*Kalau NKRI  dipimpin oleh orang-orang  jujur maka sepatunya diberitakan
apa yang tercantum dalam MoU dan atau perjanjian lain  tentang bagi hasil
dan royality. Tetapi kalau setiap kali syarat dan bagi hasil serta royality
disembungikan dari pengetahuan rakyat maka sudah tentu  NKRI adalah untuk
kepentingan segelintir manusia kleptokrat neo-Mojopahit , kata ahli ilmu
njum.*

https://www.eramuslim.com/berita/nasional/tegang-di-natuna-china-dan-ri-justru-teken-mou-proyek-industri-migas-rp-216-triliun.htm


Tegang di Natuna, China dan RI Justru Teken MoU Proyek Industri Migas Rp
21,6 Triliun

Redaksi – Jumat, 3 Desember 2021 07:15 WIB





Eramuslim.com – Saat ketegangan terjadi di Laut Natuna Utara terjadi antara
Indonesia dan China terkait dengan pengeboran minyak lepas pantai, para
pengusaha justru menandatangani MoU senilai 1,5 miliar dolar AS atau Rp
21,6 triliun.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pengusaha Indonesia dan China
terkait dengan mega proyek injeksi kimia dan teknologi digital untuk
industri minyak dan gas di Indonesia.

Penandatanganan MoU tiga perusahaan besar swasta itu disaksikan Duta Besar
RI untuk China Djauhari Oratmangun dan jajaran pimpinan Kedutaan Besar RI
di Beijing, Kamis (2/11/2021).

“Jadi ini proyek ‘B to B’ (antarperusahaan swasta),” kata Dubes usai
menyaksikan penandatanganan MoU di Wisma Duta KBRI Beijing tersebut.

Ketiga pengusaha yang menandatangani kesepakatan adalah Zein Wijaya selaku
CEO PT Enerproco Global Indonesia, Qu Fei (CEO Guoxing Huijin Science and
Technology Co Ltd), dan Zhou Yang (CEO Shenzhen Congbiqiushi Investment
Management Co Ltd).

“Perusahaan China akan mentransfer teknologi dan investasi modal,” kata
Dubes.

Proyek injeksi kimia dan teknologi digital tersebut bertujuan untuk
meningkatkan kapasitas produksi minyak di ladang minyak yang sudah berumur.

Dengan diberikan injeksi kimia, sumur-sumur minyak yang sudah tua seperti
di Blok Rokan bisa direvitalisasi dan ditingkatkan kapasitas produksinya.

“Proyek ini tergolong investasi yang memberikan nilai tambah,” kata Dubes
Djauhari.

China sebelumnya dikabarkan protes kepada Indonesia terkait dengan
aktivitas pengeboran minyak dan gas di lepas pantai Laut Natuna Utara yang
diklaim sebagai wilayah China di perairan Laut China Selatan.

Hal yang sama dilakukan China karena latihan tempur bertajuk “Garuda
Shield” yang dilakukan TNI AD bersama militer Amerika Serikat (AS) pada
Agustus 2021 lalu.

Anggota Komisi I DPR RI, Muhammad Farhan menyebut kalau protes diplomatik
China disampaikan pada Kementerian Luar Negeri.

Pihak Beijing mendorong agenda nine-dash line atau garis putus-putus
berbentuk huruf “U” di Laut China Selatan, yang diklaim China sebagai
wilayah mereka.

Klaim tersebut telah diputus tak memiliki dasar hukum oleh Pengadilan
Arbitrase Permanen di Den Haag, Belanda, pada 2016.

“Surat itu sedikit mengancam,” kata Farhan dikutip dari Reuters, Rabu
(1/12/2021).

“Jawaban kami sangat tegas. Kami tidak akan menghentikan pengeboran karena
itu adalah hak kedaulatan kami,” kata Farhan melanjutkan. (indozone
<https://www.indozone.id/news/BysAERE/tegang-di-natuna-china-dan-ri-justru-teken-mou-proyek-industri-migas-rp-21-6-triliun/read-all>
)

  pengeboran karena itu adalah hak kedaulatan kami,” kata Farhan
melanjutkan. (indozone
<https://www.indozone.id/news/BysAERE/tegang-di-natuna-china-dan-ri-justru-teken-mou-proyek-industri-migas-rp-21-6-triliun/read-all>
)

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/CAGjSX2AzyYKKxpjkEdsHUhhJ42JqTbwtkECqXZe_Oic8TLEZXg%40mail.gmail.com.

Reply via email to