https://www.antaranews.com/berita/2757233/kemenperin-tingkatkan-partisipasi-perempuan-dalam-bangun-industri?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=category_home




Kemenperin tingkatkan partisipasi perempuan dalam bangun industri

Minggu, 13 Maret 2022 21:51 WIB

Tenaga kerja perempuan di sektor industri. (ANTARA/ HO Biro Humas Kementerian 
Perindustrian)
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian menjalin kerja sama dengan 
berbagai mitra, baik di dalam maupun luar negeri untuk dapat meningkatkan 
partisipasi peran perempuan dalam membangun sektor industri dan ekonomi.
 

“Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian Kemenperin pada kesetaraan 
gender,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) 
Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan lewat keterangannya di Jakarta, Minggu.

 

Upaya tersebut juga untuk mendorong peran perempuan dalam bidang Technical and 
Vocational Education and Training (TVET) serta Science, Technology, 
Engineering, and Mathematics (STEM), sehingga bisa lebih kompeten dan berdaya 
saing sesuai kebutuhan saat ini

 

Untuk itu, BPSDMI Kemenperin bersama Prospera yang didukung Pemerintah 
Australia, menggelar Webinar Hari Perempuan Internasional 2022 bertajuk 
‘Mematahkan Bias’ dalam TVET dan STEM (International Women’s Day Webinar 2022: 
‘Break the Bias’ in TVET and STEM).

 

Kegiatan tersebut diikuti seluruh unit pendidikan di lingkungan Kemenperin 
beserta perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, 
Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan 
Anak, serta Kementerian Tenaga Kerja.

 

Peserta lainnya berasal dari Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Australian 
Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), VAPRO Internasional Indonesia, 
TVET System Reform Program-GIZ, ILO, Skill For Competitiveness Program (S4C) 
Swiss, ADB, UNESCO-UNEVOC, dan ASEAN Secretariat.

 

“Webinar ini juga adalah sebagai wadah diskusi bagi kementerian, lembaga, 
organisasi, industri, serta unit pendidikan untuk membangun strategi-strategi 
peningkatan peran perempuan yang berfokus pada perempuan di SMK dan Politeknik, 
perempuan di dunia kerja, serta di dunia industri,” papar Arus.

 

Berdasarkan data BPS Agustus 2021, jumlah pekerja perempuan pada sektor 
industri mencapai 43,82 persen dari total pekerja sektor industri yang 
berjumlah 18,69 juta orang. Sementara itu, komposisi perempuan terdiri dari 12 
persen dari semua lulusan jurusan terkait STEM di Indonesia.

 

“Melalui kegiatan webinar ini, BPSDMI Kemenperin berupaya berkontribusi dalam 
peningkatan peran perempuan menempati posisi dan kualifikasi di hard STEM,” 
imbuh Arus.

 

Menurut Direktur Prospera David Nellor, perempuan menyumbang 54 persen dari 
angkatan kerja Indonesia sehingga memiliki potensi pertumbuhan yang luar biasa.

 

Penting bagi ekosistem pendidikan dan pelatihan Indonesia, lingkungan kerja, 
dan industri untuk mendukung dan inklusif terhadap partisipasi dan pemberdayaan 
perempuan yang lebih besar.

 

“Pandemi COVID-19 ternyata menyebabkan ‘she-cession’, atau resesi dihadapi 
perempuan yang cenderung menerima imbas lebih besar dari pandemi ini,” 
ungkapnya.

 

Adapun kebijakan pengurangan ketimpangan dan peningkatan partisipasi perempuan 
dalam STEM dikemukakan oleh Direktur Ketenagakerjaan Bappenas Mahatmi 
Parwitasari Saronto, di antaranya dengan mengedukasi rumah tangga atau keluarga 
dan masyarakat, memperbaiki mekanisme pembelajaran STEM dengan penyediaan 
pendidik, materi, dan proses.

 

“Selain itu, perlu meningkatkan layanan bimbingan karir, beasiswa afirmasi, dan 
mentoring responsive gender. Kemudian, mengurangi gender gap, mempermudah 
perempuan mengakses pasar kerja, serta mendukung kebijakan transformasi ekonomi 
yang menyediakan lebih banyak lapangan kerja bidang STEM,” sebutnya.

 

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri BPSDMI Kemenperin Restu 
Yuni Widayati mengungkapkan bahwa telah banyak tindakan yang dilakukan 
pemerintah, industri, dan unit pendidikan dalam rangka meningkatkan peran 
perempuan dalam bidang TVET dan STEM.

 

Misalnya, Prospera melaksanakan asesmen berbasis gender terhadap unit 
pendidikan di lingkungan Kemenperin dengan melakukan analisis awal terhadap 
data dosen, guru, dan siswa, serta program studi.

 

Kajian awal tersebut menunjukkan bahwa siswi perempuan mayoritas ada pada soft 
STEM, dan sedikit yang masuk dalam hard STEM.

 

“BPSDMI Kemenperin juga bekerja sama dengan GIZ Jerman menyelenggarakan Woman 
Innovation Camp yang fokus pada Internet of Things (IoT) didukung oleh Axioo 
dan Makeblock yang diikuti oleh para siswi dan tenaga pengajar di unit 
pendidikan Kemenperin,” ungkap Restu.

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2022

    TAGS:
    Pendidikan vokasi
    Perempuan industri






-- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "GELORA45" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi 
https://groups.google.com/d/msgid/gelora1945/20220313195911.57a32afa7f2f3f6cf857d20f%40upcmail.nl.

Reply via email to