I got the below narrative from Holland's group.
*Perang Ukraina bukan karena Rusia tapi karena provokasi Amerika**Inilah 
sejarah lengkapnya mengapa Rusia sampai menyerang Ukraina*Hampir semua perang 
di dunia ini terjadi setelah perang dunia ke 2 akibat ulah, provokasi dari 
Amerika. Perang Vietnam, perang Korea, perang di negara negara timur tengah 
(termasuk Libanon, Suriah, Irak, Kuwait, Libya dllnya), perang Afghanistan, 
perang Serbia-Bosnia , pecahnya Yugoslavia, pecahnya atau bubarnya Uni Soviet, 
pemberontakan di Venezuela, pemberontakan di Sudan, dan beberapa tempat lainnya 
KARENA ULAH DAN PROVOKASI AMERIKA. Modus Amerika selalu memakai HAM, demokrasi, 
negara lain ada diktator/tirani. Benarkah itu alasannya? Jawabannya TIDAK.
Amerika kepo dan ingin campur tangan dalam urusan dalam negeri orang lain 
karena:1. Amerika ingin tampil sebagai pemimpin dunia. Amerika selalu 
memperlihatkan demokrasi padahal Amerika adalah pelopor tirani dunia yang 
selalu memaksakan kehendaknya pada negara negara lain. Yang tidak mau mendengar 
atau ikut kehendak Amerika, Amerika tidak segan akan menginvasi secara legal 
memakai robot PBBContoh: Irak, Libya, Afghanistan, Sebia- Bosnia. Akhirnya 
bukan kedamaian, kemerdekaan yang di dapat tapi kesengsaraan luar biasa yang 
harus diderita.2. Amerika berkepentingan dengan perekonomiannya. Amerika 
membutuhkan minyak, berbagai macam mineral untuk kepentingan jalannya pabrik 
pabrik industrinya. kelangsungan pabrik pabrik senjata yang membutuhkan 
penjualan senjata sehingga dunia harus selalu ada perang. Tidak ada perang, 
dunia damai maka pabrik pabrik senjata Amerika yang menyumbang devisa sangat 
besar akan bangkrut.kalah bersaingnya barang barang produk Amerika di pasaran 
dunia, dan lain lainnya.3. kepentingan geo politik Amerika yang selalu 
menempatkan diri sebagai polisi dunia yg kepo, juga ingin memperlihatkan serta 
MEMAKSA bahwa demokrasi Amerika adalah yang terbaik. Padahal di Amerika sendiri 
sering tidak ada demokrasi dan HAM. Polisi seenaknya menyiksa orang hitam, 
membenci orang orang Asia dllnya.3 hal tersebut yaitu Amerika Ingin menjadi 
pemimpin dunia, kepentingan ekonomi dan kepentingan geo politik membawa Amerika 
menjadi negara imperialis yang menjalankan politik hegemoni kekuasaan memaksa 
negara negara lain harus tunduk dengan Amerika.
Rusia dulu bersatu dalam kesatuan negara negara Uni Soviet. Uni Soviet runtuh 
26 Desember 1991 dibawah President Mikhail Gorbachev. Gorbachev sendiri bukan 
orang Rusia tapi Georgia. Awal runtuhnya Uni Soviet sudah terlihat saat Uni 
Soviet dipimpin Mikhail Gorbachev. Aneh Gorbachev dapat memimpin Soviet padahal 
dia bukan orang Rusia tapi dari negara bagian kecil yaitu Georgia? Gorbachev  
di duga disisipkan CIA ( kecerobohan besar KGB bisa meloloskan Gorbachev jadi 
pemimpin Uni Soviet atau di dalam KGB terjadi pengkhianatan?) Gorbachev yang 
santun dengan tampilan seorang baik hati dipersiapkan untuk membuat  Uni Soviet 
porak polanda  tatanan politiknya, membuat sesama federasi di Soviet saling 
sikut, saling hantam diantara sesama elite politik. Gorbachev dengan semboyan 
“grassnot dan perestroika” yaitu demokrasi dan keterbukaab akhirnya benar benar 
membuat Uni soviet terbuka habis alias pecah.  Uni Soviet pecah menjadi: 
Rusia,Armenia, Azerbaijan, Belarus, Estonia, Georgia, Kazakthan, Kyrgistan, 
Latvia, Lithuania, Moldova, Tajikistan, Turkmenistan, Ukraina dan Uzbekistan. 
Uni Soviet pecah menjadi 15 negara. Pelajaran berharga dari Uni Soviet SEMUA 
WARGA NEGARA DAN ELITE POLITIK HARUS BERSATU. Jangan mau diperdaya kekuatan 
luar atas nama apapun juga. Karena mereka tidak pernah memperjuangkan HAM, 
demokrasi bahkan agama sekalipun. Mereka sedang memperjuangkan kepentingan 
hegemoni kekuasaan mereka.Setelah Soviet runtuh Rusia kembali menjadi negara 
sendiri. Rusia sendiri hampir hancur dibawah pemimpin mabuk, ugalan yaitu Boris 
Yeltsin. Ini juga patut diduga sisipan CIA. Rusia hampir bangkrut krn ulah 
Yeltsin. Menghamburkan uang, menjual minyak dan gas ke Amerika dengab murah 
barternys Amerika tidak mengganggu Rusia. Beruntung Tuhan masih ingin Rusia ada 
di dunia maka Rusia tampil seorang pemiimpin luar biasa genius dan berani yaitu 
Vladimir Putin. Putin berkuasa dari 2000-2008 kemudian turun satu periode ( 
sesuai aturan) digantikan Dmitri Medvedev tapi tahun 2012 Putin kembali 
berkuasa hingga sekarang. Karena Putinlah Rusia yang hampir hancur berantakan 
kembali pulih dan kembali muncul di panggung dunia.
Setelah hancurnya Soviet, Rusia sangat mengandalkan tetangga tetangganya 
pecahan Uni Soviet menjadi tembok diluar untuk membendung pengaruh barat. Salah 
satu yaitu Ukraina. Ukraina bagi Rusia adalah tembok sebelum Eropa bisa masuk 
ke Rusia.  Ibu kota Ukraina, Kiev hanya berjarak sejau Jakarta- Yogya yaitu 500 
km. Rusia selalu berusaha menjaga hubungannya dengan tetangga tetangganya ex 
Uni Soviet. Selama ini mereka selalu baik baik saja dengan Rusia.Amerika tahu 
ini. Amerika selalu mengompori berbagai negara pecahan Uni Soviet untuk 
mengganggu /melawan Rusia. Seperti Armenia, Georgia pernah bersitegang bahkan 
sampai Rusia mengirim pasukan ke perbatasannya. Tapi eskalasinya tidak besar 
dengan mudah dapat ditekan Rusia ditambah Amerika sedang bokek ( kesulitan 
dana- zaman Obama dan Trump)  tidak mampu berbuat banyak. Amerika dkk hanya 
mampu jadi provokator tapi tidak mampu berbuat banyak. Bahkan ketika Rusia 
berhasil menganeksasi Crimea ( 2014)yang tadinya bagian Ukraina Amerika dkk 
hanya bisa berteriak teriak diluar sama sekali tidak mampu berbuat apa apa. 
Crimea dengan pelabuhan Sevastopol sangat penting dan strategis bagi Rusia 
untuk dapat menembus ke Laut Hitam pintu Rusia menuju selatan yaitu Afrika dan 
timur tengah.
Sekarang kenapa  Rusia timbul lagi masalah dengan Ukraina? Ukraina sendiri 
tidak terlalu memiliki kekayaan alam seperti Kazakhtan, Uzbekistan dllnya. 
Sehingga Ukraina masih termasuk negara berkembang. Namun Ukraina sangat 
strategis karena menghubungkan Eropa dengan dunia timur ( Rusia dan negara 
negara pecahan Soviet) menghubungan Eropa utara ( Skandinavia dan beberapa 
pecahan Soviet di utara) dengan dunia Selatan Afrika dan Timur tengah ( Laut 
Hitam). Karena sangat strategis dan pentingnya buat Rusia membuat Amerika mulai 
menjalankan misinya. Misinya membuat Ukraina menjadi bagian tak terpisahkan 
dari Barat sehingga menambah kekuatan dari preman preman barat untuk menekan 
Rusia.
Awal Soviet pecah hubungan Ukraina dan Rusia baik baik saja. Karena pernah 
bersatu dengan Rusia membuat Ukraina dekat dengan Rusia. Ada enam President 
pernah berkuasa di Ukraina:Leonid K, Petro Poroschenko, Oleksandr Tuchynov, 
Victor Yanukovych serta yg sekarang Volodymyr Zelenskyy. 5 President 
berhubungan baik dengan Rusia bahkan yang termanid hub dengan Rusia dibawah 
Victor Yanukovych. Dibawah V Yanukovych Ukraina mengalami kemajuan luar biasa. 
Namun sejak tahun tahun terakhir Yanukovych sakit. Sakitnya seperti orang 
keracunan. Mukanya tiba tiba menua dan badannya lemas. Keracunan Yanukovych 
mengundang curiga ulah Amerika. Setelah itu hubungan Ukraina saat dibawah  
Volodymyr Zelenskyy berubah total. 
Zalenskyy membawa Ukraina menjauh dari Rusia. Zakenskyy memamerkan mesranya 
hubungan Ukraina dan barat. Ini membuat Putin kheki. Pelajaran pertama Putin 
untuk Zalenskyy adalah menganeksasi Crimea. Hanya. hitungan hari pasukan Rusia 
dapat menguasai Crimea tanpa pelawanan. Reaksi Amerika dkk hanya di dunia media 
yang memang sudah dikuasai Amerika dkk.Aneksasi Crimea tidak membuat Zalenskyy 
tobat. Tapi malah sengaja dan ganjen ingin membawa Ukraina masuk Nato.Ini 
membuat Putin berang. Karena jika Ukraina masuk Nato maka musuh tinggal 500 km 
sudah dapat mencapai Moskow. Jarak Kiev ibukota Ukraina hanya 500 km dr Moskow. 
Konsekwensi masuk Nato maka Rusia tidak bisa memberikan pelajaran lagi ke 
Ukraina. Prinsip Nato jika satu negara Nato diserang maka itu dianggap 
menyerang seluruh negara Nato. Maka seluruh negara Nato dapat keroyokan 
menyerang Rusia.Karena keinginan Zalenskyy  dan tentu dengan rayuan  dari 
Amerika yang ingin membawa Ukraina masuk Nato membuat Rusia frustasi. Karena 
dengan masuknya Ukraina ke Nato membuat musuh Rusia sudah di depan pintu. Rusia 
bukan tidak berusaha mengajak Zalenskyy mengulungkan niatnya. Namun Zalenskyy 
dengan provokasi Amerika terus menerus melalui media media dunia yang memang 
dikuasai Amerika tetap ingin masuk Nato. Zalenskyy dengan sombong berkata itu 
adalah urusan dari internal Ukraina. Bahkan Amerika dan kawan kawan terus 
memprovokasi bahwa mereka sudah mengirim pasukan ke Rumania, Polandia siap 
membantu Ukraina. Beberapa hal inilah yang membuat Rusia frustasi. Rusia sedang 
menghadapi anak nakal. Namun anak nakal mendapat backingan para preman. Putin 
karena frustasi saat mengikuti pembukkaan olympiade musim dingin di Beijing ,” 
dunia tidak ada artinya lagi jika sudah tanpa Rusia.” Putin memperingatkan 
dunia jika tidak ada Rusia lagi dunia akan menjadi tunggangan empuk Amerika 
karena hanya satu China saja tidak mungkin dikeroyok ramai ramai oleh preman 
preman dunia dibawah pimpinan Amerika.
Putin bukan pimpinan yang bodoh. Dia tahu sisi lemah Ukraina. Selama ini ada 
pemberontak separatis di Ukraina yang ingin merdeka  memisahkan diri dari 
Ukraina. Pemberontak ini dibelakang mendapat dukungan dari Rusia. Separatis ini 
adalah Donets dan Luhank. Saat yang Putin anggap tepat yaitu tgl 22/2-/ 2022 
Donets dan Luhank menyatakan merdeka dan memisahkan diri dari Ukraina. Rusia 
langsung mengakuinya.  Dengan pengakuannya, Rusia membuka pintu masuk Rusiavke 
Ukraina dengan alasan diminta oleh Donets dan Luhank.Putin memanfaatkan waktu. 
Sebelum Ukraina masuk Nato Rusia sudah menyerang Ukraina. Sehingga tidak ada 
alasan Nato bahwa salah satu anggota negaranya diserang. Amerika akan memakai 
robotnya PBB. Tapi PBB jika memakai Dewan Keamanan ada Rusia pasti akan di veto 
apapun keputusan yang merugikan Rusia. Mau pakai Majelis Umum PBB? Tidak mudah 
karena membutuh kebulatan suara yang besar . Ingat Rusia banyak yang 
mendukung.Apakah Amerika mau memakai penyerangan tanpa dipayungi aturan dari 
PBB? Jika itu terjadi maka sudah besar kemungkinan terjadi perang dunia. 
Amerika dan kawan kawan tidak ingin perang dunia. Perang dunia bukan tujuan bos 
bos pabrik senjata. Karena dunia hancur ( termasuk Amerika) maka bos bos itu 
tidak bisa menikmati lagi hasil jahat menjual nyawa manusia.Putin sangat 
pandai. Dia tidak akan lama invasi ke Ukraina. Anak nakal perlu dirotan. Tapi 
anak nakal jangan dibunuh. Tentu Putin sangat mengharapkan Zalenskyy bertobat. 
Seorang pemimpin pasti akan iba melihat penderitaan rakyatnya. Kaisar Jepang 
walaupun seorang maniak perang, saat bom atom jatuh ke Nagasaki dan Hiroshima 
pun langsung mengibarkan bendera putih tanda menyerah tidak pakai berunding 
dulu dengan Hitler atau Musolini. Dunia akan melihat apakah Zalenskyy lebih 
mempertimbangkan penderitaan rakyat atau sekedar mau jadi budaknya Amerika? 
Jika Zalenskyy adalah pemimpin rakyat Ukraina pasti dia akan berunding dengan 
Rusia setidak tidaknya memakai mediasi negara ketiga yg netral seperti China  ( 
hubungan Ukraina dan  China baik demikian pula hubungan Rusia dan China baik). 
Setidak tidaknya jangan ada berita Ukraina mau masuk Nato. Sehingga ini membuat 
Rusia mau maju ke perundingan. Tidak ada gunanya perang dunia. Semua akan 
hancur. Yang diinginkan Amerika adalah kehancuran lokal yaitu di Ukraina sama 
seperti kehancuran Irak, Syria, Afghanistan, Libya, dulu Vietnam, Korea, 
Kamboja. Lokal hancur tapi bos bos pabrik senjata berpesta pora. Kita semua 
berdoa agar masalah Ukraina segera selesai.
Penulis: Anshori Nasution.
Sent from Yahoo Mail on Android

-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/95422601.536690.1646962981461%40mail.yahoo.com.

Reply via email to