*Vladimir Putin Tak Pedulikan Sanksi AS, Baginya Masa Depan Dunia Bukan di 
Tangan Amerika Tapi di tangan China*

https://kupang.tribunnews.com/2022/03/03/vladimir-putin-tak-pedulikan-sanksi-as-baginya-masa-depan-dunia-bukan-di-tangan-amerika-tapi-china

Vladimir Putin Tak Pedulikan Sanksi AS, 
Baginya Masa Depan Dunia Bukan di Tangan Amerika Tapi China
Kamis, 3 Maret 2022 16:08
Editor: Frans Krowin
lihat foto
Global TimesPresiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan 
bertemu secara online. Pertemuan ini akan membuat Amerika ketar ketir 

Baca Selanjutnya:
Dikutuk PBB Atas Serangan ke Ukraina, Tapi 5 Negara Ini Termasuk Korea Utara, 
'Dukung' Invasi Rusia
XPOS-KUPANG.COM - Saat ini negara-negara di dunia mengecam habis-habisan 
Presiden Rusia, Vladimir Putin yang melakukan aneksasi ke Ukraina.

Apalagi invasi Rusia tersebut kini telah menimbulkan banyaknya korban jiwa, 
baik di kalangan militer maupun warga sipil.

Namun, Presiden Vladimir Putin seakan tak mempedulikan kecaman seluruh dunia 
atas dirinya.

Ia tetap melancarkan serangan bahkan diduga pula menggunakan rudal untuk 
melumpuhkan militer Ukraina.

Dunia kini bingung atas keras kepalanya Vladimir Putin sehingga membombardir 
habis-habisan Negara Ukraina.

Pasalnya, selain menyerang total Ukraina, pada saat yang sama, Rusia juga 
mengirimkan rimbuan ton bantuan ke Ukraina.

Kabar terbaru menyebutkan, bahwa saat ini Rusia mulai meremehkan kekuatan 
Amerika Serikat (AS) sebagai negara super power.

Vladimir Putin merasa yakin bahwa saat ini dan ke depan, negara adidaya itu 
bukan lagi di tangan Amerika tapi dua negara yang kini sedang tumbuh.

Vladimir Putin meremehkan AS, setelah Presiden AS Joe Biden mengambil tindakan 
tegas atas Rusia.

Baca juga: Presiden Ukraina Bebaskan Napi Untuk Perang Lawan Rusia: 
Bertempurlah Demi Bayar Dosamu pada Rakyat

Iklan untuk Anda: Seorang ibu rumah tangga ditelan ular piton raksasa
Advertisement bySaat ini AS menjatuhkan sanksi sangat mengerikan kepada Rusia 
gegara tindakan kanibalismenya menyerang Ukraina.

Dan, tatkala mendapat kabar bahwa Rusia melancarkan operasi militer ke Ukraina, 
Presiden AS Joe Biden langsung turun tangan.

Ia langsung menghantam empat bank Rusia, termasuk dua bank terbesar di Rusia, 
yakni Sberbank dan VTB Bank.

Dilansir dari kompas.com pada Selasa 1 Maret 2022, AS memotong lebih dari 
setengah impor teknologi Rusia.

Tujuannya untuk menargetkan beberapa oligarki Negeri Beruang Merah.

Sanksi AS lainnya juga mengenai 12 perusahaan besar lainnya serta raksasa 
energi Gazprom.

Di mana AS melarang mereka untuk meningkatkan modal di pasar keuangan Barat.

Selanjutnya ekspor teknologi pertahanan dan aeronautika ke Rusia juga akan 
dibatasi.

Tidak hanya AS, negara-negara sekutu AS juga memberikan sanksi kepada Rusia.

Uni Eropa misalnya yang menargetkan 70 persen pasar perbankan Rusia.

Inggris beda lagi seluruh aset bank Rusia VTB dan produsen senjata Rostec 
dibekukan hanya dalam waktu beberapa jam.

Di Asia beberapa negara juga memberikan sanksi keras kepada Rusia.

Sebut saja Jepang yang menargetkan ekspor semikonduktor, yang saat ini 
mengalami kekurangan global, dan lembaga keuangan.

Meski begitu, Presiden Rusia Vladimir Putin sepertinya tetap tenang dan tidak 
terpengaruh.

Baca juga: Dikutuk PBB Atas Serangan ke Ukraina, Tapi 5 Negara Ini Termasuk 
Korea Utara, Dukung Invasi Rusia

Malahan dia malah semakin membombardir wilayah Ukraina bagian Timur.

Ini semua karena Putin tahu di masa depan, AS bukanlah lagi negara paling 
penting di dunia.

Justru masa depan dunia, termasuk masa depan Rusia, ada di dua negara ini. 
Negara mana yang dimaksud Putin?

Dilansir dari Reuters pada tahun 2020 silam, Putin mengatakan China dan Jerman 
kini tengah menuju status negara superpower (adidaya).

Memang saat ini China sedang terlibat konflik dan Jerman masih kalah dibanding 
Inggris dan Prancis di Eropa, tapi Putin beranggapan berbeda.

Katanya, peran AS sudah berkurang. Termasuk juga peran Inggris dan Prancis.

Sebaliknya, bobot politik dan ekonomi China dan Jerman tengah menuju status 
negara adidaya.

"Jika AS tidak siap untuk membahas masalah global dengan Rusia, maka Rusia siap 
untuk berdiskusi dengan negara lain," kata Putin.

Baca juga: Makin Membingungkan, Invasi Militer Besar-besaran Tapi Rusia Siapkan 
10.500 Ton Bantuan ke Ukraina

Putin mengatakan, AS tidak bisa lagi mengklaim eksepsionalisme-nya.

Sksepsionalisme sendiri adalah pandangan bahwa sebuah negara, masyarakat, 
lembaga, gerakan, atau era bersifat "eksepsional" (tidak biasa atau hebat).

Jadi, tidak heran bahwa Rusia tidak peduli lagi dengan AS. (*)

Artikel ini telah tayang berjudul: Tak Gentar Digertak Amerika, Ternyata Putin 
Sudah Tahu Masa Depan Dunia Ada di Tangan Dua Negara Ini


Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Vladimir Putin Tak 
Pedulikan Sanksi AS, Baginya Masa Depan Dunia Bukan di Tangan Amerika Tapi 
China, 
https://kupang.tribunnews.com/2022/03/03/vladimir-putin-tak-pedulikan-sanksi-as-baginya-masa-depan-dunia-bukan-di-tangan-amerika-tapi-china?page=all.

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/D585F224BD4147D78B9AD98A2C69270E%40A10Live.

Reply via email to