* Kalau banyak orang Papua mati karena AIDS,  mengapa Jakarta tidak
bereaksi? Apakah makin banyak orang Papua mati dianggap makin baik, karena
makin banyak tanah adat tanpa pemilik yang dengan demikian bisa diklaim
oleh pihak tertentu sebagai pemilik. Apakah ini bisa dimengerti  sebagai
"silent genocide", dan politik "Drang nach Osten" dijalankan? Demikian
komentar ahli Nujum.*

https://www.gatra.com/news-537897-Nasional-wamena-lumpuh-tpnpb-opm-ajak-jakarta-berunding-orang-papua-banyak-mati-kena-aids.html
Wamena Lumpuh, TPNPB-OPM Ajak Jakarta Berunding, Orang Papua Banyak Mati
Kena AIDS

By

*Rohmat*
<https://www.gatra.com/news-537897-Nasional-wamena-lumpuh-tpnpb-opm-ajak-jakarta-berunding-orang-papua-banyak-mati-kena-aids.html>


-

 10 Maret 2022

 17295

[image:
https://static.gatra.com/foldershared/images/2022/roh/02-Feb/pemekaran.png]

Sebby Sambom dan Terryanus Satto (Dok.GATRA)

*Wamena, Gatra.com-* Ribuan rakyat Papua wilayah Budaya Lapago Wamena turun
ke jalan pada hari ini, Kamis (10/3). Aksi itu membuat Kota Wamena lumpuh.
Kelompok yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua
Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim mereka adalah
rakyatnya. Karena itu pihaknya mengajak Jakarta untuk berunding.

"Itu rakyat Wamena bangkit. Itu kami punya rakyat. Dan saya orang suku
Yali. Kami orang Yali mengerti semua bahasa orang di gunung. Sekarang tidak
ada otonomi, tidak ada pemekaran. Duduklah di meja perundingan dengan
kami," kata Juru Bicara TPNPB OPM, Sebby Sambom kepada Gatra.com.

"Selama ini kami sudah bilang bahwa TPNPB itu berjuang tidak sendirian.
Tetapi didukung rakyat Papua. Jika suatu hari kami bilang, hancurkan
kota-kota dan rebut kemerdekaan itu akan terjadi," klaimnya.

"Apalagi kami dari orang pegunungan tengah. Kita semua sumbernya dari
Wamena sana. Dari Wamena. Dari Suku Yali. Semua kami di Pegunungan Bintang
itu Suku Yali Besar. Dari semua suku-suku kami punya hubungan. Clan,"
katanya.

"Orang yang perang itu punya semangat tinggi. Kami mau kasih tahu, pada 6
Oktober 2001, di Wamena mereka naikan bendera (Bintang Kejora). Sampai
polisi masuk masyarakat lawan. Itu bisa terjadi," katanya.

"Indonesia kami berjuang itu untuk rakyat kami, untuk bangsa kami, untuk
negeri kami, oleh karena itu, siapa pun presidennya kirim bagus jika
membuka diri dengan kami di meja perundingan. Itu kuncinya," katanya.

"Kalau Jakarta begitu, rakyat Papua tidak ada takut. Indonesia kirim
tentara banyak itu memangnya tahu medan? Jakarta kirim tentaramu yang tidak
tahu medan, TPNPB OPM tinggalnya di hutan. Kami serang mundur, serang
mundur," katanya.

"Karena itu kami selalu katakan dengan sopan, mari Presiden kita bicara di
meja perundingan membahas hak politik rakyat Papua yang ingin merdeka.
Karena rakyat Papua dari Sorong ke Merauke itu ingin merdeka," klaimnya.

"Pemekaran itu bukan aspirasi rakyat. Itu orang-orang yang ambisius yang
rakus harta. Orang-orang oportunis. Mental harta, mental uang. Uang
Indonesia kasih banyak, pelacuran kiri kanan, mabuk, lonte-lonte kiri
kanan, kena AIDS banyak mati orang Papua," keluhnya.

"Itu rakyat kami. TPNPB berjuang untuk mereka. Apalagi sekarang TPNPB
diakui PBB," katanya.

* Editor:   Rohmat Haryadi*
<https://www.gatra.com/news-537897-Nasional-wamena-lumpuh-tpnpb-opm-ajak-jakarta-berunding-orang-papua-banyak-mati-kena-aids.html>

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2BDbr8m5uP3LJ_fb7E0QL%2BVH88Xw4j3cq%3DEY6fWzUYQCw%40mail.gmail.com.

Reply via email to