Nenek Tatiana yang sudah tidak punya otak lagi, ...! Lha, jelas-jelas yang saya 
angkat dipostingkan poster “Aku PEJUANG!” itulah menunjukkan nenek ini sudah 
tidak punya otak! Memang siapa yang bilang karena mempostingkan perlawanan 
petani Wadas, ...!

Sekarang coba jelaskan, JUDUL tulisan/email “BUNUH DIRI sebagai AKSI PROTES”! 
bukankah itu seruan provokator menghasut orang untuk ikutan BUNUH DIRI sebagai 
AKSI PROTES!!! Lalu, disertai ulasan cukup panjang adanya belasan buruh Foxconn 
yang BUNUH DIRI dan tuntutannya dianggap BERHASIL???

Setiap perjuangan rakyat melawan ketidak adilan, apakah itu spontan atau ada 
KESALAHAN tetap harus dihargai dan dihormati! Itulah pengalaman praktek mereka, 
dan setiap orang yang punya otak, ... apalagi berani menepuk dada seorang 
revolusioner yang menggunakan MDH, tentu mengerti bahwa teori revolusioner itu 
DATANG dari PRAKTEK, BUKAN JATUH dari langit! 

Saya menampilkan pengalaman perjuangan PKT dengan pemberontakan Nan Chang dan 
Mao melancarkan Pemberontakan Musim-rontok ditahun 1927 melawan penghianatan 
Chiang Kaisek, yang jelas jemelas gerakan dipimpin PKT! Jelas BUKAN SPONTAN 
gerakan massa, dan jelas dipimpin PKT! Hanya karena teori revolusioner ML yang 
dikuasai belum menjawab revolusi Tiongkok sesuai kondisi masyarakat Tiongkok! 
Setelah mengalami kekalahan demi kekalahan, baru lah Mao Zedong bisa 
menyimpulkan keharusan REVOLUSI Tiongkok lebih dahulu mendirikan daerah basis 
Gunung Jing Gang! Menemukan KEBENARAN “Dari Desa Mengepung Kota” untuk kondisi 
Tiongkok! TIDAK BISA menjiplak begitu saja Revolusi Oktober Lenin merebut kota 
besar! Itulah MDH, ... bagi orang yang punya otak!

Tiongkok sejak didirikan, 1 Oktober 1949 sudah menetapkan sebagai negara HUKUM, 
... Dan, diberlakukan sampai sekarang ini! Jadi, kalau benar ada penangkapan 
terhadap seseorang tentu terjadi pelanggaran yang dijatuhi sanksi HUKUM! Kalau 
merasa penangkapan atas diri Meng Zhu tidak benar, tentu harus buktikan dimana 
salahnya! Yang saya tahu, masalah pekerja delivery sudah beres dengan baik, 
...! Atau muncul soal baru?



From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45 
Sent: Wednesday, February 23, 2022 9:30 PM
To: Chan CT ; GELORA45_In 
Subject: RE: [GELORA45] Bunuh Diri Sebagai Aksi Protes ( I )

. Dan saya, yang mempostingkan perlawanan petani Wadas, dia anggap “tidak punya 
otak”.  

 

Ha…ha.. ngatain orang TIDAK BISA MENANGKAP TULISAN ORANG LAIN DAN MEMUTAR 
BALIK… Untuk KESEKIAN KALIANYA JUSTRU DIRINYA SENDIRI YANG DIA BELEJETI SEBAGAI 
ORANG YANG TIDAK PUNYA OTAK… Kalimat di atas apa tidak jelas orang yang dia 
katain tidak punya otak adalah nenek yang sangat dia benci karena sudah 
bertahun-tahun memperlihatkan pengkhianatan dan pengabdian abspolut bagaikan 
anjing budukan piaraan kakek Deng Xiaoping????

 

Tunjukkan di mana dan kapan saya mengaku diri saya atau pasang merek M-L dan 
Maois???Yang selalu saya katakan adalah saya berusaha menerapkan MDH dan ajaran 
Mao. Justru dirinya sendiri yang petantang petenteng pasang merek ML dan 
menuntut pulang untuk bangun basis dan melakukan perang rakyat!!!

 

Siapa yang menyalahkan Sidik Kertapati? Nah, keliahtan lagi otaknya yang sdh 
bulukan tidak bias mengerti tulisan orang. Justru saya angkat S. Kertapati yang 
tahu menghargai perlawanan kaum tani walaupun itu perlawanan yang spontan dan 
tidak dipimpin dan beralinasi dengan tepat. Begitulah seharusnya orang YANG 
BUKAN REVISIONIS DAN BUKAN KONTREV dalam menilai perlawanan kaum tani dan 
penduduk desa Wadas dan seruan Wiji Tukul. Si anjing budukan remo STT, justru 
karena memang reaksioner, maka mencap poster dan seruan Wiji tukul sebagai 
tidak manusiawi, etc. 

 

Si anjing budukan mengajukan contoh perjuangan tani yang sudah dipimpin Mao, YA 
JELAS BEDA SEKALI DENGAN PERJUANGAN TANI YANG MASIH BELUM DIPIMPIN OLEH TEORI 
REVOLUSIONER!!! Justru anjing budukan remo STT ini yang tidak punya otak karena 
mengharapkan perjuangan tani Wadas seperti perjuangan tani yang SUDAH DIPIMPIN 
OLEH TEORI REVOLUSIONER…SEHINGGA DAPAT MENETUKAN STRATEGI DAN TAKTIK 
PERJUANGAN!!!!Mana bisa disamakan???? Tapi, orang yang bukan reaksioner dan 
bukan remo, walaupun perjuangan tani itu bersifat spontan, akan selalu 
mendukung perjuangan tani . Di situlah contoh S. Kertapati yang mengangkat 
perlawanan tani yang dengan mudah dikalahkan karena spontan. Dia sama sekali 
tidak mencemooh atau melemparkan macam-macam cap yang menghina. Gobloknya 
anjing budukan makin kelihatan..Ya namanya juga anjing yang sudah 13 tahun 
hidup dan diambang kemampusan!!!

 

Sekarang saya dicap “menghasut bunuh diri”. Ha…ha.. semakin “kaya” saya dengan 
cap-cap yang digonggongkan anjing budukan ini. Yang saya beberkan adalah 
KENYATAAN DAN PRAKTEK bagaimana orang menggunakan bunuh diri sebagai expresi 
dari protes dan perlawanan… Karena memang sudah nggak punya otak, maka tulisan 
yang menceritakan kenyataan itu lantas dicap “menghasut bunuh diri”. Ha…ha.. 
dasar anjing budukan!

 

Anjing budukan ini tdiak pernah mengakui akan kekejaman penghisapan brutal yang 
diderita kaum buruh migran. Orang yang BUKAN REAKSIONER DAN BUKAN REMO,  JUSTRU 
AKAN MELIHAT AKSI PROTES  BURUH FOXCONN MEMBUKTIKAN BETAPA KEJAMNYA SISTIM 
KERJA DAN KEHIDUPAN BURUH SEHINGGA MEREKA TIDAK MELIHAT JALAN LAIN UNTUK 
MEMPROTES DAN MELAWAN KEKEJAMAN KECUALI DENGAN BUNUH DIRI!!!OLEH KARENA ITU 
BURUH YANG SUDAH SADAR SEPERTI  BURUH JASIC, MENUNTUT KEBEBASAN MEMBENTUK 
SERIKAT BURUH INDEPENDEN!!! TAPI APA JAWABAN REZIM KAPITALIS, PENCULIKAN DAN 
PENJARA!!! 

 

Penangkapan dan pemenjaraan terjadi juga dengan MENGZHU, buruh delivery yang 
berusaha mengorganisasi teman sesama buruh untuk membela hak-haknya… APA 
JAWABAN REZIM XI JING PING?  PENANGKAPAN DAN PENJARA!!

 

Masih kurang jelas?? Pasti masih belum jelas bagi anjing budukan STT! Jawab dan 
lempar lagi cap-cap, biar tambah gamblang kelihatan “otak” anjing budukan yang 
sedang sekarat!!

 

 



 

ent from Mail for Windows

 

From: Chan CT
Sent: Wednesday, February 23, 2022 2:21 AM
To: Tatiana Lukman; GELORA45_In
Subject: Re: [GELORA45] Bunuh Diri Sebagai Aksi Protes ( I )

 

Yang saya bilang “tidak punya otak” yaa si nenek Tatiana ini, ... ulasan 
dibawah justru membuktikan betul-betul sudah TIDAK PUNYA OTAK! Sudah TIDAK BISA 
menangkap tulisan orang lain dan sengaja memutar balik apa yang dinyatakan 
orang lain sesuai jalan pikiran otaknya itu saja!

 

Setiap orang yang hendak berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang diharapkan, 
mutlak harus memikirkan bisa tidak dan bagaimana caranya itu bisa dicapai, ... 
Poster yang diajukan nenek satu ini, “Aku adalah Pejuang! Soal KALAH atau 
MENANG BUKAN URUSANKU!” jelas merupakan provokator yang TIDAK BERTANGGUNGJAWAB! 
Kekejaman yang SANGAT TIDAK MANUSIAWI, ...! Mendorong orang berjuang tanpa 
peduli bisa menang atau jatuh berkorban, mati konyol,...! Justru Nenek yang 
mengaku dirinya ML bahkan Maois masih juga menghasut RAKYAT berjuang untuk 
bunuh diri, ...! Tidak mengarahkan orang menemukan jalan dan cara berjuang 
untuk MENANG, ...

 

Lalu, bagaimana melihat kebangkitan perjuangan rakyat? Setiap perjuangan rakyat 
tentu bisa kalah atau menang, dan setiap pejuang revolusioner harus bisa 
menyimpulkan pengalaman dari setiap langkah perjuangan itu, untuk maju lebih 
baik dan lebih baik lagi! Begitu Mao Zedong menemukan jalan keluar yang tepat 
“Dari Desa Mengepung Kota”, mendirikan daerah basis  Gunung Jing Gang setelah 
Pemberontakan Nan Chang dan Pemberontakan Musim-rontok di tahun 1927 menemui 
kekalahan dami kekalahan! Menyimpulkan pengalaman dari kekalahan TIDAK berarti 
mengutuk keberanian rakyat berjuang dengan melawan,...! Itulah yang dikatakan 
kekalahan adalah guru keberhasilan! Begitulah jalan pemikiran seorang pejuang 
revolusioner, .... SELALU menekankan berjuang harus menemukan jalan dan cara 
untuk MENANG! BUKAN tidak peduli menang atau kalah, ... itu namanya nenek KEJAM 
yang menyuruh orang bunuh diri saja! TIDAK BEDA dengan Cai Ling, komandan 
lapangan Gerakan Demokrat 4 Juni di lapangan Tian An Men, yang hendak 
menggunakan belasan ribu nyawa seperjuangannya merobohkan pemerintah Tiongkok! 
Betul-betul kekejaman seeeitaaan-ibliiiiis!

 

Lalu apapula kesalahan Sidik Kertapati dalam mengungkap keberanian petani 
Indramayu melawan Jepang? Memang siapa yang bilang salah dan mencemoohkan 
dengan perlawanan rakyat yang spontan itu, sekalipun berakhir dengan kekalahan 
dan jatuh korban??? Siapa yang bilang pengangkatan pemberontakan yang kalah itu 
tidak manusiawi dan bunuh diri? Saya mengatakan, bagi setiap pejuang apalagi 
berani menamakan dirinya pejuang ML-Maois harus bisa mengarahkan perjuangan 
mencapai kemenangan sebagaimana diharapkan, BUKAN sekadar melawan, berjuang 
asal nyeruduk saja, ...! JANGAN BUNUH DIRI! Gunakan OTAK BAIK-BAIK, berjuang 
dengan cerdas dan MENANG!

Saya belajar kepada orang-orang yang sudah membuktikan dirinya dalam prak-tek 
sebagai orang revolusioner sejati. Sidik Kertapati, penulis “Sekitar Proklamasi 
Kemerdekaan 1945” menilai tinggi pemberontakan tani di Indramayu, 23 Oktober 
1943 dan pemberontakan tani desa Sukamanah, Singaparna, 14 Febru ari 1944. 
Dengan parang, golok, dan arit, mereka menyerbu dan membunuh para penguasa 
Jepang. Pemberontakan itu mudah dipatahkan karena  bersifat spontan, tanpa 
pimpinan dan aliansi yang tepat. Namun S. Kertapati sama seka  li tidak 
mencemooh, apalagi menyalahkan atau melempar fitnah “provokator”,  “tidak 
manusiawi” atau “bunuh diri”. Itulah bedanya orang revolusioner de-ngan 
pengkhianat remo seperti STT dalam menyikapi perlawanan rakyat terha- dap 
ketidak adilan dan kesewenang-wenangan para penguasa. 

 

Bunuh diri sebagai aksi protes! Nenek Tatiana ini hendak DIJADIKAN SERUAN untuk 
mendorong lebih banyak orang BUNUH DIRI sebagai senjata PROTES ketidak adilan, 
mati konyol??? SUNGGUH KEJAAAM, ...! Atas nama ML-Maois GADUNGAN Nenek Tatiana 
memblejeti dirinya betul-betul berjiwa SETAN-IBLIS! KEJAAAAM, ...

 

Jelas Foxconn pengusaha Taiwan yang banyak mengerjakan Apple iPhone dan untung 
besar di Tiongkok! Berhasil menggunakan kecanggihan teknologi menindas dan 
menghisap keringat buruh sampai-sampai belasan buruh tidak tahan dan 
bunuh-diri, ... adalah KENYATAAN yang terjadi! Tentu juga tidak salah 
mengatakan bunuh-diri itu sebagai aksi PROTES ketidak adilan yang terjadi 
terhadap buruh di Foxconn itu. Tapi, bagaimanapun juga bunuh-diri begitu TIDAK 
BISA dibenarkan, apalagi hendak diserukan atau dianjurkan sebagai aksi 
perjuangan! TIDAK BISA begitu! Apalagi dijadikan JUDUL TULISAN: Bunuh Diri 
Sebagai Aksi Protes! SUNGGUH KEJAAAM, ...! 

 

Ingat, keberhasilan tuntutan Foxconn memperbaiki sistem kerja bukan terutama 
karena beberapa buruh bunuh-diri, tapi karena aksi Serikat Buruh dan sikap 
tegas pemerintah Tiongkok menuntut perusahaan Foxconn menjalankan kebijakan dan 
ketentuan kerja buruh, ...!

 

 

 

From: 'Tatiana Lukman' via GELORA45 

Sent: Tuesday, February 22, 2022 10:05 PM

To: 'Jonathan Goeij' via GELORA45 

Subject: [GELORA45] Bunuh Diri Sebagai Aksi Protes ( I )

 

           Bunuh Diri Sebagai Aksi Protes ( I ) 

Banyak cara digunakan massa rakyat untuk memanifestasikan perlawanan dan protes 
terhadap ketidak-adilan sosial, penghisapan, penindasan dan kesewenang-wenangan 
kelas pemegang kekuasaan anti-rakyat. Misalnya, turun ke jalan berdemonstrasi, 
mengadakan rapat-rapat umum, pemogokan, mogok makan dengan konsekwensi berat 
bagi kesehatan bahkan kematian. Dan yang paling menuntut keberanian adalah aksi 
bunuh diri.

 

 

Sikap orang terhadap berbagai manifestasi perlawanan dan protes ini tergantung 
kepada keberpihakannya. Mereka yang berpihak kepada yang berkuasa selalu 
mengejek, mencemooh dan mengecilkan arti penting dari protes-protes itu. 
Contohnya, anjing budukan revisionis Siauw Tiong Tjing (STT) menginter-pretasi 
seruan Wiji Tukul “Hanya ada satu kata …lawan “  dan poster “Saya Pejuang” di 
desa Wadas sebagai provokasi, tidak manusiawi, bahkan aksi bunuh diri. Dan 
saya, yang mempostingkan perlawanan petani Wadas, dia anggap “tidak punya 
otak”.  

 

 

Saya belajar kepada orang-orang yang sudah membuktikan dirinya dalam prak-tek 
sebagai orang revolusioner sejati. Sidik Kertapati, penulis “Sekitar Proklamasi 
Kemerdekaan 1945” menilai tinggi pemberontakan tani di Indramayu, 23 Oktober 
1943 dan pemberontakan tani desa Sukamanah, Singaparna, 14 Febru ari 1944. 
Dengan parang, golok, dan arit, mereka menyerbu dan membunuh para penguasa 
Jepang. Pemberontakan itu mudah dipatahkan karena  bersifat spontan, tanpa 
pimpinan dan aliansi yang tepat. Namun S. Kertapati sama seka  li tidak 
mencemooh, apalagi menyalahkan atau melempar fitnah “provokator”,  “tidak 
manusiawi” atau “bunuh diri”. Itulah bedanya orang revolusioner de-ngan 
pengkhianat remo seperti STT dalam menyikapi perlawanan rakyat terha- dap 
ketidak adilan dan kesewenang-wenangan para penguasa. 

 

 

11 Juni 1963, Thich Quang Duc, seorang biksu buddha Vietnam membakar diri-nya 
sampai mati di satu persimpangan jalan yang ramai di Saigon, untuk mem-protes 
persekusi pemerintahan reaksioner dan korup Ngo Dinh Diem terhadap para 
penganut Budhisme.

Terdapat banyak faktor yang membawa seseorang melakukan bunuh diri. Pe-ngalaman 
traumatik, depresi serius dan penyakit mental biasa ditunjuk sebagai faktor 
pendorong bunuh diri. Namun kenyataan menunjukkan bunuh diri juga dilakukan 
untuk mengekspresikan kemarahan dan protes keras terhadap keti-dak adilan, 
penindasan, dan persekusi kelas penguasa.

 

 

Foxconn adalah sebuah multinasional Taiwan, pemasok kontrak elektronik yang 
beroperasi di Tiongkok. Beberapa sumber, antara lain BBC, Maret 2012, 
menyatakan Fosconn merupakan perusahaan swasta terbesar di Tiongkok yang 
mempekerjakan 1.4 juta buruh.

 

 

Sepanjang tahun 2010, 18 buruh Foxconn, berusia dari 17 sampai 25 tahun, 
melakukan aksi bunuh diri. 14 orang meninggal, 4 orang menderita luka-luka yang 
menyebabkan mereka lumpuh. Aksi bunuh diri ini merupakan sesuatu yang tak 
pernah terjadi dalam sejarah industri Tiongkok. 

 



Buruh Foxconn protes kondisi kerja tak berperikemanusiaan dengan loncat dari 
gedung pabrik

 

 

Aneh, di zaman sosialisnya MTT yang selalu diejek oleh anjing budukan remo STT, 
tidak ada aksi bunuh diri buruh. Tampaknya salah satu “keunggulan” “sosialisme 
kakek Deng Xiaoping adalah lahirnya aksi bunuh diri sebagai protes terhadap 
ketidak adilan dan penghisapan di Tiongkok.

Salah satu dari empat buruh yang gagal bunuh diri adalah Tian Yu. Ia lahir pada 
tahun 1993, dari keluarga petani, di sebuah desa dekat kota Laohekou, di 
provinsi Hubei, Tiongkok tengah. Ia dibesarkan neneknya, karena ibu bapaknya 
bekerja sebagai buruh pabrik jauh dari desa mereka. Mereka terpaksa jadi buruh 
karena kehidupan sebagai petani tidak bisa lagi menghidupi 6 anggota 
keluar-ganya.

 

 

Tian Yu termasuk dalam 61 juta anak-anak kaum tani Tiongkok yang harus 
dikorbankan demi pembangunan megaproyek infrastruktur, perumahan dan mall-mall 
mewah yang mendorong pertumbuhan ekonomi dua digit yang sa-ngat dibanggakan 
kaum revisionis serta anjing-anjing jaganya. Namun, sesuai dengan prediksi, 
gelembung real estate meletus, kebangkrutan korporasi Evergrand menyeret 
korporasi property estate lainnya dan perusahaan supplier gu-lung tikar. 
Akibatnya buruh juga yang harus menanggung hilang pekerjaan.

 

 

17 Maret, 2010, kira-kira jam 8 pagi, setelah bekerja 37 hari di Fosconn, Tian 
Yu lompat dari tingkat empat asrama buruh di Shenzhen. Tiga tulang belakang, 
empat tulang pinggul patah yang menyebabkan dia lumpuh dari pinggang ke bawah. 
Pabrik Longhua adalah tempat kerja pertamanya dan mungkin juga yang terachir.

 

 

Tahun 1980, Shenzhen merupakan daerah ekonomi khusus pertama yang dibuka untuk 
penanaman modal asing. Sejak 1988, Foxconn membangun banyak pa brik di Tiongkok 
selatan.

 

 

Kondisi kehidupan dan kerja di pabrik Foxconn.

 

 

Di pusat perekrutan Foxconn, Tian Yu antri sepanjang pagi, mengisi formulir 
aplikasi pekerjaan; sebuah alat pembaca elektronik mengambil sidik jarinya; 
kartu penduduknya discan, dan periksa darah. 

 

8 Februari, 2010, ia mulai bekerja sebagai buruh di jalur perakitan umum, 
dengan nomer F9347140. Sore hari itu ia diberi penjelasan tentang peraturan dan 
jam kerja yang berlaku di pabrik. Dia juga mendapat ‘Pedoman pegawai Foxconn”, 
penuh dengan semboyan untuk meningkatkan moral pegawai, misalnya “Segera 
songsong impian terindah Anda, raih kehidupan yang luar biasa. Di Foxconn, Anda 
dapat memperluas pengetahuan dan mengumpulkan pengalaman. Mimpi Anda berkembang 
dari sini hingga besok”.

 

Instruktur yang memberi orientasi kepada buruh bercerita tentang pengusaha 
Steve Jobs dan Bill Gates untuk menginspirasi buruh baru. Foxconn menyebar 
angan-angan menjadi kaya melalui kerja, dan kepercayaan bahwa sukses bisa 
dicapai melalui kerja yang rajin.

 

Pabrik Longhua merupakan basis manufaktur utama Foxconn. Buruh kerja siang dan 
malam. Ini adalah mata rantai pokok dalam jaringan produksi global. Perakitan 
dan pengiriman produk jadi ke konsumen dunia berlangsung 24 jam sehari, 365 
hari setahun. Truk kontainer dan mesin pengangkat barang bergemuruh non-stop, 
melayani jaringan pabrik yang menghasilkan iPhone, iPad dan produk elektronik 
lainnya. Yu menjadi bagian dari 400.000 tenaga kerja Foxconn Longhua, yang 
sebagian besar, seperti dia, adalah buruh migran muda dari pedesaan, remaja 
berusia belasan hingga dua puluhan.

 

Jalur perakitannya ada di iDPBG (Ingrated Digital Product Business Group). Ia 
ti-ba terlambat pada hari pertama kerjanya karena tersesat di pabrik yang 
begitu  besar. Waktu habis hanya untuk menemukan  lokakarya  iDPBG. Terdapat 
se-puluh zone dari A sampai H, J, dan L, yang dibagi lagi menjadi A1, A2, A3, 
L6, L7, J20, dan seterusnya. Dibutuhkan hampir satu jam untuk berjalan dari 
pintu gerbang utama selatan ke pintu gerbang utama utara, dan satu jam lagi 
dari pintu gerbang barat ke pintu gerbang timur.  Anak tani berumur 17 tahun, 
pertama kali masuk pabrik, tidak mengerti akronim bahasa Inggris yang tertulis 
di mana-mana. Tian Yu bertanggung jawab  menginspeksi layar kaca untuk meli-hat 
apakah ada goresan. 

 

 

Jadwal Tian Yu: bangun jam 6:30 a.m, menghadiri rapat yang tak dbayar jam 7:20 
, mulai kerja jam 7:40, makan siang jam 11, dan biasanya ia lewatkan makan 
malam untuk kerja lembur sampai jam 19:40 p.m. Harus lapor kepada kepala jalur 
15 hingga 20 menit lebih pagi. Para kepala jalur menguliahi buruh untuk 
mempertahankan produktivitas tinggi, mencapai target produksi harian dan 
menjaga disiplin. Tian Yu merasa tak dimungkinkan menolak kerja lembur. 

 

Selama jam kerja, pergi ke WCpun sangat dibatasi. Jalur perakitan bekerja 24 
jam non-stop. Kerja 12 jam sehari, satu hari libur tiap dua minggu, tidak 
memungkinkan buruh menggunakan kolam renang atau jalan-jalan di daerah 
per-tokoan di kompleks yang luar biasa besarnya itu.

 

Terdapat 12 grup bisnis di Foxconn. Di antaranya, iDPBG (Grup Bisnis Produk 
Digital terpadu) dan iDSBG (Grup Bisnis Sistem Digital inovasi) yang secara 
eks-klusif melayani Apple 87 dalam pembuatan komponen dan perakitan akhir. Grup 
bisnis lainnya menyesuaikan produksi untuk Microsoft, IBM, Samsung, Amazon, HP, 
Dell, Sony, dan merek-merek premium lainnya. Mereka bersaing dalam 'kecepatan, 
kualitas, layanan teknik, efisiensi, dan nilai tambah' untuk memaksimalkan laba.

 

 

Model produksi di Foxconn didasarkan pada Taylorisme klasik. Proses produksi 
disederhanakan begitu ekstrimnya sehingga buruh tidak membutuhkan penge-tahuan 
khusus atau pelatihan untuk melakukan sebagian besar tugasnya. Teknisi dari 
departemen teknik industri secara teratur menggunakan stopwatch dan perangkat 
teknik terkomputerisasi untuk menguji buruh. Kalau mereka dapat memenuhi quota 
yang ditentukan, segera mereka tingkatkan target semaksimal mungkin. 

Di jalur perakitan iPhone, seorang buruh menjelaskan bagaimana kerjanya diukur 
sampai detik yang tepat: ambil papan induk dari jalur, pindai  logo, 
memasukkannya ke dalam tas anti-statis, label ditempel, meletakkan kembali di 
jalur. Tiap tugas membutuhkan waktu dua detik.  Jadi tiap sepuluh detik dia 
selesai-kan lima tugas.

 

 

Ketika produksi naik, masalah serius akan timbul jika buruh tidak dapat 
memenuhi order dalam waktu yang sudah ditentukan. Di beberapa departemen di 
mana buruh biasanya mengambil istirahat 10 menit, mereka yang gagal meme-nuhi 
target produksi per jam tidak diizinkan beristirahat. Buruh baru, seperti Yu, 
berulang kali ditegur karena dianggap bekerja 'terlalu lambat', meskipun ia 
berusaha keras untuk mengikuti kecepatan kerja 'standar'. Yu tidak mengerti 
mengapa kepala jalur sering menyalahkan dia, padahal tidak ada kesalahan dalam 
pekerjaannya.

 

Disiplin dan Hukuman

 

Tembok pabrik dihiasi slogan dan kutipan  prinsip kerja yang dianut Terry Gou, 
CEO Foxconn, seperti “perkembangan berarti penderitaan”; “kondisi keras adalah  
sesuatu yang baik”. Gou mendasarkan managementnya pada pengalaman militernya 
dan menekankan kepatuhan absolut dari atas ke bawah.

 

Di area pabrik, kamera CCTV dipasang hampir di mana-mana untuk mengawasi buruh 
dan semua yang terjadi. Ribuan petugas keamanan berpatroli di setiap gedung 
pabrik dan asrama. Akses ke semua gedung, departemen dan bengkel sangat ketat. 
Buruh harus melewati beberapa lapis pintu elektronik dan sistem inspeksi. Buruh 
tidak boleh membawa telpon genggam atau benda logam apa pun ke dalam bengkel. 
Jika ada knop atau kancing logam di pakaian, petugas keamanan akan memotongnya. 

 

 

Hampir tidak ada hubungan sosial antara buruh. Percakapan dengan rekan kerja di 
lokakarya dilarang. Orang selalu dalam keadaan terburu-buru, bergegas antri 
makan siang dan makanpun dilakukan dengan cepat.

 

 

Teknik industri Foxconn bertujuan membuat semua operasi, hingga gerakan 
terkecil, yang dilakukan buruh, menjadi lebih rasional, terencana, dan terukur. 
Setiap buruh jalur perakitan mengkhususkan diri dalam satu tugas tertentu dan 
melakukan gerak berulang-ulang, dengan kecepatan tinggi, tiap jam, tiap hari, 
dan selama berbulan-bulan. Sistem produksi 'canggih' ini menghilangkan 
pera-saan senang dan puas akan hasil pekerjaan.

 

 

Saat ada seorang buruh yang dianggap bersalah dan karena itu harus dihukum, 
seluruh buruh di jalur itu, bisa lebih dari 100 buruh, tidak boleh meninggalkan 
tempat kerjanya. Buruh yang dianggap melakukan kesalahan dipaksa berdiri selama 
berjam-jam atau menerima penghinaan publik. Misalnya, dia harus membacakan 
pernyataan “otokritik”nya berkali-kali, dengan suara keras supa-ya orang yang 
diujung lokakarya pun dapat mendengarnya dengan jelas. Mere-ka yang ada diujung 
akan ditanya apa otokritiknya itu terdengar. Tak peduli air mata buruh mengalir 
karena merasa begitu terhina. 

 

 

Hubungan sosial di Foxconn

 

Kebijakan Fosconn dalam mengatur jam kerja dan kehidupan buruh dibuat 
se-demikian rupa sehingga tidak memungkinkan terjalinnya hubungan sosial atau 
persahabatan antara sesama buruh. Rotasi jam kerja terus menerus membuat buruh 
tidak bisa istirahat dengan baik. Dan juga tidak memungkinan mereka memupuk 
persahabatan dan usaha saling membantu. Teman-teman sekamar diberi jam kerja 
yang berlainan sehingga jam istirahatnyapun berbeda. Perpin-dahan kamar juga 
dilakukan. Baru kenal sebentar dengan teman sekamar, di-pindah ke kamar lain 
dengan teman-teman baru.

Foxconn menaruh perhatian pada asal daerah buruh. Meskipun orang diharap-kan 
dapat berbahasa mandarin, namun di daerah orang menggunakan bahasa lokal atau 
dialek. Persamaan daerah asal memudahkan  persahabatan. Justru inilah yang 
tidak diinginkan Foxconn. Oleh karena itu jarang sekali buruh yang berasal dari 
daerah yang sama ditempatkan dalam satu kamar.

Akibatnya buruh merasa terisolasi, tidak punya teman untuk curhat atau minta 
bantuan ketika ia membutuhkannya.

 

 

Sent from Mail for Windows

 

-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1127125767.1293309.1645538724890%40yahoo.com.

-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/F51840BA32074383A2837529E2F1A16E%40A10Live.

 

-- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "GELORA45" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/1932870749.551488.1645623039876%40yahoo.com.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/442DC20DBF14457EA353F04D6EA3A31E%40A10Live.

Reply via email to