Memantau Pembangunan Tiongkok dari “Desa Tebing”
2022-03-10 15:16:13    
https://indonesian.cri.cn/2022/03/10/ARTIkIRLB79h7e2Bi2QQi5y1220310.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.1

Pada hari Minggu lalu (6/3), Anggota MPPR Yixidawa dari Provinsi Sichuan yang 
hadir dalam sidang MPPR itu telah memberikan kabar terbaru dari “desa tebing”.

Desa Atulier yang terletak di daerah penggunungan Daliangshan, Provinsi Sichuan 
dibangun pada tebing setinggi 1.400 meter, sehingga dijuluki sebagai “desa 
tebing”, 17 palang vertikal tangga rotan pernah dijadikan sebagai satu-satunya 
jalan bagi warga desa untuk pergi keluar. Pada bulan November tahun 2016, jalan 
“desa tebing” diganti dengan tangga baja. Bulan Mei tahun 2020, 84 keluarga 
desa turun dari tangga baja dan menaiki tangga menuju ke rumah baru mereka yang 
dibangun di kabupaten.




Terhitung hingga akhir tahun 2020, 9,899 juta warga miskin yang berada di bawah 
garis kemiskinan standar saat ini sudah terlepas dari kemiskinan. “Pengentasan 
kemiskinan bukan tujuan akhir, melainkan titik awal menuju kehidupan dan 
perjuangan baru”. Tahun 2021 merupakan tahun pertama untuk memperluas hasil 
pengentasan kemiskinan dengan revitalisasi desa, berkat berbagai langkah dan 
tindakan, pendapatan murni per kapita warga yang terlepas dari kemiskinan 
mencapai 12.550 Yuan atau sekitar Rp 26 juta, meningkat 16,9% dibandingkan 
tahun sebelumnya.




Sementara itu, Tiongkok melaksanakan ide “memprioritaskan rakyat dan 
keselamatan jiwa” serta menanggulangi pandemi secara ilmiah dan akurat. 
Terhitung hingga tanggal 7 Maret lalu, 31 provinsi serta Korps Pembangunan dan 
Konstruksi Xinjiang secara akumulatif melaporkan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 
telah mencapai 3,16 miliar dosis. Selain itu, Tiongkok juga memegang ide 
komunitas senasib sepenanggungan umat manusia, dengan aktif mengadakan kerja 
sama penanggulangan pandemi dengan negara asing, dan sudah secara total 
menyediakan 2,1 dosis vaksin kepada 120 lebih negara dan organisasi 
internasional, dan angka tersebut menduduki sepertiga dari jumlah penggunaan 
vaksin global di luar wilayah Tiongkok, sempat menjadi negara yang mendonasi 
vaksin terbanyak kepada masyarakat internasional.



-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/066BA6297E44429E8DF3D0EEA1D38559%40A10Live.

Reply via email to