MPPR: RCEP Perkuat Efek Komplementer Rantai Industri Tiongkok dengan ASEAN
2022-03-10 10:33:25    
https://indonesian.cri.cn/2022/03/10/ARTIFY5xcSSMRkX6BEUdNwzk220310.shtml?spm=C77783.PVuqMaJp1sU3.EBh5xqK9Mj8L.23Perdana
 Menteri Tiongkok Li Keqiang dalam Laporan Kinerja Pemerintah kepada Sidang 
ke-5 KRN ke-13 secara khusus menyinggung Perjanjian Kemitraan Ekonomi 
Komprehensif Regional (RCEP) yang telah membentuk kawasan perdagangan bebas 
terbesar di dunia. Ia mengatakan, pemerintah mendukung perusahaan untuk 
memanfaatkan tarif preferensial dan Ketentuan Asal Barang Kumulasi (the 
cumulation provisions of the rules of origin) RCEP dengan baik, demi memperluas 
perdagangan dan kerja sama investasi. Anggota MPPR yang juga adalah ekonom 
terkemuka Yang Chengzhang mengatakan, sejak diberlakukan pada 1 Januari 2022, 
RCEP telah berperan signifikan dalam mendorong perkembangan sektor industri 
terkait.




RCEP mencakup 10 negara anggota ASEAN beserta Tiongkok, Jepang, Korsel, 
Australia dan Selandia Baru dengan total 15 negara Asia dan Pasifik.

“Sejak diberlakukan, RCEP telah berperan signifikan dalam mendorong industri 
furnitur, tekstil dan mainan yang menjadi keunggulan industri Asia Tenggara. 
Selain itu, RCEP juga memainkan peranan penting dalam pendistribusian ulang 
rantai industri di sejumlah negara termasuk Vietnam dan Tiongkok.”

Merujuk statistik Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok, pada dua bulan awal 
tahun ini, nilai ekspor dan impor Tiongkok dengan para mitra perdagangan RCEP 
sebesar 1,85 triliun Yuan, meningkat 9,5 persen, atau secara terinci, volume 
perdagangannya dengan ASEAN sebesar 870,4 miliar Yuan, meningkat 10,5 persen. 
Yang Chengzhang menunjukkan, perdagangan antara Tiongkok dan ASEAN pada 
beberapa tahun ini terus meningkat, terutama sejak pemberlakuan RCEP yang telah 
memperkuat efek komplementer rantai industri kedua belah pihak.

Saat ini, Tiongkok tengah melaksanakan strategi peningkatan kawasan perdagangan 
bebas, dengan aktif mendorong eskalasi kesepakatan kawasan perdagangan bebas 
Tiongkok-ASEAN versi 3.0. Yang Chengzhang berpendapat, hubungan antara Tiongkok 
dan ASEAN akan diperkokoh melalui implementasi RCEP.

“Dahulu Tiongkok mengutamakan perdagangan barang dan jasa. Pada dua tahun 
terakhir ini, Tiongkok telah memiliki ruang kerja sama yang lebih luas di 
bidang perdagangan digital dan perdagangan teknologi, sehingga pola perdagangan 
secara keseluruhan terus mengalami eskalasi. Dalam beberapa tahun ini, Tiongkok 
telah mengajukan rencana keterbukaan sistematis untuk memperdalam kerja sama 
dengan negara-negara tetangga, dan hal itu akan memainkan peranan yang amat 
penting dalam peningkatan perdagangan, investasi dan integrasi moneter antara 
kedua belah pihak.”

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/41CC66B55A1444C2BB40B626F8BD1327%40A10Live.

Reply via email to