*Pemekaran-pemekaran, selanjutnya tidak ada yang mekar. Politik
pemekaran **rezim
neo-Mojopahit seperti pada zaman kolonial masa lalu yang dikatakan ”devide
et impera” (Divided and  conquered) *

https://jubi.co.id/mrp-pemekaran-akan-membunuh-orang-asli-papua/



MRP: Pemekaran akan membunuh orang asli Papua Reporter: Aryo Wisanggeni

February 23, 2022 10:52 pm

Papua No. 1 News Portal |

Jubi Jayapura, Jubi – Majelis Rakyat Papua atau MRP menilai rencana
pemekaran provinsi di Tanah Papua yang dicanangkan pemerintah akan membunuh
Orang Asli Papua. Pemekaran provinsi di Tanah Papua dinilai tidak layak dan
terlalu dipaksakan oleh pemerintah pusat

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Kelompok Kerja Adat MRP, Minggus Madai
dalam diskusi daring bertajuk “Media Briefing: Hak-hak Orang Asli Papua dan
Polemik Pemekaran Provinsi Papua” yang dilaksanakan Public Virtue Research
Institute pada Rabu (23/2/2022). Madai mengatakan jumlah Orang Asli Papua
sangat sedikit, sehingga pemekaran itu tidak layak dan tidak memenuhi
syarat untuk dilakukan.

Madai menjelaskan jumlah Orang Asli Papua di Provinsi Papua hanya 2 juta
jiwa. Jika Provinsi Papua dimekarkan menjadi empat provinsi, jumlah Orang
Asli Papua di setiap provinsi yang dimekarkan sangat sedikit.

Baca juga: MRP: Revisi UU Otsus menghilangkan kekhususan Otsus Papua

“Luas wilayah oke, sumber daya alam memang ada, tapi sumber daya manusia
sangat minim.  Apa lagi [jumlah] penduduk, tidak memenuhi syarat. Jadi
[rencana] pemekaran itu, kami orang Papua menganggap [itu] mesin pembunuh
orang Papua,” ujarnya.

Madai mengatakan pemerintah seharusnya menyelesaikan persoalan yang
bertumpuk-tumpuk di Papua, yang sudah terjadi puluhan tahun, dan terus
terjadi di Papua. Menurutnya, Presiden Joko Widodo yang berulang kali
mengunjungi Papua semestinya bisa menyelesaikan berbagai persoalan di
Papua.

“Pak Presiden turun dari bandara, langsung naik mobil ke tempat tujuan yang
beliau kunjungi, setelah itu kembali [ke Jakarta]. Presiden tidak ada tanya
[masyarakat] di Papua itu ada masalah apa, di daerah konflik itu di daerah
mana, proses penyelesain itu seperti apa? Presiden tidak tanya hal-hal
itu,” katanya.

Menurut Madai, permasalahan di Papua dapat diselesaikan melalui cara dialog
dengan melibatkan semua pihak. Misalnya konflik yang terjadi Kabupaten
Lanny Jaya, kata Madai, seharusnya Presiden dapat memanggail Bupati, Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda.
Lalu, bersama Gubernur, DPR Papua, MRP, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih
dan Kepala Kepolisian Daerah mencari solusi menyelesaikan berbagai masalah
tersebut.

 Baca juga: MRP didorong ajukan permohonan uji formil atas amandemen UU
Otsus Papua

Namun, hal seperti itu tidak dilakukan, karena pemerintah sibuk mewacanakan
pemekaran di Papua. “Solusi kecil begini saja Presiden tidak lakukan. Jadi
orang Papua hari ini bingung, ini negara serius [atau] tidak urus masalah
di Papua? [Bicara] pemekaran [itu kan] orang di Jakarta [yang] mau,”
ujarnya.

Direktur Eksekutif Public Virtue Research Institute (PVRI), Miya Irawati
mengatakan upaya pemekaran yang terus didengungkan pemerintah tidak
semata-mata demi meningkatkan taraf hidup dan kesejahteran hidup masyarakat
Papua. Miya menyatakan rencana pemekaran lebih dipengaruhi kepentingan
politik negara di Papua yang cenderung Jakarta sentris.

Menurutnya, pemekaran provinsi di Tanah Papua juga dibuat untuk melakukan
pemisahan kekuatan poltik masyarakat bawah. Pedekatan negara di Papua yang
selalu mengedepankan paradigma militerisme atau keamanaan telah menguatkan
kebutuhan pemekaran wilayah, antara lain untuk penambahan Komando Daerah
Militer (Kodam) baru, dan hal itu akan berdampak kepada distribusi pasukan
TNI yang semakin masif di pelosok Papua.

“Nah, ini yang sebenarnya kita tidak sadari. Bahwa dampaknya akan sejauh
itu,” katanya.

(*) Editor: Aryo Wisanggeni G

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2CaedqRmFmNLuFAS3H4gztcq2G%2BP6qGAmciZJrsmSd2bw%40mail.gmail.com.

Reply via email to