lokal atau
dialek. Persamaan daerah asal memudahkan persahabatan. Justru inilah yang
tidak diinginkan Foxconn. Oleh karena itu jarang sekali buruh yang berasal dari
daerah yang sama ditempatkan dalam satu kamar.
Akibatnya buruh merasa terisolasi, tidak punya teman untuk curhat atau minta
bantuan ketika ia membutuhkannya.
Sent from Mail for Windows
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1127125767.1293309.1645538724890%40yahoo.com.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/F51840BA32074383A2837529E2F1A16E%40A10Live.
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1932870749.551488.1645623039876%40yahoo.com.
--
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/442DC20DBF14457EA353F04D6EA3A31E%40A10Live.